• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini Trik untuk Sembuhkan Sariawan saat Hamil

Ini Trik untuk Sembuhkan Sariawan saat Hamil

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Ini Trik untuk Sembuhkan Sariawan saat Hamil

Halodoc, Jakarta - Sariawan sering dan umum terjadi selama kehamilan, terutama pada trimester ketiga. Ketika hamil, wanita lebih rentan terhadap sariawan. Ini karena perubahan hormon yang secara alami terjadi selama kehamilan, menyebabkan perubahan dalam lingkungan mulut.

Baca juga: 6 Manfaat Air Kelapa untuk Ibu Hamil

Tentu sariawan bisa sebabkan rasa tidak nyaman selama hamil. Selain itu, sariawan dapat mengganggu pola makan karena ibu akan merasa sakit saat mengunyah. Sebaiknya jangan langsung mengobatinya sendiri, karena tidak semua obat sariawan aman dikonsumsi saat hamil. Sebagai langkah awal ibu dapat mengatasi sariawan saat hamil dengan menggunakan bahan-bahan alami berikut:

1. Pisang dan Madu

Perpaduan pisang dan madu bisa menjadi salah satu alternatif obat sariawan untuk ibu hamil. Pisang kaya akan vitamin dan mineral yang bermanfaat untuk mengobati luka sariawan. Sedangkan madu berkhasiat sebagai anti radang yang mampu menyembuhkan iritasi pada kulit bagian dalam. Caranya, haluskan sebuah pisang, kemudian campurkan sesendok madu, aduk sampai rata, lalu oleskan pada sariawan. 

Baca juga: Cari Tahu 5 Penyebab Sariawan dan Cara Mengatasinya

2. Air Kelapa

Salah satu penyebab sariawan biasanya karena panas dalam. Salah satu minuman yang mampu meredakan panas dalam adalah air kelapa. Selain meredakan panas dalam, air kelapa juga dikenal akan manfaatnya yang baik untuk kesehatan ibu hamil. Air kelapa juga mengandung elektrolit yang bermanfaat untuk mengganti cairan dalam tubuh ibu yang hilang. 

3. Konsumsi Buah Jeruk

Selama menjalani kehamilan, ibu sangat dianjurkan untuk mengonsumsi buah-buahan yang kaya akan vitamin C seperti jeruk. Konsumsilah buah jeruk secara teratur untuk menjaga kesehatan dan membantu mengatasi berbagai macam keluhan, salah satunya sariawan. Kandungan vitamin C dari jeruk dapat membantu proses penyembuhan jaringan yang luka akibat sariawan, serta meningkatkan daya tahan ibu hamil. 

4. Daun Jambu Biji

Selama ini daun jambu lebih dikenal banyak orang sebagai obat untuk mengatasi diare. Ternyata daun jambu juga berkhasiat untuk mengatasi sariawan. Caranya, ibu hamil cukup mengunyah daun jambu biji dan tempelkan pada sariawan.

Penyebab Sariawan Selama Kehamilan

Sariawan (stomatitis aftosa) adalah luka di dalam mulut yang biasanya berwarna putih dengan tepi luka berwarna merah dan menimbulkan rasa perih. Sariawan dapat muncul pada gusi, lidah, bagian dalam pipi, bibir dan langit-langit mulut. Beberapa hal yang menyebabkan ibu sering mengalami sariawan saat hamil adalah:

  • Adanya gangguan hormonal.
  • Menurunnya kekebalan tubuh.
  • Kekurangan zat besi atau vitamin B12.
  • Infeksi virus.
  • Alergi makanan tertentu.
  • Mengonsumsi makanan pedas.
  • Mengidap penyakit Crohn.
  • Mengidap penyakit Celiac.
  • Luka pada lapisan mulut karena tergigit atau menggunakan kawat gigi.

Perlu ibu ketahui juga, sariawan sebenarnya dapat sembuh dengan sendirinya tanpa menggunakan obat-obatan. Jadi, jika kondisi sariawan yang muncul masih termasuk ringan, ibu tidak perlu mengobati.nya Ibu hamil hanya cukup menjaga kebersihan rongga mulut dengan menggosok gigi dua kali sehari dan berkumur dengan obat kumur antiseptik setelahnya. 

Baca juga: Ibu Hamil Bolehkah Minum Obat?

Ibu juga bisa menggunakan salep yang berisi anestesi topikal untuk mengurangi rasa perih yang timbul akibat sariawan. Namun jika sariawan yang muncul lebih dari satu dan sampai mengganggu kenyamanan ibu saat makan, sebaiknya segera bicarakan kondisi sariawan pada dokter melalui aplikasi Halodoc terlebih dahulu. Ibu juga bisa meminta rekomendasi obat yang aman untuk kehamilan. 

Ibu hamil dianjurkan untuk berhati-hati dalam menggunakan obat apapun karena dapat memengaruhi kondisi janin dalam kandungan. Jadi, ibu hamil sebaiknya hanya mengonsumsi obat sariawan yang diresepkan oleh dokter. 

 

Referensi:
Baby Center. Diakses pada 2020. Thrush in pregnancy