Gangguan Kecemasan dan Serangan Panik, Sama atau Beda?

Gangguan Kecemasan dan Serangan Panik, Sama atau Beda?

Halodoc, Jakarta - Mengalami kecemasan sesekali adalah hal yang lazim dalam kehidupan. Namun, apabila rasa cemas semakin tidak dapat dikendalikan dan mengganggu aktivitas sehari-hari, maka kondisi tersebut bisa dikatakan sebagai gangguan kecemasan. Munculnya gejala gangguan kecemasan setiap orang bisa berbeda, bisa dimulai selama masa kanak-kanak, remaja, ataupun berlanjut hingga dewasa.

Baca Juga: Depresi dan Cemas Berlebihan Dapat Memicu Mimpi Buruk

Gangguan kecemasan terbagi atas beberapa jenis berdasarkan penyebab yang mendasarinya. Jenis gangguan kecemasan yakni gangguan kecemasan umum, gangguan kecemasan sosial (fobia sosial), fobia spesifik dan gangguan kecemasan pemisahan. Seseorang dapat memiliki hanya satu gangguan kecemasan atau lebih dari satu gangguan kecemasan. Tanda dan gejala gangguan kecemasan dapat berupa:

  • Gugup, gelisah, ataupun tegang

  • Selalu merasa ada bahaya yang mengancam

  • Panik setiap saat

  • Jantung berdebar kencang

  • Berkeringat

  • Gemetaran

  • Sulit berkonsentrasi

  • Kesulitan tidur

  • Ingin menghindari hal yang membuat cemas

  • Mengalami masalah gastrointestinal (GI).

Lantas, Apa Itu Serangan Panik?

Serangan panik adalah episode intens dari ketakutan mendadak yang terjadi ketika tidak ada ancaman atau bahaya yang nyata. Dalam beberapa kasus, pengidap mungkin salah mengira gejala serangan panik dengan serangan jantung.

Seseorang bisa mengalami serangan panik tunggal atau memiliki serangan panik sepanjang hidupnya. Jika tidak diobati, serangan panik berulang dan ketakutan yang dialami dapat menyebabkan seseorang menghindari orang lain atau tempat umum. 

Baca Juga: Deadline Mengejar, Ini Cara Menghilangkan Stres untuk Orang Kantoran

Serangan panik memicu sistem saraf simpatik Anda yang mengarah pada respons "hadapi atau lari” ketika dihadapkan pada bahaya atau ancaman. Serangan panik dapat terjadi secara tiba-tiba tanpa ada peringatan sebelumnya. Gejala-gejalanya mungkin muncul secara bertahap dan memuncak setelah sekitar sepuluh menit. Seseorang bisa mengalami gejala serangan panik satu atau lebih dari kondisi berikut:

  • Sakit dada

  • Kesulitan menelan

  • Sulit bernafas

  • Sesak napas

  • Hiperventilasi

  • Meningkatnya irama detak jantung

  • Merasa lemah

  • Timbul hot flashes

  • Panas dingin

  • Gemetar

  • Berkeringat

  • Mual

  • Sakit perut

  • Kesemutan atau mati rasa

  • Merasa bahwa kematian sudah dekat

Serangan panik tidak mengancam jiwa. Namun, gejalanya memang mirip dengan kondisi kesehatan yang mengancam jiwa lainnya, seperti serangan jantung. Kalau kamu mengalami gejala serangan panik, segera dapatkan bantuan medis. Sebab, penting untuk memastikan bahwa kamu tidak mengalami serangan jantung.

Apakah Gangguan Kecemasan dan Serangan Panik Sama?

Orang-orang yang memiliki gangguan kecemasan seringkali memiliki rasa kekhawatiran dan ketakutan yang berlebihan terhadap situasi yang dialaminya. Seringkali, gangguan kecemasan melibatkan episode kecemasan intens yang berulang dan ketakutan yang mencapai puncaknya dalam beberapa menit. Kondisi tersebut adalah tanda dan gejala dari serangan panik. Jadi bisa dikatakan bahwa serangan panik merupakan salah satu gejala dari gangguan kecemasan. 

Kedua kondisi tersebut saling berkesinambungan. Seseorang yang mengalami gangguan kecemasan tentunya akan mengalami serangan panik. Nah, seseorang yang mengalami serangan panik bisa memicu kondisi gangguan kecemasan. 

Baca Juga: Temperamen Mudah Berubah, Mungkin Gejala Serangan Panik


Kalau kamu merasa mengalami tanda-tanda gangguan kecemasan yang bisa memicu terjadinya serangan panik, sebaiknya segera bicara dengan dokter Halodoc untuk mengetahui cara penanganannya. Gunakan fitur Talk to A Doctor yang ada di aplikasi Halodoc untuk menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!