14 March 2019

Ini Sebutan Lain untuk Penyakit Orchitis

Ini Sebutan Lain untuk Penyakit Orchitis

Halodoc, Jakarta - Penyakit orchitis disebut juga dengan peradangan pada salah satu atau kedua testis. Ini dapat disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus ataupun penyebab lainnya yang belum diketahui secara pasti. Tapi, penyakit ini paling sering disebabkan oleh infeksi bakteri, seperti infeksi menular seksual. Selain itu, pada kasus yang jarang terjadi, virus gondong juga dapat menyebabkan orchitis.

Bakteri yang menyebabkan penyakit orchitis mungkin berhubungan dengan epididimitis, yaitu peradangan pada epididimis atau tabung melingkar yang berada di bagian belakang testis untuk menyimpan membawa sperma. Pada kasus penyakit orchitis yang menyerang epididimitis, ini disebut juga dengan epididimo-orkitis.

Penyakit orchitis dapat menyebabkan rasa sakit dan memengaruhi kesuburan seseorang. Orang yang mengidap gangguan ini harus mengonsumsi obat untuk mengatasi bakteri penyebab penyakit tersebut, sehingga dapat meringankan tanda dan gejala yang timbul dari orchitis. Walau begitu, perlu beberapa waktu untuk rasa nyeri pada skrotum menghilang.

Baca Juga: Bukan Hanya di Leher, Gondongan Juga Terjadi di Testis

Gejala Penyakit Orchitis

Terdapat berbagai gejala dari orchitis yang dapat berkembang secara tiba-tiba, antara lain:

  • Pembengkakan pada satu atau kedua testis
  • Nyeri yang terasa mulai dari yang ringan hingga yang parah
  • Mengalami demam
  • Mual dan muntah
  • Badan terasa tidak nyaman (malaise)

Lalu, gejala yang dapat timbul lainnya adalah nyeri selangkangan terjadi pada lipatan kulit antara paha dan perut, bukan pada testis. Penyebab dari nyeri pangkal paha yang terjadi dapat berbeda dari nyeri testis.

Penyebab Penyakit Orchitis

Penyakit ini umumnya disebabkan oleh bakteri dan virus. Berikut bakteri dan virus yang dapat menyebabkan seseorang mengidap orchitis:

  • Salah satu jenis bakteri yang menyebabkan orchitis adalah Escherichia coli, Staphylococcus, dan Streptococcus. Infeksi prostat yang terjadi juga dapat menyebabkan orchitis. Bakteri ini juga dapat menyebabkan epididimitis yang menyebabkan epididimo-orkitis.
  • Bakteri lainnya yang menyebabkan penyakit menular seksual juga dapat menyebabkan gangguan orchitis pada pria yang aktif secara seksual dengan rentang usia 19 hingga 35 tahun. Hal yang dapat kamu lakukan untuk mencegah ini terjadi adalah menggunakan kondom ketika melakukan hubungan intim dengan banyak orang.

Lalu, virus yang menyebabkan gondong pada seseorang juga dapat menyebabkan gangguan pada testis. Gangguan ini umumnya terjadi pada anak laki-laki di atas 10 tahun dan terjadi mulai empat, hingga enam hari setelah gondong dimulai. Sepertiga anak laki-laki yang mengidap gangguan tersebut juga dapat mengidap atrofi testis atau menyusutnya testis. Maka dari itu, penting untuk melindungi anak dari penyakit gondong.

Baca Juga: Waspada, Ini 10 Gejala Orchitis yang Butuh Penanganan Khusus

Faktor Risiko Penyakit Orchitis

Terdapat beberapa risiko yang dapat menyebabkan seseorang meningkat secara non-seksual, yaitu:

  • Tidak diimunisasi terhadap gondong
  • Memiliki infeksi saluran kemih berulang
  • Melakukan operasi yang berhubungan dengan alat kelamin atau saluran kemih
  • Terlahir dengan kelainan pada saluran kemih

Perilaku seksual yang dapat menyebabkan infeksi menular seksual. Hal tersebut, meliputi:

  • Memiliki banyak pasangan secara seksual
  • Berhubungan intim dengan seseorang yang mengidap infeksi menular seksual
  • Melakukan seks tanpa kondom
  • Pernah mengidap infeksi menular seksual

Komplikasi Penyakit Orchitis

Penyakit tersebut dapat menyebabkan komplikasi pada pengidapnya, yaitu:

  • Atrofi testis. Penyakit tersebut dapat menyebabkan testis pengidapnya mengalami penyusutan
  • Abses skrotum. Jaringan yang terinfeksi dipenuhi dengan nanah
  • Infertilitas. Gangguan ini juga dapat menyebabkan seseorang tidak subur karena produksi testosteron yang tidak memadai

Baca Juga: Infeksi Menular Seksual Dapat Sebabkan Orchitis


Berikut sebutan lain dari penyakit orchitis. Jika kamu mempunyai pertanyaan perihal penyakit tersebut, dokter dari Halodoc siap membantu. Caranya dengan download aplikasi Halodoc di smartphone kamu!