25 September 2018

Ini Kadar Kolesterol yang Sehat Secara Medis

kadar kolesterol,kolestrol

Halodoc, Jakarta – Kolesterol adalah zat lemak yang dibuat oleh tubuh dan ditemukan dalam jenis makanan tertentu. Tubuh membutuhkan kolesterol, tetapi kadar kolesterol yang terlalu tinggi akan berisiko terhadap kesehatan, termasuk terkena serangan jantung.  

Kolesterol berlebih yang tidak digunakan oleh tubuh akan menumpuk di dinding pembuluh darah dan mengakibatkan penyumbatan. Ada dua jenis kolesterol, yaitu low-density lipoproteins (LDL) dan high-density lipoproteins (HDL). LDL sering disebut sebagai kolesterol jahat karena dapat menghalangi pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung.

HDL sendiri dianggap sebagai kolesterol baik karena dapat melindungi tubuh dari penyakit jantung. Semakin tinggi HDL maka semakin baik. Tingkat gliserida yang tinggi dan tingkat HDL yang rendah dapat meningkatkan risiko terkena penyakit jantung.

The American Heart Association merekomendasikan agar semua orang dewasa memeriksakan kadar kolesterolnya mereka setiap empat sampai enam tahun sekali sejak usia 20 tahun. Usia tersebut dianggap sebagai usia kritis di mana peningkatan kadar kolesterol bisa saja dengan mudah terjadi.

Seiring pertambahan usia, kadar kolesterol cenderung cepat meningkat. Pria umumnya mengalami peningkatan kadar kolesterol lebih tinggi ketimbang wanita. Namun, risiko peningkatan kadar kolesterol wanita terjadi ketika wanita mengalami menopause.

Menurut National Heart, Lung, and Blood Institute, kadar kolesterol normal berada pada angka sebagai berikut:

Untuk Orang Dewasa

  • Kadar kolesterol total yang baik adalah kurang dari 200 miligram per deciliter (mg/dl) dengan ketentuan 200 mg/dl–239 mg/dl masih dianggap batas normal, kecuali kalau sudah 240 mg/dl ke atas sudah dianggap akan mengganggu kesehatan.
  • Kadar HDL kolesterol yang baik adalah 40 mg/dl dan akan dianggap tidak memenuhi persyaratan kesehatan bila berada di bawah 40 mg/dl.
  • Kadar HDL kolesterol yang baik adalah 40 mg/dl dan akan dianggap tidak memenuhi persyaratan kesehatan bila berada di bawah 40 mg/dl.
  • Kadar LDL kolesterol yang baik adalah kurang dari 100 mg/dl di mana ukuran 130 mg/dl – 159 mg/dl masih dianggap sebagai batas ketentuan normal. Namun, jangan sampai menyentuh angka 160 mg/dl kalau tidak mau kesehatanmu terganggu.
  • Kadar trigliserida yang normal adalah kurang dari 149 mg/dl dengan batas normal 150 mg/d –199 mg/dl. Jangan sampai menyentuh angka 200 mg/dl yang akan berisiko terhadap kesehatan.

Lantas bagaimana dengan anak-anak? Anak-anak yang aktif secara fisik dan memiliki pola makan sehat, tidak mengalami obesitas dan tidak punya riwayat keluarga dengan kolesterol tinggi cenderung memiliki risiko lebih rendah untuk mengalami peningkatan kadar kolesterol.

Secara kesehatan disarankan untuk anak-anak berusia 9–12 tahun baru kemudian rentang usia 17–21 tahun untuk memeriksa kadar kolesterolnya. Terlebih lagi bila punya riwayat keluarga mengidap diabetes ataupun kolesterol tinggi, pemeriksaan lebih awal harus dilakukan dalam rentang 2–8 tahun dan 12–16 tahun.

Perubahan Gaya Hidup

  • Perubahan gaya hidup sangat efektif dalam pencegahan meningkatnya kadar kolesterol. Ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan terkait perubahan gaya hidup, yaitu:
  • Melakukan latihan fisik secara rutin yang mampu menurunkan berat badan dan meningkatkan kadar HDL. Usahakan  melakukan olahraga kardio 30–60 menit setiap hari.
  • Mengonsumsi lebih banyak serat sangat berpengaruh terhadap kadar kolesterolmu. Konsumsi makanan lemak sehat, seperti minyak zaitun, alpukat, dan kacang-kacangan yang tidak akan meningkatkan LDL
  • Batasi asupan kolesterol yang terdapat pada makanan berlemak tinggi, seperti keju, susu murni, dan daging merah.
  • Berhenti merokok sangat penting untuk dilakukan karena kebiasaan merokok akan sangat memengaruhi kesehatanmu secara signifikan.

Bila kamu masih ingin mengetahui lebih banyak mengenai kadar kolesterol yang sehat secara medis serta tips seputar kesehatan lainnya, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Hubungi Dokter, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

 

Baca juga: