Ini Bedanya Cacar Air dan Impetigo yang Ibu Perlu Tahu

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Ini Bedanya Cacar Air dan Impetigo yang Ibu Perlu Tahu

Halodoc, Jakarta – Impetigo adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus atau Streptococcus. Biasanya, kondisi ini dialami oleh anak-anak usia sekolah dan kerap terjadi pada kondisi cuaca panas.

Kondisi impetigo mirip dengan cacar air dan bisa sangat menular juga. Lantas, apa bedanya dengan cacar air? Cacar air adalah infeksi yang disebabkan oleh virus varicella-zoster. Ini menyebabkan ruam gatal dengan lepuh kecil berisi cairan. Cacar air sangat menular bagi orang-orang yang belum pernah menderita penyakit ini atau sudah divaksinasi. 

Impetigo, Tanpa Demam

Tanda-tanda klasik dan gejala impetigo melibatkan luka merah yang cepat pecah selama beberapa hari dan kemudian membentuk kerak coklat kekuningan. Luka biasanya terjadi di sekitar hidung dan mulut, tetapi dapat menyebar ke area lain dari tubuh dengan jari, pakaian dan handuk. Gatal dan pegal biasanya menjadi gejalanya, tetapi umumnya ringan.

Baca juga: Cacar Air Penyakit Seumur Hidup, Benarkah?

Suatu bentuk impetigo yang lebih serius disebut sebagai ecthyma yang bisa menembus lebih dalam ke dalam kulit dan menyebabkan luka yang menyakitkan berisi cairan atau nanah yang berubah menjadi borok.

Seseorang bisa terkena impetigo jika terpapar oleh bakteri yang menyebabkan impetigo ketika bersentuhan dengan luka seseorang yang terinfeksi atau dengan barang-barang yang telah disentuh. 

Beberapa faktor risiko yang bisa meningkatkan kemungkinan mengidap impetigo adalah: 

  1. Usia. Impetigo paling sering terjadi pada anak usia 2 hingga 5 tahun.

  2. Kondisi ramai. Impetigo menyebar dengan mudah di sekolah dan tempat penitipan anak.

  3. Cuaca hangat dan lembap. Infeksi impetigo lebih sering terjadi di musim panas.

  4. Olahraga tertentu. Partisipasi dalam olahraga yang melibatkan kontak kulit ke kulit, seperti sepak bola atau gulat, bisa meningkatkan risiko kamu terkena impetigo.

  5. Kulit rusak. Bakteri penyebab impetigo seringkali masuk ke kulit kamu melalui luka kecil pada kulit, gigitan serangga atau ruam.

Cacar Air, Disertai Demam

Bagaimana dengan cacar air? Ruam lepuh gatal yang disebabkan oleh infeksi cacar air muncul 10 hingga 21 hari setelah terpapar virus dan biasanya berlangsung sekitar lima hingga 10 hari. Tanda dan gejala lain yang mungkin muncul satu hingga dua hari sebelum ruam, termasuk:

Baca juga: Mengapa Cacar Air Lebih Buruk Jika Terjadi pada Orang Dewasa?

  1. Demam.

  2. Kehilangan selera makan.

  3. Sakit kepala.

  4. Kelelahan dan perasaan tidak enak badan (malaise).

Biasanya setelah ruam cacar air muncul, kondisi ini akan melewati tiga fase, yaitu:

  • Benjolan merah muda atau merah (papula), yang pecah selama beberapa hari

  • Lepuh kecil berisi cairan (vesikel), yang terbentuk sekitar satu hari, kemudian pecah dan bocor

  • Kerak dan keropeng, yang menutupi lepuh yang rusak dan membutuhkan beberapa hari lagi untuk sembuh

Benjolan baru terus muncul selama beberapa hari, sehingga pengidapnya mungkin mengalami ketiga tahap ruam (benjolan, lepuh, dan lesi berkeropeng) pada saat yang sama. Pengidapnya dapat menyebarkan virus ke orang lain hingga 48 jam sebelum ruam muncul, dan virus tetap menular sampai semua lepuh yang pecah mengeras.

Baca juga: Mengenal Lebih Jauh Impetigo, Infeksi Kulit Karena Bakteri

Penyakit ini umumnya ringan dan kerap terjadi pada anak-anak. Pada kasus yang parah, ruam dapat menutupi seluruh tubuh, dan lesi dapat terbentuk di tenggorokan, mata, serta selaput lendir uretra, anus dan area kelamin.

Ingin tahu lebih lanjut tanyakan langsung ke Halodoc untuk informasi lebih lengkapnya. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Referensi:

Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Impetigo.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Chickenpox.