04 October 2018

Ini Penyebab Ascariasis Alias Infeksi Cacing Gelang

Ascariasis, gejala ascariasis, penyebab ascariasis

Halodoc, Jakarta – Ascariasis adalah infeksi usus kecil yang disebabkan oleh Ascaris Lumbricoides yang merupakan cacing gelang. Cacing gelang adalah jenis cacing parasit. Menurut data dari WHO, 10 persen penduduk dari negara berkembang terinfeksi cacing usus.

Ascariasis yang paling umum terjadi di tempat-tempat tanpa sanitasi modern. Biasanya orang yang mengidap ascariasis mendapatkan penyakit ini melalui makanan dan minuman yang tidak bersih. Infeksi ascariasis biasanya tidak menyebabkan gejala, tetapi jumlah cacing gelang yang tinggi dapat menyebabkan masalah kesehatan di paru-paru ataupun usus.

Pengidap dapat terinfeksi dengan ascariasis setelah tanpa sengaja menelan telur cacing gelang. Telur dapat ditemukan di tanah yang sudah terkontaminasi kotoran manusia ataupun makanan mentah yang terkontaminasi oleh tanah yang mengandung telur cacing gelang.

Anak-anak sering terinfeksi cacing gelang ketika mereka meletakkan tangan ke dalam mulut setelah bermain di tanah yang terkontaminasi. Setelah tertelan, telur menetas di usus. Larva kemudian bergerak melalui aliran darah ke paru-paru. Setelah dewasa, cacing gelang meninggalkan paru-paru lalu menuju tenggorokan. Ketika pengidap batuk, cacing akan tertelan dan kembali ke usus. Sesampainya di usus, cacing akan kawin dan bertelur lebih banyak. Siklus akan terus berlanjut. Sebagian telur akan dikeluarkan melalui kotoran, tetapi sebagian telur yang lain akan menetas dan kembali ke paru-paru.

Siapa yang Berisiko Mengidap Ascariasis?

Cacing gelang dapat ditemukan di seluruh dunia, tetapi lebih sering ditemukan di iklim tropis dan subtropis terutama daerah-daerah yang memiliki sanitasi buruk. Ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko ascariasis yang berkembang dari lingkungan, seperti:

1. Kurangnya infrastruktur kebersihan dan sanitasi modern

2. Penggunaan kotoran manusia untuk pupuk

3. Menetap ataupun mengunjungi iklim yang hangat

4. Terpapar lingkungan di mana kotoran tertelan

Mengetahui risiko paparan cacing gelang dan risiko penyakit ascariasis, kamu dapat menghindari konsumsi makananan atau minuman serta penggunaan benda yang yang terpapar cacing gelang. Menjaga kebersihan lingkungan juga dapat membantumu terhindari dari ascariasis. Ini termasuk mencuci pakaian dengan menggunakan air bersih serta melakukan proses memasak dengan matang.

Untuk mengambil tindakan pencegahan yang serius, kamu harus memastikan untuk menjaga kebersihan saat berkunjung ke daerah terpencil. Mencuci tangan sebaik-baiknya dengan sabun sebelum makan ataupun menyiapkan makanan.

Merebus ataupun menyaring air, memeriksa peralatan makanan dengan baik, menghindari pemandian umum yang tidak bersih, mengupas sayuran dan buah yang tidak dicuci di daerah  yang tidak memiliki infrastruktur sanitasi, ataupun menggunakan kotoran manusia sebagai pupuk. Sebenarnya yang paling rentan adalah anak-anak berusia 3 hingga 8 tahun karena sering bermain di luar sehingga rentan terpapar kotoran yang mengandung cacing gelang.

Gejala Ascariasis

Orang dengan ascariasis seringkali tidak memiliki gejala. Gejala menjadi lebih terlihat ketika infestasi cacing gelang tumbuh. Cacing gelang di paru-paru dapat menyebabkan:

1. Batuk atau tersedak

2. Napas berbunyi atau sesak napas

3. Pneumonia aspirasi

4. Darah dalam lendir

5. Ketidaknyamanan pada dada

6. Demam

Sementara itu, cacing gelang di usus dapat menyebabkan:

1. Mual

2. Muntah

3. Tinja tidak teratur atau diare

4. Penyumbatan usus, yang menyebabkan sakit parah dan muntah

5. Kehilangan selera makan

6. Ketidaknyamanan perut atau rasa sakit

7. Penurunan berat badan

8. Gangguan pertumbuhan pada anak-anak karena malabsorbsi

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai ascariasis ataupun informasi seputar kesehatan lainnya, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Hubungi Dokter, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Baca juga: