• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini Batas Kadar Gula yang Normal Bagi Wanita
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini Batas Kadar Gula yang Normal Bagi Wanita

Ini Batas Kadar Gula yang Normal Bagi Wanita

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 15 September 2021
Ini Batas Kadar Gula yang Normal Bagi WanitaIni Batas Kadar Gula yang Normal Bagi Wanita

“Kadar gula darah normal pada tubuh sebenarnya tidak bisa ditentukan dengan angka baku. Hal ini karena dapat berubah-ubah tergantung pada kondisi tubuh seseorang. Selain itu, sebenarnya tidak ada perbedaan signifikan antara kadar gula normal pada pria maupun wanita.”

Halodoc, Jakarta - Kadar gula darah dalam tubuh memiliki peran penting bagi kesehatan. Kadar gula tinggi maupun terlalu rendah dapat mengganggu kesehatan tubuh. Nah, diabetes adalah salah satu penyakit yang paling diwaspadai. Tingginya kadar gula darah sering menjadi penanda utama penyakit diabetes. Dokter kerap menggunakan grafik gula darah untuk menetapkan target sasaran dan memantau rencana perawatan diabetes.

 Grafik gula darah membantu pengidap diabetes dalam menilai dan memantau sendiri hasil tes gula darah mereka. Coba cek di sini.


Tingkat gula darah normal tergantung pada kapan seseorang melakukan pemantauan glukosa darah, serta kapan terakhir makan. Selain itu, umur dan jenis kelamin diduga memengaruhi kadar gula darah seseorang. Benarkah demikian? Berikut ulasannya!

 Baca juga: Cegah Gula Darah Naik dengan Ketahui 5 Pantangan Pengidap Diabetes

Kadar Gula Normal bagi Wanita

Kadar gula darah normal pada tubuh sebenarnya tidak bisa ditentukan dengan angka baku. Kadar gula darah normal pada tubuh dapat berubah-ubah tergantung pada kondisi tubuh. Contohnya, kadar gula darah sebelum makan dengan sesudah makanan pasti. Sama halnya dengan penentuan kadar gula normal berdasarkan gender. Sebenarnya, tidak ada perbedaan signifikan antara kadar gula normal pada pria maupun wanita. 

Seusai mengonsumsi makanan, sistem pencernaan dalam tubuh otomatis memecah karbohidrat menjadi gula yang diserap oleh aliran darah. Zat gula tersebut dialirkan oleh darah menuju sel-sel tubuh dan akan dijadikan sebagai sumber energi. Untuk mencapai sel-sel dalam tubuh, glukosa membutuhkan insulin. Insulin adalah hormon yang dihasilkan oleh pankreas. 

Setelah berhasil mencapai sel-sel dalam tubuh, zat gula kemudian dibakar menjadi energi dan digunakan untuk kinerja tubuh. Ketika kadarnya berlebihan, sisanya akan disimpan di organ hati untuk digunakan di lain waktu. Melansir dari American Diabetes Association, berikut ini batas kadar gula darah normal pada orang dewasa sehat:

  • Sebelum makan, normalnya kadar gula dalam darah berkisar antara 70-130 miligram/desiliter.
  • Setelah makan, kadar akan naik dari batas tersebut yaitu kurang dari 140 miligram/desiliter setelah 2 jam.
  • Dalam kondisi puasa selama delapan jam, kadar gula darah normal yaitu kurang dari 100 miligram/desiliter.
  • Menjelang waktu tidur, kadar gula darah normal berkisar antara 100-140 miligram/desiliter.

 Baca juga: Inilah Tanda-tanda Kalau Kamu Kelebihan Gula Darah

Alasan Pentingnya Menjaga Gula Darah Normal

Penting bagi siapapun untuk mengontrol kadar gula darah sebaik mungkin. Kadar gula darah yang terlalu tinggi untuk jangka panjang dapat meningkatkan risiko komplikasi. Komplikasi diabetes merupakan masalah kesehatan, di antaranya:

  • Penyakit ginjal
  • Kerusakan saraf
  • Penyakit retina
  • Penyakit jantung

 Risiko komplikasi tersebut mungkin terlihat mengkhawatirkan. Namun, hal utama yang perlu diperhatikan, bahwa risiko komplikasi dapat diminimalkan dengan menjaga agar kadar gula darah selalu normal. Perubahan sekecil apapun akan memberikan perbedaan besar jika kamu tetap berkomitmen dan mempertahankan pengelolaan kadar gula darah normal setiap hari. 

Jika angka gula darah melebihi angka 200 miligram/desiliter, artinya kandungan zat gula dalam darah terlalu tinggi. Kondisi tingginya kadar gula darah disebut sebagai hiperglikemia. Kondisi ini disebabkan oleh kurangnya hormon insulin, sehingga tubuh tidak mampu mengubah gula darah menjadi energi.

Hiperglikemia biasanya terjadi karena seseorang mengidap diabetes. Selain orang yang mengidap diabetes, hiperglikemia juga bisa menimpa siapa saja. Terutama, jika seseorang sedang mengidap penyakit yang berat. Tanda-tanda yang bisa dikenali sebagai hiperglikemia adalah badan terasa lelah, nafsu makan naik drastis, berat badan menurun, sering merasa haus, dan sering buang air kecil.

Jika kamu merasakan gejala-gejala tersebut, lakukan cek kesehatan untuk mengetahui kadar gula darah yang kamu miliki. Kamu bisa bertanya dulu pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Kalau kamu berencana untuk melakukan cek klinik, kini kamu tidak perlu repot pergi ke klinik. Melalui aplikasi Halodoc, kamu dapat memesan pemeriksaan kesehatan sesuai yang kamu butuhkan.

Jenis-jenis Pemeriksaan Gula Darah

Tes diabetes tipe 2 yang paling banyak dikenal adalah tes gula darah. Namun, tes gula darah yang dilakukan nyatanya ada beberapa jenis. Tes gula darah yang dilakukan bisa berbeda-beda antara satu orang dengan yang lainnya. Jenis-jenis pemeriksaan yang bisa dilakukan, di antaranya: 

  • Tes HbA1C 

Pemeriksaan ini umum dilakukan. Tes HbA1C dilakukan untuk memeriksa kadar gula darah dalam rata-rata periode 2–3 bulan. 

Baca juga: Kenali 6 Gejala Diabetes 1 dan 2

  • Tes Gula Darah Puasa

Salah satu cara mengukur kadar gula darah adalah pada saat perut kosong, tes ini dinamakan tes gula darah puasa. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memeriksa kadar gula darah di saat keadaan perut kosong. Orang yang akan menjalani tes ini diharuskan untuk berpuasa terlebih dahulu puasa selama 8 jam.

  • Tes Toleransi Gula Darah 

Pemeriksaan yang selanjutnya bisa dilakukan adalah tes toleransi gula darah. Tes ini dilakukan setelah tes gula darah puasa. Orang yang menjalani tes akan diminta untuk meminum cairan gula khusus. Setelah itu, pemeriksaan akan kembali dilakukan dalam 2 jam. 

  • Tes Gula Darah Sewaktu 

Diabetes tipe 2 juga bisa dideteksi dengan tes gula darah sewaktu. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memeriksa kadar gula dalam darah di waktu yang tidak ditentukan.

Selain tes darah, dokter juga bisa melakukan tes lain untuk mendukung diagnosis penyakit diabetes tipe 2. Gangguan kesehatan yang satu ini juga bisa dideteksi melalui pemeriksaan urine, pemeriksaan kadar kolesterol dalam darah, sekaligus fungsi hati, ginjal, dan tiroid. Diabetes tipe 2 sama sekali tidak boleh dianggap sepele. Jika dibiarkan tanpa penanganan, diabetes tipe 2 bisa menjadi serius dan memicu komplikasi. 

Cara Mencegah Peningkatan Kadar Gula dalam Tubuh

Untuk mencegah peningkatan kadar gula darah dalam tubuh, kamu bisa melakukan beberapa hal berikut ini. Pertama, lakukan olahraga rutin setidaknya 2,5 jam per minggu. Selain melatih kekuatan otot tubuh, olahraga secara rutin dapat menjaga kadar gula darah normal.

Selanjutnya, kamu harus memperhatikan asupan makanan. Sebaiknya kamu membatasi asupan karbohidrat, sebab konsumsi karbohidrat berlebihan dapat meningkatkan kadar gula darah dalam tubuh. Sebagai gantinya, kamu dapat mengonsumsi karbohidrat kompleks seperti nasi merah dan oatmeal. Karbohidrat kompleks memiliki kadar glikemik yang lebih rendah yang otomatis mampu menjaga kadar gula darah normal.

Baca juga: 2 Cara Sederhana Mengendalikan Gula Darah

Ada baiknya juga kamu menghindarCara Simpel Mengendalikan Gula Darahi kondisi yang membuatmu stres. Tekanan hidup yang mengakibatkan stres memengaruhi kesehatan, termasuk memengaruhi kadar gula darah dalam tubuh. Luangkan waktu untuk bersantai, seperti berolahraga santai, supaya pikiran kamu tetap tenang dan terhindar dari stres.

This image has an empty alt attribute; its file name is HD-RANS-Banner-Web-Artikel_Spouse.jpg

Referensi :
Medical News Today. Diakses pada 2021. What are the ideal blood sugar levels?.
Diabetes. Diakses pada 2021. Blood Sugar Level Ranges.
American Diabetes Association. Diakses pada 2021. The Big Picture: Checking Your Blood Glucose.
Healthline. Diakses pada 2021. How to Recognize and Manage a Blood Sugar Spike.
Web MD. Diakses pada 2020. Type 2 Diabetes.