Ini Cara Mengatasi Keputihan Sebelum Haid

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia
Ini Cara Mengatasi Keputihan Sebelum Haid

Halodoc, Jakarta – Keputihan merupakan hal yang wajar dan biasa dialami wanita. Cairan atau lendir keputihan diproduksi oleh kelenjar pada mulut rahim untuk membersihkan Miss V dari bakteri. Lendir keputihan juga berguna untuk memberi perlindungan pada area intim. Ada beberapa wanita yang mengalami keputihan sebelum haid. Apakah hal itu normal? 

Tidak perlu khawatir. Keputihan yang terjadi sebelum haid merupakan bagian dari siklus menstruasi. Sebelum sel telur dilepaskan dari ovum, vagina akan memproduksi lendir dalam jumlah yang lebih banyak. Hal ini yang kemudian menjadi penyebab seorang wanita bisa mengalami keputihan sebelum masa haid datang. Meski begitu, keputihan sebaiknya tidak dianggap sepele begitu saja. Meski normal terjadi, keputihan yang terjadi secara berlebihan dan terus-menerus bisa menjadi tanda bahaya. 

Baca juga: Tanda Keputihan yang Tidak Normal Saat Hamil

Mencegah Keputihan Berlebih Sebelum Haid

Keputihan yang terjadi secara berlebihan bisa saja merupakan tanda pennyakit serius. Apalagi jika keputihan dibarengi dengan gejala-gejala tertentu. Jika itu yang terjadi, penanganan harus segera dilakukan dengan cepat dan tepat. Namun tentu saja, cara terbaik untuk menghindari dampak buruk dari keputihan berlebih adalah dengan mencegahnya terjadi.

Keputihan menyebabkan keluarnya lendir dari organ intim wanita. Lendir yang keluar bertugas membawa sel-sel mati dan kuman dari dalam tubuh. Dengan kata lain, keputihan adalah cara pembersihan Miss V. Perlu diketahui, organ intim wanita ini memiliki kemampuan untuk membersihkan dirinya sendiri. 

Keputihan sebaiknya tidak diabaikan begitu saja, terutama jika dibarengi dengan gejala-gejala tertentu. Keputihan yang normal mengeluarkan lendir yang tidak berwarna atau bening. Waspadai keputihan yang mengeluarkan bau tidak sedap dan memiliki warna gelap atau kehijauan. Selain itu, waspadai juga keputihan yang disertai dengan rasa gatal serta nyeri pada Miss. V, sebab bisa jadi itu merupakan gejala penyakit menular seksual. 

Baca juga: Kenali Masalah Keputihanmu, Ini Caranya!

Normalnya, keputihan memiliki ciri berupa warna yang bening atau sedikit keruh, encer atau sedikit kental, tidak mengeluarkan bau, dan tidak terlalu banyak keluar. Namun biasanya, hal ini bisa sedikit berbeda pada kondisi tertentu, misalnya pada masa ovulasi, semasa hamil, saat gairah seksual muncul, menjelang menstruasi, atau ketika menggunakan alat kontrasepsi. 

Salah satu langkah sederhana dan paling ampuh untuk mencegah keputihan tidak normal adalah dengan selalu menjaga kebersihan vagina. Menjaga kebersihan juga penting dilakukan untuk menghindari terjadinya infeksi. Biasakanlah untuk selalu membersihkan Miss V dengan menggunakan air bersih setelah buang air kecil atau besar. Setelah dibersihkan, biasakan untuk mengeringkan area tersebut. 

Selain itu, kamu juga bisa menghindari keputihan berlebih dengan memilih dan mengenakan pakaian dalam yang tepat. Nyatanya, pemilihan pakaian dalam juga bisa meningkatkan risiko keputihan. Untuk menghindari kondisi ini, selalu gunakan celana dalam yang terbuat dari katun agar kelembapan area tersebut terjaga. Sebaliknya, hindari menggunakan pakaian dalam yang terlalu ketat. 

Baca juga: Kenali Cara Tepat Menghitung Masa Kehamilan

Punya masalah kesehatan dan butuh saran dokter? Pakai aplikasi Halodoc aja. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat kapan dan di mana saja. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi: 
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Vaginal Discharge. 
Healthline. Diakses pada 2019. What Causes Vaginal Discharge? 
Healthline. Diakses pada 2019. Guide to Vaginal Discharge: What’s Normal and When Should You Call Your Doctor?