Ini Jenis Pemeriksaan untuk Mendiagnosis Miokarditis

Ini Jenis Pemeriksaan untuk Mendiagnosis Miokarditis

Halodoc, Jakarta - Dari banyaknya penyakit yang bisa menyerang jantung, miokarditis merupakan salah satu kondisi yang mesti diwaspadai. Miokarditis sendiri merupakan peradangan atau inflamasi pada otot jantung (miokardium). Lalu, bagaimana sih cara mendiagnosis miokarditis?

Sebelum mengetahui lebih lanjut mengenai cara mendiagnosis miokarditis, ada baiknya untuk mengetahui lebih jauh mengenai penyakit ini.

Baca juga: Pola Hidup Sehat Ini Cegah Orang Kena Miokarditis

Nah, miokardium ini berfungsi untuk memompa darah ke seluruh organ tubuh. Ketika otot ini mengalami peradangan, maka fungsinya akan terganggu. Alhasil, akan muncul gejala-gejala berupa nyeri dada, sesak napas, hingga gangguan irama jantung.

Kenali Gejala-Gejalanya

Masalah penyakit yang satu enggak pandang bulu alias bisa terjadi pada segala usia, termasuk bayi. Lalu, bagaimana dengan gejalanya? Miokarditis yang tergolong ringan umumnya tak menimbulkan gejala. Tapi, untuk kasus yang tergolong beras akan lain lagi ceritanya. Gejala yang muncul bisa beragam tergantung penyebabnya. Nah, berikut beberapa gejalanya:

1. Sesak Napas

Penyakit ini bisa menyebabkan pengidapnya mengalami gangguan pernapasan. Umumnya, miokarditis yang menyerang seseorang memicu gejala sesak napas atau kesulitan bernapas.

2. Jantung Berdebar

Miokarditis bisa memicu pengidapnya mengalami kelainan irama jantung ataupun jantung yang berdebar sangat cepat. Jangan anggap remeh gejala ini, segeralah cari bantuan medis.

3. Demam

Suhu tubuh biasanya juga ikut menjadi tanda dari penyakit ini. Umumnya, gejala-gejala yang muncul sebagai tanda penyakit miokarditis juga disertai dengan naiknya suhu tubuh yang menyebabkan demam.

4. Sakit Dada

Masalah pada jantung ini juga bisa menimbulkan gejala berupa rasa sakit pada dada. Hal itu terjadi karena proses peradangan tengah terjadi pada otot yang ada di organ tersebut. Pada beberapa kasus, nyeri pada dada bisa sangat mengganggu dan menyebabkan aktivitas terhambat.

5. Pembengkakan

Peradangan pada otot jantung bisa menyebabkan terjadinya pembengkakan pada organ tersebut. Biasanya, pembengkakan karena miokarditis terjadi pada bagian tungkai.

Baca juga: 6 Penyebab Miokarditis, Penyakit yang Rentan Menyerang Anak Muda

Sedangkan gejala-gejala miokarditis, yang umumnya muncul pada anak-anak dan bayi, seperti:

  • Diaere.

  • Lemas.

  • Kehilangan nafsu makan.

  • Batuk kronis.

  • Nyeri sendi.

  • Ruam.

  • Kesulitan bernapas.

  • Sakit pada perut.

  • Demam. 

Awasi Penyebabnya

Miokarditis dapat disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, jamur, parasit, dan juga dapat disebabkan oleh penyakit autoimun, seperti reumatik akut. Virus yang dapat menyebabkan miokarditis, meliputi virus coxsackie, adenovirus, influenza, herpes simplex, Epstein-Barr, dan lain-lain.

Jenis bakteri yang seringkali ditemukan dalam peranan timbulnya miokarditis adalah Staphylococcus, Streptococcus, Mycobacterium, dan Corynebacterium. Paparan terhadap agen toksik, seperti bisa ular juga terbukti dapat memicu munculnya miokarditis.

Salah satu faktor risiko dari miokarditis adalah status imunitas yang rendah dan umumnya ditemukan pada pasien dengan HIV, pasien yang menjalankan kemoterapi, atau pasien diabetes melitus. Selain itu, penyakit jantung ini juga bisa dipicu oleh zat kimia atau radiasi. Misalnya, terpapar radiasi atau zat berbahaya, seperti karbon monoksida.

Kembali ke pertanyaan di atas, bagaimana sih cara mendiagnosis miokarditis?

Baca juga:Disebabkan Virus, Miokarditis Bisa Sebabkan Gagal Jantung

Prosedur Diagnosis Miokarditis

Cara mendiagnosis miokarditis di tahap ini adalah sesi tanya jawab terkait gejala yang timbul dan riwayat penyakit. Setelah itu, untuk memastikan kondisi, ada beberapa tes yang biasanya dokter lakukan. Contohnya:

  • Foto Rontgen Dada. Pemindaian ini dilakukan untuk memeriksa ukuran dan bentuk jantung. Di samping itu, tes ini juga digunakan untuk mendeteksi adakah cairan di paru-paru akibat gagal jantung.
  • Tes Darah. Tes darah dilakukan untuk memeriksa ada-tidaknya infeksi, seperti jumlah sel darah putih atau antibodi yang muncul akibat infeksi virus.
  • Kateterisasi Jantung. Di sini dokter akan memasukkan selang kateter dengan bantuan sinar Rontgen. Pemeriksaan ini bertujuan untuk melihat kondisi jantung dan mengambil sampel otot jantung untuk diperiksa menggunakan mikroskop (biopsi jantung).
  • Elektrokardiografi. EKG dilakukan untuk memeriksa aktivitas listrik yang ada pada jantung.

Kamu juga bisa lho mendiskusikan pendidikan seks anak ke dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!