18 October 2018

Kenali Tongue-Tie, Penyakit yang Bikin Bayi Kesulitan Bicara dan Menyusu

Kenali Tongue-Tie, Penyakit yang Bikin Bayi Kesulitan Bicara dan Menyusu

Halodoc, Jakarta - Tongue-tie adalah gangguan bawaan lahir yang ditandai dengan pendeknya frenulum linguae pada lidah, sehingga membuat gerakan lidah menjadi terbatas. Frenulum linguae adalah lipatan mukus membran yang membentang dari bagian bawah mulut dan terhubung hingga bagian tengah bawah lidah.

Gangguan ini umumya terjadi pada bayi, yang terlihat pada minggu-minggu pertama kehidupannya. Ketika lahir, lidah manusia umumnya berukuran pendek dan frenulum terdapat pada ujung lidah. Lalu, pada beberapa minggu setelah lahir, lidah akan bertambah panjang dan menipis, sehingga posisi frenulum pun akan mundur ke bagian belakang lidah.

Nah, ketika terjadi tongue-tie, frenulum tersebut akan tidak mengalami perubahan posisi, tetap terletak pada bagian ujung lidah dan cenderung melekat. Kondisi ini kemudian menyebabkan pergerakan lidah menjadi terganggu, yang kemudian disebut sebagai gangguan tongue-tie, atau dalam istilah medis juga disebut sebagai ankyloglossia.

Hingga saat ini, belum jelas apa yang menjadi penyebab pasti kondisi tongue-tie. Namun, ada beberapa sindrom yang dapat menjadi pemicu munculnya gangguan ini, seperti X-linked cleft palate (sejenis gangguan bibir sumbing), sindrom kindler, sindrom van der woude, dan sindrom opitz. Pada beberapa kasus, gangguan tongue-tie ini juga dapat disebabkan oleh genetik.

Tanda Bayi Mengalami Tongue-tie

Bayi yang mengalami tongue-tie biasanya akan menunjukkan tanda-tanda berikut:

1. Kesulitan Menyusui

Tanda yang paling mudah terlihat ketika bayi mengalami tongue-tie adalah kesulitan menghisap susu. Pada bayi yang sedang menjalani ASI eksklusif, kondisi ini akan menjadi hal yang gawat jika dibiarkan. Sebab akan membuatnya dehidrasi dan kekurangan nutrisi.

2. Kesulitan Menelan dan Mengunyah Makanan

Jika dialami oleh bayi yang telah mulai diberikan makanan padat, tongue-tie dapat membuatnya kesulitan saat sedang mengunyah dan menelan makanan.

3. Gangguan Perkembangan Mulut

Sulitnya menggerakkan lidah dapat membuat perkembangan bagian-bagian dalam mulut menjadi terganggu. Pada beberapa kasus, tongue-tie dalam jangka panjang dapat mengakibatkan kerusakan gigi dan kesulitan dalam menggunakan alat musik tiup.

4. Gangguan Kemampuan Bicara

Selain berfungsi untuk mengunyah dan menelan makanan, lidah juga berperan penting dalam menghasilkan bunyi-bunyi bahasa atau berbicara. Ketika anak mengalami tongue-tie, perkembangan kemampuan bicaranya pun akan terganggu.

Beberapa suara yang dihasilkan anak dengan tongue-tie pun akan berbeda dengan yang tidak. Pada banyak kasus, anak biasanya akan kesulitan melafalkan huruf-huruf ‘d’, ‘r’, ‘s’, ‘t’, dan ‘z’. Kondisi ini kemudian banyak disebut sebagai cadel.

Pengobatan Tongue-tie  

Penanganan tongue-tie hingga saat ini masih menjadi perdebatan. Sebagian ahli merekomendasikan orangtua untuk menunggu, dan membiarkan frenulum linguae merenggang dengan sendirinya, seiring bertambahnya usia. Namun, sebagian lainnya berpendapat bahwa tindakan medis perlu segera dilakukan, untuk menghindari berbagai masalah atau gangguan lain di kemudian hari.

Tindakan medis yang umumnya dapat dilakukan untuk menangani tongue-tie adalah:

1. Frenektomi

Pada prosedur frenektomi, pembelahan dilakukan pada frenulum linguae agar sisi bawah lidah tidak terlalu menempel dengan bagian dasar mulut. Tindakan ini dilakukan agar lidah dapat bergerak dengan lebih leluasa.

2. Frenuloplasty

Tindakan medis satu ini dilakukan pada frenulum linguae yang lebih tebal, atau pada kasus yang lebih rumit dan tidak memungkinkan untuk ditangani dengan prosedur frenektomi. Pada prosedur ini, frenulum lingua dilepaskan, lalu luka ditutup dengan jahitan. Setelah frenuloplasty dilakukan, bayi biasanya akan memerlukan terapi pasca operasi untuk melatih pergerakan lidah.

Itulah sedikit penjelasan tentang tongue-tie. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut tentang gangguan lidah ini atau masalah kesehatan lainnya, kamu bisa gunakan fitur Contact Doctor pada aplikasi Halodoc, dan diskusi langsung dengan ahlinya lewat Chat atau Voice/Video Call. Dapatkan juga kemudahan membeli obat menggunakan aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu 1 jam. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!

Baca juga: