Ini Ciri Kanker Tiroid yang Jarang Disadari

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Ini Ciri Kanker Tiroid yang Jarang Disadari

Halodoc, Jakarta – Kalau ditanya mengenai tiroid pasti tidak jauh-jauh dari hormon. Pasalnya, tiroid adalah sebuah kelenjar yang mengontrol metabolisme dengan melepaskan hormon yang mengarahkan berbagai fungsi tubuh.

Kelenjar penting ini berbentuk seperti kupu-kupu kecil, dan biasanya ditemukan di bagian dalam depan leher. Ketika kelenjar ini mengalami masalah, tentunya berdampak pada berbagai fungsi tubuh. Kanker adalah salah satu masalah serius yang menyerang kelenjar tiroid.

Baca Juga: Kenali 5 Penyakit yang Mengintai Kelenjar Tiroid

Kanker tiroid berkembang ketika sel-sel kelenjar tiroid berubah atau bermutasi hingga tak terkendali. Lama kelamaan sel-sel ini membentuk tumor. Melansir dari American Cancer Society, kanker tiroid dikaitkan dengan kondisi bawaan, tetapi penyebab pasti sebagian besar kanker tiroid belum diketahui. Nah, kamu perlu mengenali ciri-ciri kanker tiroid sedini mungkin.

Kenali Ciri Kanker Tiroid Sedini Mungkin

Kanker tiroid jarang menimbulkan gejala, terutama pada tahap awal perkembangannya. Setelah memasuki tahap lanjutan, kanker tiroid ditandai dengan munculnya benjolan atau pembengkakan pada bagian depan leher, tepatnya di bawah jakun dan tidak terasa sakit.

Melansir dari American Cancer Society, gejala kanker tiroid yang bisa diamati, yaitu:

  • Benjolan di leher yang tumbuh dengan cepat;

  • Pembengkakan di bagian leher;

  • Rasa sakit di bagian depan leher yang terkadang naik ke telinga;

  • Sakit tenggorokan;

  • Sulit menelan;

  • Sulit bernapas;

  • Suara serak dan tidak membaik setelah beberapa minggu;

  • Nyeri pada bagian leher;

  • Batuk terus-menerus.

Perlu diketahui bahwa tidak semua benjolan yang muncul pada leher disebabkan oleh kanker tiroid. Sebagian besar pembengkakan kelenjar tiroid disebabkan oleh penyakit gondok. Gondok adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh kondisi hipertiroidisme atau hipotiroidisme. Hipertiroidisme disebabkan oleh terlalu banyaknya hormon T3 dan T4. Sedangkan, hipotiroidisme adalah kebalikannya, yaitu kekurangan hormon T3 dan T4.

Risiko kanker tiroid meningkat pada orang yang mengidap gangguan tiroid, memiliki riwayat keluarga dengan kanker tiroid, kelebihan berat badan (overweight) atau obesitas, sering terpapar radiasi (terutama di bagian leher dan kepala), memiliki gangguan pencernaan Familial Adenomatous Polyposis (FAP) dan mengidap akromegali.

Baca Juga: 5 Faktor Risiko yang Memicu Gondok

Kalau kamu memiliki salah satu dari tanda atau gejala ini, segera periksakan ke dokter untuk diidentifikasi lebih lanjut. Sebelum mengunjungi rumah sakit, kamu bisa membuat janji dengan dokter terlebih dahulu melalui aplikasi Halodoc.

Pemeriksaan untuk Diagnosis Kanker Tiroid

Mengingat benjolan di leher umumnya tanda dari penyakit gondok, seseorang yang memilikinya perlu menjalani pemeriksaan untuk memastikan apakah benjolan tersebut disebabkan oleh gondok atau kanker tiroid. Berikut ini tes dan prosedur yang dilakukan untuk mendiagnosis kanker tiroid meliputi:

  • Pemeriksaan fisik. Pemeriksaan fisik adalah langkah awal dalam mendiagnosis kanker tiroid. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mencari perubahan fisik pada tiroid. Selain itu, dokter juga akan menanyakan tentang faktor risiko, seperti paparan radiasi yang berlebihan dan riwayat keluarga tumor tiroid.

  • Tes darah. Tes darah membantu dokter untuk menentukan apakah kelenjar tiroid berfungsi normal.

  • Biopsi. Untuk melakukan biopsi, dokter perlu memasukkan jarum panjang dan tipis ke nodul tiroid. Ini biasanya dibantu dengan USG untuk mengarahkan jarum ke nodul. Setelah diambil, sampel kemudian dianalisis di laboratorium untuk mencari sel kanker.

  • Tes pencitraan. Tes pencitraan membantu dokter untuk menentukan apakah kanker telah menyebar di luar tiroid. Tes pencitraan mencakup computed tomography (CT), positron emission tomography (PET) atau ultrasound.

  • Pengujian genetik. Beberapa orang dengan kanker tiroid meduler umumnya memiliki perubahan genetik yang dikaitkan dengan kanker endokrin lainnya. Dokter akan merekomendasikan pengujian genetik pada seseorang dengan riwayat keluarga kanker untuk mencari gen yang meningkatkan risiko kanker.

Baca Juga: Jangan Sampai Salah, Ini Bedanya Gondok dan Kanker Tiroid

Kanker tiroid dapat diobati, bahkan jika kanker mencapai stadium lebih lanjut. Tersedia perawatan efektif yang memberikan peluang besar untuk dapat segera pulih. Selain perawatan efektif, pembedahan bisa dilakukan untuk mengangkat sel kanker.

Referensi :
American Cancer Society. Diakses pada 2019. Signs and Symptoms of Thyroid Cancer.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Thyroid cancer.
WebMD. Diakses pada 2019. What Is Thyroid Cancer?.