Bergaya tapi Berbahaya, Vape bisa Sebabkan Chemical Pneumonia 

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Bergaya tapi Berbahaya, Vape bisa Sebabkan Chemical Pneumonia 

Halodoc, Jakarta – Baru-baru ini, Dinas Kesehatan Milwaukee, Amerika Serikat mengimbau warganya untuk berhenti mengisap vape alias rokok elektrik. Imbauan itu dikeluarkan usai 16 orang remaja dilaporkan mengalami kolaps paru-paru setelah mengisap vape yang tidak jelas apa kandungannya. Kejadian rusaknya paru-paru setelah mengisap vape tersebut dikaitkan dengan penyakit chemical pneumonia. Penyakit ini terjadi karena adanya radang pada paru-paru akibat paparan iritan, dalam hal ini adalah kandungan vape. 

Baca juga: Yang Terjadi Ketika Tubuh Terkena Pneumonia

Di Indonesia sendiri, saat ini penggunaan vape sudah menjamur dan dianggap sebagai hal yang bergaya. Ada banyak bentuk wadah dan jenis cairan isi vape yang dijual di pasaran, dan kalangan remaja serta anak muda menjadi pasar yang seolah diincar. Pro dan kontra penggunaan vape pun sebenarnya sudah ada sejak lama, terlebih jika isi vape tidak diketahui kandungannya. Berkaca dari kasus di Milwaukee, kebiasaan menggunakan vape secara berlebihan dan sembarangan bisa saja memicu penyakit chemical pneumonia.

Apa Itu Chemical Pneumonia? 

Sebanyak 16 remaja di Milwaukee mengalami kerusakan paru-paru setelah mengisap vape yang tidak diketahui pasti apa isinya. Namun, banyak yang mengatakan bahwa vape yang diisap mengandung Tetrahydrocannabinol (THC), yaitu senyawa aktif yang ada dalam ganja. Banyak yang menduga remaja-remaja tersebut mengalami chemical pneumonia setelah mengisap vape. 

Baca juga: Perlu Tahu, Ini Efek Ganja pada Kesehatan Tubuh

Chemical pneumonia merupakan jenis pneumonia yang bisa menyerang paru-paru. Berbeda dengan pneumonia pada umumnya yang terjadi karena serangan virus atau bakteri, chemical pneumonia terjadi karena paparan racun atau iritan ke paru-paru. Meski begitu, sejauh ini sangat sedikit jenis pneumonia yang terjadi karena paparan racun kimia. Ada banyak jenis racun yang bisa menjadi penyebab chemical pneumonia, vape diduga juga bisa menjadi salah satu racun yang merusak organ paru-paru.

Gejala yang muncul sebagai tanda penyakit ini biasanya tidak terlalu signifikan, bahkan mirip dengan gejala pneumonia biasa. Penyakit ini sering memicu gejala berupa batuk-batuk, nyeri dada, kesulitan bernapas, serta demam. Selain itu, orang yang mengidap penyakit ini juga sering mengalami kelelahan, nafsu makan menurun, mual, serta diare. Orang yang sering terpapar asap rokok atau asap vape menjadi kelompok yang paling rentan mengalami penyakit ini. 

Chemical pneumonia adalah kondisi yang harus segera ditangani untuk menghindari dampak buruk terhadap tubuh. Orang yang didiagnosis mengalami penyakit ini harus selalu menjaga kondisi pernapasan agar selalu sehat, salah satunya dengan menghindari paparan asap rokok elektrik atau vape. Biasanya, menghindari paparan asap bisa membantu mengurangi gejala dan membuat kondisi paru-paru sedikit membaik. 

Baca juga: Tanpa Nikotin, Vape Tetap Berbahaya?

Pada tingkat yang lebih parah, pengobatan medis mungkin perlu dilakukan untuk mengatasi penyakit ini. Dokter akan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu untuk mengetahui tingkat keparahan, kondisi tubuh, dan jenis pengobatan yang dibutuhkan. Pengidap penyakit ini mungkin akan ditangani dengan terapi oksigen atau cara pengobatan lain sesuai kondisi pengidap chemical pneumonia. Jika tidak segera ditangani, penyakit chemical pneumonia bisa menyebabkan terjadinya kegagalan pernapasan hingga berujung pada kehilangan nyawa.

Cari tahu lebih lanjut seputar penyakit chemical pneumonia dengan bertanya kepada dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter di mana saja dan kapan saja melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!  

Referensi:
Health. DIakses pada 2019. How Can You Get Chemical Pneumonia From Vaping? Pulmonologists Explain.
Web MD. Diakses pada 2019. Chemical Pneumonia.