27 August 2018

Ini yang Dimaksud dengan Penyakit Jantung Koroner

jantung koroner,penyakit jantung

Halodoc, Jakarta - Jantung adalah organ vital pada tubuh kita yang fungsinya memompa darah ke paru-paru serta ke seluruh tubuh lain agar nutrisi dan oksigen dapat diserap tubuh. Seiring bertambahnya usia, tingkat elastisitas pembuluh darah pun akan semakin menurun. Apalagi dengan serangan radikal bebas dan konsumsi makanan berkolesterol yang menimbulkan plak, sehingga mengganggu kelancaran peredaran darah. Salah satu penyakit yang dapat menyerang jantung saat usia semakin bertambah adalah penyakit jantung koroner.

Dalam bahasa medis, penyakit ini juga disebut sebagai penyakit jantung iskemik yang telah menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Bahkan menurut data, sekitar 35 persen kematian yang terjadi di Indonesia disebabkan oleh penyakit ini.

Baca juga: Gejala Serangan Jantung di Usia Muda

Penyebab Jantung Koroner

Penyebab utama dari penyakit jantung koroner adalah munculnya plak pada dinding pembuluh arteri. Plak ini antara lain terdiri dari kolesterol, kalsium, atau fibrin yang terbentuk sejak seseorang masih muda. Selain itu, semakin bertambahnya usia, risiko pembentukan plak pun akan semakin tinggi. Jika tidak segera dilakukan pengobatan dan pencegahan, plak ini dapat menyebabkan berkurangnya elastisitas pembuluh darah arteri dan mengganggu aliran darah.

Apabila plak semakin besar karena dibiarkan dan tidak diobati, pembuluh arteri jantung pun akan menyempit. Akibatnya, suplai darah yang kaya oksigen ke jantung akan semakin sedikit. Plak juga dapat lepas dan menyumbat sebagian besar aliran darah pada pembuluh arteri. Apabila terjadi pada arteri koroner, serangan jantung akan terjadi.

Gejala Jantung Koroner

Gejala jantung koroner biasanya timbul saat telah terjadi robekan plak yang akhirnya mengganggu aliran darah. Nah, gejala yang dapat terjadi antara lain:

  • Rasa tidak nyaman seperti nyeri di area dada, tapi juga dapat menjalar ke leher, rahang, bahu, tangan kiri, punggung, bahkan perut bagian kiri.
  • Sering muncul keringat dingin, rasa mual, muntah, dan mudah merasa lelah.
  • Irama denyut jantung mulai tidak stabil bahkan menyebabkan jantung terhenti yang bila tidak segera ditangani akan menyebabkan kematian.

Hal-Hal yang Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung Koroner

Meski hingga kini belum ada penyebab pasti plak dapat muncul pada pembuluh arteri, beberapa hal berikut dapat memperbesar risiko terkena jantung koroner:

  1. Rokok

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa ternyata orang yang merokok akan memiliki risiko 24 persen lebih besar terserang penyakit ini. Hal ini disebabkan kandungan nikotin dan karbon monoksida dalam rokok akan membuat jantung bekerja lebih ekstra dari biasanya.

  1. Kolesterol

Kolesterol jahat yang terdapat pada makanan berminyak serta daging dapat menyebabkan plak muncul pada pembuluh arteri. Kolesterol ini kemudian cenderung menempel di pembuluh darah dan menimbun, sehingga menjadi plak.

  1. Diabetes

Penderita diabetes disinyalir akan memiliki risiko dua kali lipat terkena jantung koroner. Hal ini terjadi karena para pengidap diabetes akan memiliki lapisan dinding pembuluh darah yang lebih tebal. Dinding arteri koroner yang tebal ini yang akan mengganggu kelancaran aliran darah ke jantung.

Baca juga: 5 Cara Mudah Turunkan Kolesterol

Untuk mencegah terjadinya penyakit jantung koroner, kamu dapat melakukan beberapa kebiasaan sehat seperti berhenti merokok, menerapkan diet sehat, rajin berolahraga, dan menghindari stres. Jika kamu merasa menemukan beberapa gejalanya penyakit jantung koroner, sebaiknya hubungi dokter. Kamu bisa menghubungi para dokter di aplikasi Halodoc melalui layanan Video/Voice Call atau Chat. Yuk, download aplikasi Halodoc di App Store dan Google Play sekarang!