14 November 2018

Ini Bedanya Intoleransi dan Alergi Makanan

Ini Bedanya Intoleransi dan Alergi Makanan

Halodoc, Jakarta - Makan, bagi kebanyakan orang, adalah hal yang menyenangkan. Namun, beberapa orang menganggap makanan tertentu bagaikan ‘musuh’, yang menimbulkan berbagai reaksi tidak enak pada tubuh. Munculnya reaksi negatif dari tubuh usai menyantap makanan tertentu dapat dijelaskan dengan 2 kondisi, intoleransi dan alergi. Pada beberapa kasus, kedua kondisi tersebut akan memunculkan gejala yang serupa. Padahal, sebenarnya kedua hal itu berbeda, lho.

Alergi Makanan

Dr. Jennifer J. Schneider Chafen, seorang peneliti yang penelitiannya diterbitkan dalam The Journal of the American Medical Association, berpendapat bahwa pengertian tentang alergi makanan tidaklah selalu sama. Namun, kebanyakan ahli percaya bahwa reaksi alergi muncul karena adanya gangguan dalam sistem kekebalan tubuh.

Umumnya, reaksi alergi terhadap makanan tertentu merupakan reaksi atas protein yang terkandung dalam makanan tersebut. Sistem kekebalan tubuh secara keliru menganggap bahwa protein itu berbahaya, sehingga ketika masuk ke dalam tubuh, sistem kekebalan akan otomatis mengeluarkan sejenis antibodi yang disebut IgE (Imunoglobulin E), yang berfungsi untuk menetralkan zat yang dianggap berbahaya. Jadi, ketika makanan penyebab alergi dicerna tubuh, antibodi yang telah terbentuk itu akan melepaskan sejumlah zat kimia, termasuk histamin.

Dalam kadar normal, histamin berguna untuk sistem kekebalan tubuh. Namun, entah apa penyebabnya, adanya antibodi IgE dan histamin akan memicu reaksi alergi makanan, pada orang yang sangat peka terhadap protein makanan tertentu.

Meski reaksi alergi pada setiap orang berbeda-beda, beberapa gejala berikut umum terjadi ketika seseorang mengalami alergi makanan:

  • Kulit gatal, perih, kemerahan, bengkak, biduran, bentol, atau muncul ruam.

  • Hidung gatal, berair, tersumbat, dan bersin-bersin.

  • Mata gatal, merah, dan berair.

  • Bibir atau lidah merah, bengkak, dan gatal.

  • Sulit bernapas.

  • Sulit menelan.

  • Tekanan darah turun drastis (segera cari layanan kesehatan darurat jika hal ini terjadi).

Intoleransi Makanan

Seperti alergi, intoleransi makanan juga merupakan reaksi negatif tubuh yang muncul, imbas mengonsumsi makanan tertentu. Bedanya, intoleransi makanan adalah reaksi dari sistem pencernaan, dan tidak ada kaitannya dengan antibodi, seperti yang terjadi ketika mengalami alergi makanan.

Umumnya, intoleransi makanan terjadi pada orang yang sulit mencerna makanan. Hal ini diduga karena kurangnya enzim atau terdapatnya zat kimia yang sulit dicerna pada suatu makanan. Seperti misalnya pada kasus intoleransi laktosa, yang terjadi ketika sistem pencernaan tidak bisa menghasilkan enzim untuk mencerna jenis gula yang terkandung dalam produk susu.

Karena tidak ada kaitannya dengan antibodi, intoleransi makanan bisa dirasakan saat pertama kali mencoba suatu makanan, berbeda dengan alergi yang biasanya baru memunculkan reaksi negatif pada percobaan kedua suatu jenis makanan pemicu alergi. Namun, pada intoleransi makanan, jumlah merupakan faktor penentu. Jika hanya sedikit, mungkin reaksi negatif tidak akan muncul, tetapi ketika dikonsumsi dalam jumlah banyak, reaksi negatif pada tubuh akan terjadi. Berbeda dengan alergi makanan yang pada beberapa kasus, dapat memunculkan reaksi fatal walaupun hanya mengonsumsi makanan pemicu alergi dalam jumlah sedikit.

Gejala yang muncul ketika mengalami intoleransi makanan umumnya tidak terlalu mengganggu, seperti reaksi alergi yang parah. Karena menyerang sistem pencernaan, gejala yang muncul pun biasanya akan terasa pada bagian pencernaan. Meski tak menutup kemungkinan terjadinya serangkaian gejala lain.

Berikut gejala intoleransi makanan yang umum terjadi:

Itulah sedikit penjelasan tentang alergi makanan dan intoleransi makanan, serta apa yang membedakannya. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal kondisi ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter pada aplikasi Halodoc, lewat fitur Contact Doctor, ya. Mudah kok, diskusi dengan dokter spesialis yang kamu inginkan pun dapat dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call. Dapatkan juga kemudahan membeli obat menggunakan aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!

Baca juga: