02 May 2018

Ini Penyebabnya Perut Terasa Kencang Saat Hamil

Ini Penyebabnya Perut Terasa Kencang Saat Hamil

Halodoc, Jakarta – Kehamilan dapat membuat ibu mengalami berbagai kondisi yang tidak nyaman. Salah satu hal yang sering dikeluhkan oleh banyak ibu hamil adalah perut terasa kencang. Kondisi ini tidak jarang membuat para ibu menjadi panik dan bertanya-tanya apakah ada yang tidak beres dengan kehamilannya.

Tidak usah khawatir. Perut terasa kencang adalah kondisi wajar yang dialami oleh ibu hamil. Pengencangan ini bisa dimulai sejak trimester pertama saat rahim sedang berkembang, maupun di trimester ketiga. Bagi ibu yang baru pertama kali hamil, mungkin akan bingung mencari tahu penyebab perut terasa kencang. Nah, ibu hamil perlu mengetahui penyebab perut kencang agar ibu bisa melakukan langkah penanganan yang tepat.

1. Perkembangan Janin dan Rahim

Salah satu perubahan tubuh yang akan ibu alami di usia kehamilan trimester pertama adalah perut terasa kencang, sehingga kondisi ini dianggap normal. Menurut Robert O. Atlas, MD, ketua Departemen Obstetri dan Ginekologi di Mercy Medical Center di Baltimore, perut yang mengencang disebabkan karena janin dan rahim yang terus berkembang membuat otot perut ibu tertarik menjadi lebih lebar, sehingga mungkin menimbulkan rasa nyeri.  

Namun, hati-hati, perut terasa kencang di minggu-minggu pertama usia kehamilan juga bisa menjadi pertanda kemungkinan keguguran atau persalinan prematur. Berikut ciri-ciri perut kencang yang bisa jadi pertanda keguguran:

  • Perut terasa sesak atau kram.
  • Punggung bawah terasa sakit.
  • Ada bercak atau pendarahan.
  • Ada cairan atau jaringan yang keluar dari Miss V.

Bila perut ibu tidak hanya terasa kencang tapi juga menyakitkan dan disertai dengan tanda-tanda keguguran, segera periksakan diri ke dokter.

2. Pergerakan Bayi

Bila ibu merasakan sensasi perut kencang pada usia kehamilan yang lebih tua, maka bisa  jadi itu disebabkan karena pergerakan bayi di dalam perut. Selain itu, perut kembung atau banyaknya gas dalam lambung juga bisa menyebabkan perut kencang.

3. Round Ligament

Beberapa ligamen mengelilingi dan menyokong uterus dalam perkembangannya selama masa kehamilan, salah satunya bernama ligamentum teres uteri atau round ligament. Pada trimester kedua,  round ligament ini bisa terasa nyeri, kondisi ini dinamakan round ligament pain. Rasa sakit ini bisa meluas dari daerah perut atau pinggul sampai ke pangkal paha. Tapi ibu tidak perlu khawatir, karena round ligament pain ini dianggap normal.

4. Kontraksi

Bila perut terasa kencang terjadi saat usia kehamilan sudah memasukki trimester ketiga, mungkin ibu sedang mengalami kontraksi. Kontraksi juga bisa membuat perut ibu terasa kencang dan sakit. Ada dua macam kontraksi, yaitu kontraksi palsu dan kontraksi yang sebenarnya.

  • Kontraksi Palsu

Jenis kontraksi yang dikenal juga sebagai kontraksi Braxton Hicks ini membuat perut ibu terasa kencang dan tidak nyaman yang bisa hilang dan timbul sejak usia kehamilan menginjak trimester ketiga. Bila dibandingkan kontraksi yang sebenarnya, kontraksi Braxton Hicks tidak terlalu menyakitkan. Biasanya kontraksi ini akan timbul saat ibu melakukan aktivitas seperti olahraga atau berhubungan intim. Ibu bisa menenangkan diri dan mengubah posisi duduk atau tidur untuk mengatasi rasa tidak nyaman yang disebabkan oleh kontraksi ini.

  • Kontraksi Persalinan

Bila ibu sudah berganti posisi dan beristirahat, namun kontraksi tidak juga hilang, maka itu adalah kontraksi yang sebenarnya. Kontraksi persalinan akan timbul dengan jeda yang teratur dan berlangsung kira-kira selama setengah hingga satu menit lamanya. Menjelang persalinan, waktu jeda kontraksi akan semakin memendek dan kontraksi semakin lama akan semakin kuat. (Baca juga: Masuk Trimester Ketiga Kenali Tanda-tanda Akan Melahirkan).

5. Irritable Uterus

Dikutip dari Healthline, perut kencang juga bisa terjadi karena irritable uterus. Kondisi ini terjadi apabila otot rahim berkontraksi tapi tidak menyebabkan perubahan di dalam serviks ataupun menyebabkan persalinan. Sensasi perut kencang pada irritable uterus hampir mirip dengan Braxton-Hicks.  Bedanya, kondisi irritable uterus disebabkan karena ibu hamil kurang istirahat atau kurang asupan cairan. Begitu ibu memenuhi cairan tubuh dengan banyak minum air putih, kontraksi akan segera berkurang.

Bila kondisi perut kencang tidak kunjung hilang bahkan semakin kuat, sebaiknya ibu segera memeriksakan diri ke dokter untuk mencegah persalinan prematur. Ibu juga bisa membicarakan kondisi kehamilan dengan dokter lewat aplikasi Halodoc. Hubungi dokter untuk meminta saran kesehatan melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.