Cacar Air

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia

Pengertian Cacar Air

Cacar air, yang dalam istilah medis disebut varisela, umumnya menyerang oleh anak-anak berusia di bawah 10 tahun. Penyakit ini juga bisa menyerang orang dewasa dan umumnya gejala yang muncul lebih berat daripada anak-anak. Hampir semua orang dewasa yang pernah mengidap cacar air tidak akan tertular lagi.

Baca juga: Ketahui 5 Fakta Mengenai Cacar Air

 

Faktor Risiko Cacar Air

Cacar air memang bisa sembuh dengan sendirinya, tetapi hal itu tidak berlaku untuk segala jenis cacar air. Terdapat gejala yang perlu diperhatikan seperti bintil-bintil di kulit, atau jika anak mengalami muntah, leher kaku, kejang, serta menjadi sulit berjalan, bicara, dan menjaga keseimbangan tubuhnya. Segera hubungi dokter jika kondisi cacar air anak makin serius.

Orang dewasa yang mengidap cacar air memiliki kecendrungan untuk berisiko mengalami komplikasi dan memiliki gejala yang lebih parah. Pengobatan bisa dilakukan secara efektif menggunakan antivirus (obat penangkal virus) jika diberikan 24 jam pertama jika bintil-bintil air muncul di awal. Antivirus tersebut tentu saja diberikan kepada pengidap cacar air yang berusia dewasa.

Komplikasi cacar air yang serius rentan terjadi pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, bayi yang baru lahir, dan juga wanuta hamil. Jika mereka terpapar virus cacar air, dan mengalami gejalanya, maka sebaiknya mencari bantuan medis secepatnya.

 

Penyebab Cacar Air

Penyebab utama penyakit cacar air adalah virus varicella zoster ini ditandai dengan munculnya ruam pada kulit sebagai gejala utamanya. Ruam tersebut berubah menjadi bintil merah berisi cairan yang terasa gatal yang kemudian akan mengering, menjadi koreng, dan terkelupas dalam waktu 7 hingga 14 hari. Umumnya, bintil cacar air akan tumbuh pada wajah, kulit kepala, dada, belakang telinga, perut, lengan dan juga kaki.

Baca juga: Cacar Air Penyakit Sekali Seumur Hidup, Benarkah?

 

Gejala Cacar Air

Terdapat beberapa gejala yang ditimbulkan oleh cacar ini, yaitu:

  • Demam;

  • Rasa mual dan tubuh terasa tidak segar;

  • Tidak nafsu makan;

  • Sakit kepala;

  • Kelelahan; dan

  • Rasa nyeri atau sakit pada otot.

Pengidap cacar air biasanya menjalani tiga tahap perubahan pada ruam, yaitu:

  • Ruam menjadi bentol-bentol kecil yang gatal;

  • Bentol tersebut akan terisi cairan dan terasa gatal; dan

  • Bintil akan mengering dan menjadi koreng yang mengelupas. Setelah 1-2 hari.

Tidak semua bintil cacar air melewati ketiga tahap tersebut bersamaan. Umumnya, akan ada bintil yang sudah mengering tetapi bintil yang lain masih basah.

 

Pengobatan Cacar Air

Penanganan dan pengobatan secara spesifik untuk cacar air belum ada, karena pengobatan yang dilakukan hanya untuk mengurangi gejalanya saja. Umumnya, pengidap akan diberikan parasetamol agar demam yang dialami turun. Pemakaian bedak kalamin atau losion juga digunakan untuk mengurangi rasa gatal pada kulit.

Baca juga: Si Kecil Alami Cacar Air, Lakukan Langkah-Langkah Pengobatan Ini

 

Pencegahan Cacar Air

Cacar air dapat dicegah dengan proses vaksinasi. Vaksinasi cacar air merupakan langkah preventif agar cacar air dan komplikasinya bisa dicegah secara efektif. Di Indonesia, cacar air tidak termasuk dalam daftar imunisasi wajib untuk Si Kecil, tetapi tetap dianjurkan.

Penularan cacar air mudah dan cepat terjadi. Langkah pencegahan cacar air terhadap penyebaran pertama yang bisa dilakukan adalah dengan mengisolasi pengidap cacar air dari tempat-tempat umum, seperti sekolah atau kantor. Terutama 12 hari sebelum kemunculan ruam hingga 1 minggu ke depan setelah awal munculnya ruam (ketika bintil-bintil telah mengering dan menjadi koreng).

 

Kapan Harus ke Dokter?

Segera hubungi dokter apabila:

  • Demam berlangsung lebih dari 4 hari;

  • Gatal semakin parah dan tidak bereaksi terhadap pengobatan;

  • Si Kecil sulit untuk dibangunkan dari tidur atau terbangun kebingungan;

  • Timbul belang kemerahan pada kulit Si Kecil, atau area kulit yang melunak;

  • Timbul ruam merah berbintik seperti scarlet fever;

  • Si Kecil mengeluhkan kaku leher;

  • Si Kecil kesulitan berjalan;

  • Si Kecil kesulitan bernapas;

  • Terjadi perdarahan pada bintil cacar;

  • Mual dan muntah yang terjadi lebih dari tiga kali;

  • Si Kecil terlihat pucat kesakitan dan kelelahan; dan

  • Si Kecil tidak kunjung merasa baikan.

Hubungi dokter dalam 24 jam, apabila:

  • Bintil tampak melunak dan mengeluarkan nanah;

  • Bintil membesar;

  • Salah satu kelenjar getah bening membesar dan melunak; dan

  • Si Kecil terkena cacar air, tetapi tidak pernah menerima vaksin cacar atau mengidap cacar sebelumnya.

Kamu bisa membuat janji dan mengatur jadwal temu dengan dokter melalui Halodoc. Pilih dokter sesuai kebutuhan untuk membantu mengatasi penyakit ini. 

Referensi:
Web MD. Diakses pada 2019. Chicken Pox (Varicella): Symptoms, Treatment, & Prevention

Diperbarui pada 19 Agustus 2019.