Ini Faktor yang Bisa Meningkatkan Risiko Emboli

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Ini Faktor yang Bisa Meningkatkan Risiko Emboli

Halodoc, Jakarta – Embolus adalah partikel yang bergerak di pembuluh darah kita, baik di pembuluh darah atau arteri. Kebanyakan emboli terdiri dari sel-sel darah beku. Bekuan darah disebut trombus dan bekuan darah yang bergerak disebut tromboemboli.

Ketika embolus bergerak melalui pembuluh darah tubuh, ia cenderung menuju ke bagian yang tidak bisa ditembusnya. Hal itu menyebabkan embolus menetap di sana dan menghalangi suplai darah di belakangnya. Sel-sel yang seharusnya mendapatkan suplai darah melalui jalur tersebut menjadi kekurangan oksigen (iskemia), sehingga mati. Kondisi ini disebut dengan emboli.

Kebanyakan emboli terjadi pada orang yang memiliki faktor risiko pembentukan gumpalan darah, seperti merokok dan penyakit jantung. Faktor risiko lain untuk jenis emboli lain, termasuk tekanan darah tinggi, aterosklerosis (penumpukan plak lemak di pembuluh darah), dan kolesterol tinggi.

Baca juga: Emboli, Penyakit Langka yang Sulit Dideteksi

Penyebab utama kebanyakan emboli paru adalah trombosis vena dalam (DVT). Ini adalah kondisi di mana pembuluh darah di kaki mengalami pembekuan. Agen alami dalam darah sering melarutkan gumpalan kecil tanpa menyebabkan efek penyumbatan. Beberapa gumpalan terlalu besar untuk larut dan cukup besar untuk menghalangi pembuluh darah utama di paru-paru atau di otak.

Faktor-faktor yang memperlambat aliran darah di kaki dapat menyebabkan pembekuan. Orang dapat mengembangkan DVT atau emboli paru setelah duduk diam dalam penerbangan panjang atau imobilisasi kaki dalam gips. Selain itu, setelah istirahat di tempat tidur yang lama tanpa menggerakkan kaki.

Faktor-faktor lain yang terkait dengan DVT atau emboli paru, termasuk kanker, operasi sebelumnya, patah kaki atau pinggul, dan kondisi genetik yang mempengaruhi sel-sel darah yang meningkatkan kemungkinan pembentukan bekuan darah.

Gejala dan Komplikasinya

Gejala emboli paru bisa ringan atau berat. Beberapa orang memiliki banyak emboli kecil yang hanya dapat dideteksi dengan teknik sinar-X khusus. Namun, penyumbatan yang serius dapat menyebabkan kesulitan bernapas yang parah atau kematian. Gejala-gejalanya, termasuk:

  1. Napas pendek maupun napas cepat

  2. Dahak berdarah

  3. Batuk

  4. Pusing, kemudian pingsan

  5. Sakit dada yang tajam atau sakit punggung

Mengenal Jenis- Jenis Emboli

  1. Pulmonary Embolism

Biasanya terbentuk di kaki (kadang-kadang dikenal sebagai deep vein thrombosis atau DVT), bersarang di salah satu arteri paru-paru. Banyak emboli yang dipecah oleh tubuh dan hilang dengan sendirinya. Namun, emboli paru yang serius dapat menyebabkan kematian.

  1. Emboli Otak

Jika bekuan darah mengalir ke otak, maka ini menyebabkan stroke iskemik atau TIA (Transient Ischemic Attack).

  1. Emboli Retina

Gumpalan kecil yang tidak akan menyumbat arteri besar dapat menyumbat pembuluh darah kecil yang memberi makan retina di belakang mata. Biasanya hasilnya kebutaan tiba-tiba di satu mata.

  1. Emboli Septik

Ini terjadi ketika partikel yang diciptakan oleh infeksi di dalam tubuh mencapai aliran darah dan menyumbat pembuluh darah.

  1. Emboli Amniotik

Tidak semua emboli terbuat dari darah beku. Pada kehamilan, rahim diisi dengan cairan ketuban yang melindungi janin. Cairan amnion dapat mengembolkan dan mencapai paru-paru ibu yang menyebabkan emboli amnion paru.

Baca juga: Ini Risiko Emboli Paru Sesuai dengan Usia

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai faktor yang meningkatkan risiko emboli serta penanganan dan pencegahannya, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.