Ini Serba-serbi Bayi Tabung yang Perlu Diketahui

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Ini Serba-serbi Bayi Tabung yang Perlu Diketahui

Halodoc, Jakarta – Fertilisasi in vitro (IVF) atau bayi tabung adalah serangkaian prosedur kompleks. Selama IVF, telur matang diambil) dari ovarium dan dibuahi oleh sperma di laboratorium. 

Kemudian, sel telur yang dibuahi (embrio dipindahkan ke rahim. Satu siklus penuh IVF memakan waktu sekitar tiga minggu. Terkadang langkah-langkah ini dibagi menjadi beberapa bagian dan prosesnya bisa lebih lama. Ingin tahu lebih dalam mengenai serba-serbi bayi tabung, baca lebih detail di sini!

Serba-Serbi Bayi Tabung

IVF adalah bentuk teknologi reproduksi terbantu yang paling efektif. Prosedur ini dapat dilakukan dengan menggunakan sel telur sendiri dan sperma pasangan. Atau IVF mungkin melibatkan telur, sperma, ataupun embrio dari donor yang dikenal atau anonim. 

Dalam beberapa kasus, seorang wanita yang berbeda bisa ditanamkan embrio di rahimnya.  Peluang untuk memiliki bayi yang sehat menggunakan IVF tergantung pada banyak faktor, seperti usia dan penyebab infertilitas. 

Baca juga: Inilah Proses Bayi Tabung yang Perlu Diketahui

Selain itu, IVF dapat memakan waktu, mahal dan invasif. Jika lebih dari satu embrio ditransfer ke rahim, IVF dapat menghasilkan kehamilan dengan lebih dari satu janin (kehamilan ganda). Dokter dapat membantu calon ibu memahami cara kerja IVF, risiko potensial, dan apakah metode perawatan infertilitas ini tepat untuk dilakukan.

Ingin mengetahui lebih lanjut mengenai serba-serbi bayi tabung, tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untuk pasangan kapan dan di mana saja. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor ibu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Risiko Bayi Tabung

Ada beberapa risiko bayi tabung, tadi sudah dijelaskan sebelumnya dimana kelahiran ganda adalah salah satunya. IVF dapat meningkatkan risiko kelahiran kembar jika lebih dari satu embrio ditransfer ke rahim. 

Kehamilan dengan banyak janin memiliki risiko persalinan dini dan berat lahir rendah yang lebih tinggi daripada kehamilan dengan janin tunggal. Persalinan prematur dan berat badan lahir rendah juga menjadi risiko lain. Penelitian menunjukkan bahwa IVF sedikit meningkatkan risiko bayi akan dilahirkan lebih awal atau dengan berat badan lahir rendah.

Pun, prosedur pengambilan telur bisa menyebabkan komplikasi. Penggunaan jarum aspirasi untuk mengumpulkan telur mungkin dapat menyebabkan pendarahan, infeksi atau kerusakan pada usus, kandung kemih atau pembuluh darah. Risiko juga dikaitkan dengan sedasi dan anestesi umum, jika digunakan.

Baca juga: Beginilah Proses Kehamilan dengan Bayi Tabung

Sekitar 2–5 persen wanita yang menggunakan IVF akan mengalami kehamilan ektopik. Ketika sel telur yang dibuahi ditanamkan di luar rahim, biasanya dalam saluran tuba. Telur yang telah dibuahi tidak dapat bertahan hidup di luar rahim, dan tidak ada cara untuk melanjutkan kehamilan.

Usia ibu adalah faktor risiko utama dalam perkembangan cacat lahir, tidak peduli bagaimana anak dikandung. Diperlukan lebih banyak penelitian untuk menentukan apakah bayi yang dikandung menggunakan IVF mungkin berisiko lebih tinggi mengalami cacat lahir.

Meskipun beberapa penelitian awal menunjukkan bahwa mungkin ada hubungan antara obat-obatan tertentu yang digunakan untuk merangsang pertumbuhan telur dan pengembangan jenis tumor ovarium tertentu, penelitian yang lebih baru tidak mendukung temuan ini. 

Tampaknya tidak ada peningkatan risiko kanker payudara, endometrium, serviks atau ovarium secara signifikan setelah IVF. Penggunaan IVF dapat menguras finansial, fisik, dan emosional. Dukungan dari tim medis, keluarga dan teman-teman dapat membantu ibu dan pasangan melalui pasang surut perawatan infertilitas.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. In Vitro Fertilization.
The Conversation. Diakses pada 2019. Five things you need to know before going to an IVF clinic.