• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini Potensi Bahaya Omicron bagi Kesehatan Jantung
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini Potensi Bahaya Omicron bagi Kesehatan Jantung

Ini Potensi Bahaya Omicron bagi Kesehatan Jantung

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 11 Februari 2022

“Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa ada bahaya Omicron yang perlu diwaspadai. Mereka yang pernah terpapar COVID-19 ternyata berisiko untuk mengalami berbagai masalah kesehatan jantung. Risiko ini juga sama tingginya untuk mereka yang hanya bergejala ringan. Jadi, ada baiknya untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dan mendapatkan dosis vaksin lengkap.”

Ini Potensi Bahaya Omicron bagi Kesehatan Jantung

Halodoc, Jakarta – Semenjak pertama kali diteliti, SARS-CoV-2 ini memang lebih berisiko menjadi gangguan yang serius jika dialami mereka yang punya penyakit penyerta. Namun, belakangan ditemukan fakta baru bahwa bahaya Omicron dan varian lain secara umum ialah bisa menyebabkan seseorang mengalami risiko gangguan kesehatan jantung. 

Studi menemukan bahwa ada risiko gangguan kesehatan jantung, terlepas dari apakah infeksi yang terjadi itu ringan atau berat. Namun, tetap saja risiko akan semakin parah jika seseorang harus dirawat di ICU. Risiko masalah jantung ini juga disebut jauh lebih tinggi setelah pemulihan COVID-19.

Bahaya Omicron bagi Kesehatan Jantung

Para peneliti di U.S. Department of Veteran Affairs membandingkan tingkat masalah kardiovaskular baru pada 153.760 orang yang terinfeksi virus corona sebelum vaksin tersedia, 5,6 juta orang yang tidak tertular virus, dan 5,9 juta orang lainnya yang datanya dikumpulkan sebelum pandemi. 

Rata-rata satu tahun setelah pemulihan mereka dari fase akut infeksi, para penyintas COVID-19 memiliki beberapa risiko gangguan kesehatan jantung, seperti:

  • Risiko 63 persen lebih tinggi untuk serangan jantung.
  • Risiko 69 persen lebih tinggi untuk masalah irama jantung tidak teratur.
  • Risiko stroke 52 persen lebih tinggi.
  • Risiko gagal jantung 72 persen lebih tinggi.
  • Risiko hampir tiga kali lebih tinggi dari pembekuan darah yang berpotensi fatal di paru-paru dibandingkan dengan dua kelompok lainnya.

Peningkatan risiko di antara mantan pasien COVID-19 terbukti pada usia tua dan muda, kulit hitam dan putih, pria dan wanita, orang dengan dan tanpa diabetes, orang dengan dan tanpa penyakit ginjal, serta perokok dan bukan perokok. 

Risikonya tinggi bahkan pada orang yang memiliki COVID-19 ringan dan tidak perlu dirawat di rumah sakit. Jadi, orang dengan COVID-19 harus memperhatikan kesehatan mereka dan mencari perawatan medis jika mereka mengalami gejala seperti nyeri dada, tekanan dada, jantung berdebar, bengkak di kaki, dan lain-lain.

Jangan Anggap Sepele Varian Omicron

Banyak orang yang mungkin merasa bahwa mereka akan lebih aman untuk beraktivitas di luar karena mereka sudah vaksin, atau fakta bahwa varian Omicron lebih tidak berbahaya daripada Delta. Namun, ini bukan alasan untuk tidak menerapkan protokol kesehatan. Varian virus ini tetap sangat menular dan bisa menjadi sangat berbahaya, terutama bagi mereka yang tidak divaksinasi. 

Apalagi meski vaksinasi sudah lama dilakukan, direktur jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan lebih dari 90 negara belum memenuhi target vaksinasi 40 persen dari populasi mereka dan lebih dari 85 persen orang di Afrika belum menerima dosis tunggal. Jadi, jika vaksinasi belum merata, umat manusia belum terbebas dari bahaya Omicron serta ancaman varian-varian baru dari SARS-CoV-2 yang mungkin nanti akan bermunculan. 

Lonjakan besar kasus harian di banyak negara didorong oleh varian Omicron, yang dengan cepat menggantikan Delta di hampir semua negara. Selain itu, mayoritas orang yang dirawat di rumah sakit di seluruh dunia adalah mereka yang tidak divaksinasi dan karena mereka tidak patuh protokol kesehatan. Jadi, ada baiknya untuk segera mendapatkan dua dosis vaksin, bahkan vaksin booster, serta tetap menjaga protokol kesehatan.

Selama pandemi ini kamu juga harus berusaha untuk memperkuat imun tubuh. Bisa dengan makan makanan bergizi, olahraga, menghindari stres, dan istirahat yang cukup. Selain itu, kamu juga bisa cek kebutuhan kesehatan di Halodoc untuk mendapatkan vitamin dan suplemen yang kamu butuhkan. Pesan obat di Halodoc pun sangat praktis sehingga kamu tidak perlu keluar rumah. Tunggu apa lagi, yuk download aplikasi Halodoc sekarang!

Referensi:
Irish Examiner. Diakses pada 2022. Covid-19 Brings ‘Substantial’ Risk of Heart Disease, Even for Those with Mild Symptoms.
Reuters. Diakses pada 2022. Omicron Less Severe than Delta but Still Poses Danger for Unvaccinated: WHO
Reuters. Diakses pada 2022.  Risk of New Heart Problems Jumps After COVID.