Ini Gejala yang Umum Terjadi pada Pengidap Antraks

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Ini Gejala yang Umum Terjadi pada Pengidap Antraks

Halodoc, Jakarta – Memiliki kebiasaan konsumsi daging sebagai santapan sehari-hari tentunya tidak ada salahnya. Namun, sebaiknya kamu memerhatikan kualitas daging yang dikonsumsi. Mengonsumsi daging yang berkualitas buruk dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, salah satunya jika daging berasal dari hewan yang terpapar penyakit antraks, tentu kamu berisiko terpapar penyakit ini.

Baca juga: Suka Makan Daging, Perlu Waspada Antraks

Penyakit antraks adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi yang terjadi akibat paparan bakteri antraks atau yang disebut bacillus anthracis. Bakteri ini memproduksi spora yang kondisinya tidak aktif dan dapat hidup pada tanah. Namun, ketika seseorang terpapar spora yang dihasilkan bacillus anthracis, spora menjadi aktif dalam tubuh. Ini yang menyebabkan seseorang mengalami gejala dari penyakit antraks.

Ketahui Gejala dari Berbagai Jenis Penyakit Antraks

Spora yang aktif dalam tubuh mampu membelah diri dan berubah menjadi racun untuk tubuh. Ada beberapa organ tubuh yang mudah terserang spora penyebab antraks seperti bagian kulit, paru-paru hingga saluran pernapasan. Kondisi ini cukup berbahaya, namun pengobatan yang dilakukan dapat mengatasi kondisi ini sejak dini.

Gejala yang muncul berbeda, sesuai dengan jenis antraks yang dialami oleh pengidap. Berikut adalah jenis antraks dan gejala yang akan timbul pada tubuh, yaitu:

1. Antraks Kulit

Sebaiknya lindungi dan jaga kebersihan dari luka yang kamu miliki pada bagian kulit. Spora penyebab antraks dapat masuk dalam tubuh melalui luka yang terbuka dan menyerang kulit. Antraks kulit dikenali dengan munculnya benjolan pada bagian wajah, leher, lengan atau tangan yang terasa gatal namun tidak nyeri.

Benjolan yang berwarna kemerahan muncul pada permukaan kulit setelah 1-12 hari seseorang terpapar spora penyebab antraks. Benjolan yang muncul bisa pecah dan membuat luka baru pada kulit. Tidak hanya itu, antraks kulit menyebabkan kelenjar getah bening mengalami pembengkakan. Pengidap juga merasakan nyeri otot, sakit kepala, demam, dan mual.

2. Antraks Inhalasi

Antraks jenis ini menyerang paru-paru. Spora penyebab antraks dapat masuk ketika pengidap menghirup spora. Gejalanya hampir serupa dengan penyakit flu, seperti demam, nyeri badan, sakit kepala, pusing dan rasa tidak nyaman pada dada.

Baca juga: Hal yang Terjadi pada Tubuh Jika Terkena Antraks

3. Antraks Gastrointestinal

Jenis penyakit antraks ini paling jarang terjadi. Antraks gastrointestinal adalah jenis antraks yang menyerang saluran pencernaan. Seseorang mengidap antraks jenis gastrointestinal karena mengonsumsi daging hewan yang terpapar bakteri spora penyebab antraks. Ada beberapa gejala yang dialami oleh seseorang yang mengidap antraks gastrointestinal, seperti pembengkakan kelenjar pada bagian leher, nyeri ketika menelan, nyeri perut, diare, dan pembengkakan pada parut.

Jika kamu merasakan beberapa gejala dari jenis antraks, tidak ada salahnya untuk memeriksakan kondisi kesehatan kamu pada dokter melalui aplikasi Halodoc, dengan memilih Tanya Dokter.

Apa Penyebab Penyakit Antraks?

Penyakit antraks disebabkan oleh paparan spora bacillus anthracis. Spora bacillus anthracis dapat hidup pada tanah dan hidup selama bertahun-tahun. Umumnya, bakteri ini hidup pada hewan ternak dan menyerap gizi pada hewan ternak. Ketika hewan mati, spora bacillus anthracis dapat berkembang pada bangkai ternak. Penanganan yang tepat bisa kamu lakukan dengan pemeriksaan di rumah sakit terdekat jika kamu mengalami gejala dari penyakit antraks.

Manusia dapat terpapar bakteri ini ketika mengalami kontak dengan hewan yang terpapar atau bangkai hewan yang menjadi tempat berkembangnya spora bacillus anthracis. Tidak hanya itu, mengonsumsi daging hewan yang kurang matang dan terpapar antraks dapat menyebabkan penularan pada manusia. 

Sebaiknya ketahui ciri daging yang terpapar bacillus anthracis seperti berwarna hitam, lendir, dan memiliki bau yang busuk yang menusuk. Selalu perhatikan setiap makanan yang kamu konsumsi, termasuk daging.

Baca juga: Begini Penularan Antraks dari Hewan ke Manusia