• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini Cara Menjaga Kesehatan Mental Anak yang Wajib Ibu Ketahui
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini Cara Menjaga Kesehatan Mental Anak yang Wajib Ibu Ketahui

Ini Cara Menjaga Kesehatan Mental Anak yang Wajib Ibu Ketahui

4 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 25 November 2022

"Orang tua punya peran yang besar untuk menjaga kesehatan mental anak. Caranya dengan memberikan kasih sayang penuh dan menciptakan lingkungan yang positif."

Ini Cara Menjaga Kesehatan Mental Anak yang Wajib Ibu KetahuiIni Cara Menjaga Kesehatan Mental Anak yang Wajib Ibu Ketahui

Halodoc, Jakarta – Kesehatan mental anak sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Orang tua punya peranan yang amat besar untuk perkembangan mental seorang anak.

Salah satu pondasi kuat untuk membentuk mental yang sehat adalah mengasuh dan merawat Si Kecil dengan kasih sayang. Tujuannya untuk membangun keterampilan sosial dan emosional yang dibutuhkan anak untuk hidup bahagia, sehat, dan sejahtera.

Untuk membentuk pondasi ini, orang tua perlu memiliki hubungan yang kuat dengan Si Kecil. Caranya dengan sering menghabiskan waktu dengan anak, menjadi orang yang paling diandalkan dan membantu memecahkan masalah yang sedang dihadapinya. Dengan demikian, anak menjadi lebih dekat dan terbuka dengan orang tua.

Cara Menjaga Kesehatan Mental Anak

Tips lain untuk menjaga kesehatan mental anak, yaitu:

1. Buat anak merasa dihargai

Hargai setiap hal-hal baik yang dilakukan anak. Jangan ragu untuk menunjukan rasa sayang ke mereka. Puji setiap pencapaian atau hal-hal sederhana yang mereka lakukan. Berikan perhatian penuh dengan rutin menanyakan minat dan aktivitas yang dia lakukan sehari-hari. Selain itu, ibu juga bisa membantu anak untuk mencapai keinginan atau tujuannya lewat cara-cara yang positif. 

2. Menjadi pendengar yang baik

Posisikan diri layaknya teman untuk anak. Saat mereka sedih, dorong anak untuk menceritakan masalahnya. Jaga komunikasi dengan anak supaya tetap mengalir. Caranya dengan bertanya dan mendengarkan setiap keluh kesahnya. Ciptakan situasi yang nyaman untuk mereka agar dirinya mau terbuka dan tidak ragu untuk bicara dengan ibu. 

3. Ciptakan lingkungan yang positif

Orang tua juga perlu menciptakan lingkungan yang positif untuk anak. Hindari membahas masalah keluarga yang serius di depan mereka. Misalnya, masalah keuangan, perkawinan atau penyakit. Beri waktu dan kesempatan untuk dirinya bermain atau melakukan aktivitas yang disukai. Atau, ayah dan ibu juga bisa mengajaknya berwisata di akhir pekan. 

Batasi penggunaan layar yang berlebihan, seperti smartphone, televisi, internet atau perangkat game. Ketahui dengan siapa saja mereka berinteraksi di media sosial dan game online. 

4. Bantu anak menyelesaikan masalahnya

Ajari Si Kecil cara  menenangkan diri saat merasa kesal. Solusinya bisa dengan mengajak anak untuk melakukan sesuatu yang menyenangkan. Misalnya, berjalan-jalan, membeli makanan yang anak sukai atau sekedar bermain game bersamanya. Jika anak enggan untuk beraktivitas, tidak ada salahnya untuk memberinya waktu sendiri. 

Setelah situasi sudah cukup tenang, ajak anak bicara tentang masalahnya. Cobalah bersikap tenang dan tidak menghakimi. Jadikan pendengar yang baik terlebih dahulu. Setelah anak selesai menceritakan masalahnya, ibu bisa mulai mencari solusi bersama atas masalah tersebut. 

Tanda Gangguan Mental pada Anak

Adapun tanda-tanda gangguan mental pada anak yang perlu orang tua waspadai, yaitu:

1. Perubahan pola pikir

Anak yang mengalami perubahan pola pikir akan sulit berkonsentrasi dan sering berprasangka negatif. Mereka juga kerap mengatakan hal-hal negatif tentang dirinya sendiri atau menyalahkan diri sendiri atas hal yang di luar kendalinya. Alhasil, perilaku ini bisa mengganggu prestasinya di sekolah. 

2. Perubahan suasana hati

Anak menjadi lebih sensitif dan lekas marah. Dia bisa bereaksi berlebihan terhadap hal-hal sepele. Sebaliknya, mereka juga bisa tampak kesepian, putus asa dan tak berdaya. Anak juga sering cemas, khawatir, takut atau sedih. 

3. Perubahan perilaku

Perubahan perilaku ini bisa berupa menyendiri, suka melamun, sering menangis sampai tidak minat untuk melakukan aktivitas yang sebelumnya disukai. Mereka juga tampak kurang energik, mengalami gangguan tidur dan tidak mau bergaul dengan orang lain. 

4. Gangguan fisik

Bukan cuma menyasar psikis, gangguan mental juga berdampak pada kesehatan fisiknya. Anak bisa mengalami sakit kepala, sakit perut, sakit leher atau nyeri di sekujur tubuh. Gangguan mental juga bisa membuatnya kelelahan sepanjang waktu, tidak napsu makan dan insomnia. Beberapa anak juga melakukan kebiasaan aneh, seperti menggigit kuku, memutar rambut, atau mengisap jempol.

Jika anak mengalami tanda-tanda di atas, temui psikiater untuk mendapat diagnosis yang tepat. Kalau ibu berencana mengunjungi rumah sakit, buat janji rumah sakit melalui aplikasi Halodoc supaya lebih mudah dan praktis. Jangan tunda untuk memeriksakan anak sebelum kondisinya semakin memburuk. Download Halodoc sekarang juga!

Banner download aplikasi Halodoc
Referensi:
Caring for Kids. Diakses pada 2022. Your Child’s Mental Health.
Mental Health America. Diakses pada 2022. What Every Child Needs For Good Mental Health.
Very Well Family. Diakses pada 2022. How to Improve Your Child’s Mental Health.