06 November 2018

Ini Cara Mengatasi Bayi dengan Kondisi Tongue-tie Bagi Ibu Menyusui

Ini Cara Mengatasi Bayi dengan Kondisi Tongue-tie Bagi Ibu Menyusui

Halodoc, Jakarta – Tongue-tie terjadi ketika jaringan di bawah lidah bayi (frenulum) menempel ke dasar mulutnya. Bayi dengan tongue-tie dapat membatasi gerak lidah bayi dan ini sangat mengganggu aktivitas bayi dalam mengeksplorasi lidahnya.

Tidak hanya memiliki keterbatasan dalam menggerakkan lidah dengan bebas dan menjulurkan lidahnya melewati bibir bagian bawah, terkadang situasi tongue-tie ini dapat membuat bayi memiliki masalah dalam hal menyusui. Terhambatnya usaha bayi dalam mengisap puting susu ibu dapat membuatnya mengalami perlambatan penambahan berat badan.

Gangguan karena kondisi ini tidak terbatas terjadi pada bayi saja, tetapi juga pada ibu di mana memungkinkan untuk mendapatkan puting yang sakit dan pecah-pecah karena isapan yang salah.

Kondisi tongue-tie bervariasi, mulai dari penempelan lidah oleh jaringan tipis saja, frenulum yang tebal, bahkan sampai kasus paling parah di mana lidah benar-benar menyatu ke dasar mulut.

Bagaimana Tahu Bayi Mengalami Tongue-tie?

Bayi didiagnosis mengalami tongue-tie saat kelahiran pertamanya. Biasanya dokter ataupun perawat akan memeriksa kondisi fisik bayi setelah kelahiran untuk mengetahui apakah kelengkapan fisik bayi utuh atau adakah gangguan tertentu termasuk tongue-tie.

Pemeriksaan tongue-tie dilakukan dengan memasukkan jari ke mulut bayi untuk mengetahui kondisi mulut bayi dan memeriksa langit-langit dan lidahnya. Namun pada situasi tertentu, tongue-tie tidak mudah dikenali dan terkadang tidak mungkin mendeteksinya dengan hanya sekilas melihat.

Bisa jadi tongue-tie diketahui setelah bayi mengalami masalah saat makan yang tergantung dari sejauh mana posisi tongue-tie bayi ibu. Ketika lidah bayi tidak bisa bergerak dengan bebas, maka besar kemungkinan bayi akan mengalami situasi:

  1. Kesulitan menempel pada payudara

  2. Mulut tidak bisa membuka lebar yang menyebabkan bayi menggigit atau kesusahan mengulum puting saat menyusui

  3. Menolak payudara dan merengek

  4. Kesusahan dalam mengisap puting

  5. Gelisah selama disusui

  6. Sakit (muntah) langsung setelah makan

  7. Intensitas menyusui yang sedikit

Menyusui memang bukan perkara mudah, apalagi bila ini merupakan kelahiran pertama. Tidak dapat disangkal kondisi tongue-tie akan semakin menyulitkan bayi untuk menyusui. Bayi tidak mendapatkan penambahan berat badan yang signifikan dan ibu juga mengalami kesakitan yang luar biasa di puting dan payudaranya.

Membantu proses menyusui dengan menggunakan botol bisa jadi baik, tapi tidak selamanya menjadi solusi. Sebab, bayi dengan kondisi tongue-tie juga akan mengalami kesulitan untuk mengisap dot botol, bahkan akan merusak segel dot sehingga menyebabkan susu bocor. Dot botol susu yang bocor dapat membuat bayi menelan udara.

Penanganan Tongue-tie

Tongue-tie kadang-kadang disalahkan untuk masalah bicara, itulah mengapa operasi digunakan untuk memperbaikinya. Namun, tidak ada hasil penelitian yang menunjukkan kondisi tongue-tie erat kaitannya dengan masalah bicara bagi anak.

Cara terbaik untuk menangani tongue-tie adalah dengan melakukan tindakan medis sesuai dengan yang disarankan dokter. Untuk beberapa kondisi, pemutusan frenulum akan dilakukan tanpa operasi bila frenulum yang melekat hanya tipis. Tinggal sedikit dipotong dan tidak menimbulkan perlukaan.

Namun, beberapa situasi ketika frenulum menebal maka tindakan operasi adalah satu-satunya cara untuk mengembalikan kondisi lidah bayi pada keadaan normal. Sedikit bius akan membuat bayi tidak merasakan sakit. Bahkan setelah dilakukan pemutusan frenulum, bayi bisa menyusui seperti biasa.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai tongue-tie dan bagaimana penanganannya, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untuk ibu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Hubungi Dokter, ibu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Baca juga: