Ini Bahaya Rokok Elektrik bagi Anak

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Ini Bahaya Rokok Elektrik bagi Anak

Halodoc, Jakarta - Banyak orang yang mulai beralih dari rokok bakar menjadi rokok elektrik karena berbagai macam hal. Salah satu faktor yang membuat orang lebih memilih rokok elektrik adalah karena menurutnya lebih sehat dibandingkan rokok konvensional yang zat-zatnya terbilang lebih berbahaya.

Padahal, kandungan yang terdapat di dalam rokok elektronik juga dapat menimbulkan bahaya. Salah satu bahaya dari rokok elektronik terdapat pada kandungan nikotin dan juga zat kimianya. Jika terpapar anak-anak, beberapa gangguan mungkin saja terjadi. Berikut bahaya rokok elektronik pada anak!

Baca juga: Dikira Aman, Rokok Elektrik Tingkatkan Stres

Bahaya dari Rokok Elektronik pada Anak-Anak

Belakangan ini, terdapat suatu kebiasaan baru yang dilakukan oleh anak muda, yaitu vaping. Hal ini dilakukan dengan menghirup uap yang dihasilkan oleh rokok elektronik atau perangkat sejenis. Alat ini menggunakan cairan yang umumnya mengandung nikotin, perasa, dan bahan kimia.

Banyak juga orangtua yang memilih rokok elektronik sebagai alternatif dari merokok. Orang tersebut percaya apabila uap yang dihasilkan oleh alat tersebut terbilang aman, sehingga melakukannya di sekitar anak-anak. Padahal, paparan nikotin dan zat kimia dari cairan vape mungkin saja menyebabkan hal yang berbahaya.

Seseorang yang mengalami bahaya karena asap rokok elektronik. Memang, hal tersebut tidak langsung terjadi, tetapi disebabkan paparan yang rutin dan berlangsung lama. Meskipun bukan pengonsumsi utama, orang di sekitar kamu mungkin saja mengalami risiko terhadap kesehatannya. Berikut bahaya dari rokok elektronik pada anak, yaitu:

  1. Dampak dari Nikotin

Bahaya dari rokok elektronik mungkin terjadi pada anak-anak yang mungkin terpapar dari uap saat orangtuanya melakukan vaping dalam waktu yang lama. Kandungan nikotin dari alat tersebut dapat menyebabkan perkembangan otak anak-anak menjadi lambat. Hal tersebut dapat membuatnya kesulitan memaksimalkan pikirannya.

Si Kecil kamu mungkin juga mengalami pengaruh pada daya ingat, konsentrasi, pengendalian diri, hingga suasana hati. Anak tersebut juga mungkin saja mengalami kecanduan sesuatu yang mengandung nikotin saat dewasa karena terlalu sering terpapar zat berbahaya tersebut saat kecil.

Jika kamu mempunyai pertanyaan perihal bahaya dari rokok elektrik, kamu dapat mendapatkan jawabannya dari dokter Halodoc. Caranya, kamu hanya perlu download aplikasi Halodoc di smartphone kamu! Selain itu, kamu juga dapat membeli obat tanpa perlu keluar rumah dengan aplikasi tersebut. Mudah bukan?

Baca juga: Beda Dengan Kretek, Ini Bahaya Rokok Elektrik

  1. Gangguan pada Paru-Paru

Bahaya dari rokok elektronik lainnya adalah terjadinya gangguan pada paru-paru. Seseorang yang terlalu sering terpapar uap dari e-rokok, terutama anak-anak, mungkin saja dengan cepat mengalami kelainan pada paru-parunya. Hal tersebut dapat merusak jaringan paru-paru dan mengurangi ketahanan organ tersebut dari penyebab penyakit. Oleh karena itu, penyakit lainnya dengan mudah menyerang paru-paru.

Memang bukan hanya paparan kedua, atau terhirup uap tersebut secara langsung, tetapi paparan ketiga juga dapat membahayakan. Uap yang telah keluar dan mengandung zat kimia dapat menempel di lantai dan barang-barang lainnya. Ketika anak tersebut merangkak di lantai, maka bahan kimia mungkin saja masuk ke tubuh.

Meski belum diketahui secara pasti risiko jangka panjang dari paparan pihak ketiga, tetapi hal ini tidak menutup kemungkinan dapat menyebabkan bahaya. Hal yang paling penting adalah pencegahan penggunaannya di lingkungan keluarga agar risiko yang disebabkan dapat dicegah.

Baca juga: Dilakukan Indoor, Ini Bahaya Rokok Elektrik

Itulah bahaya dari rokok elektronik yang dapat terjadi pada anak-anak. Sangat penting untuk menjauhi anak-anak dari paparan uap e-rokok yang menimbulkan gangguan dalam jangka panjang. Selalu jauhi anak-anak ketika kamu akan mengonsumsi uap dari alat tersebut. Selain itu, cobalah untuk selalu membersihkan diri sebelum berinteraksi dengan anakmu.

Referensi:
Health Line.Diakses pada 2019.Think Vaping with Your Kids in the Car Is Harmless? Think Again
Kids Health.Diakses pada 2019.Vaping: What You Need to Know