• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini yang Perlu Diketahui Tentang Gangguan Siklus Menstruasi
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini yang Perlu Diketahui Tentang Gangguan Siklus Menstruasi

Ini yang Perlu Diketahui Tentang Gangguan Siklus Menstruasi

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 24 Januari 2022

“Gangguan siklus menstruasi bisa menyebabkan seorang wanita telat datang bulan, terlalu lama, atau bahkan berhenti menstruasi. Kondisi ini jelas sangat mengganggu kesuburan dan menyulitkan program kehamilan nantinya. Namun, beberapa perawatan bisa dilakukan untuk membuat siklus kembali normal.”

Ini yang Perlu Diketahui Tentang Gangguan Siklus Menstruasi

Halodoc, Jakarta – Kebanyakan wanita memiliki periode menstruasi yang berlangsung empat sampai tujuh hari. Menstruasi seorang wanita biasanya terjadi setiap 28 hari, tetapi siklus menstruasi yang normal dapat berkisar antara 21 hari hingga 35 hari. Di luar periode normal ini, wanita bisa dikatakan mengalami gangguan siklus menstruasi. 

Setiap siklus menstruasi, endometrium (lapisan rahim) akan mempersiapkan diri untuk memberi makan calon bayi. Namun, jika pembuahan tidak terjadi, tubuh melepaskan endometrium selama siklus bulanan. Dalam beberapa kasus, ketidakteraturan dapat terjadi pada siklus ini. Kondisi ini bisa menunjukkan salah satu dari beberapa gangguan menstruasi.

Jenis-Jenis Gangguan Siklus Menstruasi

Berikut ini beberapa contoh masalah menstruasi yang kerap terjadi: 

  • Periode yang terjadi kurang dari 21 hari atau lebih dari 35 hari;
  • Tidak menstruasi sebanyak tiga periode atau lebih berturut-turut;
  • Aliran menstruasi yang jauh lebih berat atau lebih ringan dari biasanya;
  • Haid yang berlangsung lebih dari tujuh hari;
  • Menstruasi yang disertai nyeri, kram, mual atau muntah;
  • Pendarahan atau bercak yang terjadi di antara periode, setelah menopause atau berhubungan seksual.

Sementara itu, beberapa contoh menstruasi yang tidak normal, antara lain sebagai berikut:

  • Amenore adalah suatu kondisi di mana menstruasi seorang wanita telah berhenti sama sekali. Tidak adanya periode selama 90 hari atau lebih dianggap abnormal, kecuali jika seorang wanita hamil, menyusui, atau mengalami menopause (yang umumnya terjadi pada wanita antara usia 45 dan 55). Wanita muda yang belum mulai menstruasi pada usia 15 atau 16 atau dalam waktu tiga tahun setelah payudara mereka mulai berkembang juga dianggap mengalami amenore.
  • Oligomenore mengacu pada periode yang jarang terjadi.
  • Dismenore mengacu pada periode yang menyakitkan dan kram menstruasi yang parah. Beberapa ketidaknyamanan selama siklus adalah normal bagi kebanyakan wanita.
  • Pendarahan rahim yang tidak normal dapat terjadi pada berbagai ketidakteraturan menstruasi, termasuk: aliran menstruasi yang lebih banyak; periode yang berlangsung lebih dari tujuh hari; atau perdarahan atau bercak di antara periode, setelah berhubungan seksual, atau setelah menopause.

Penyebab Haid Tidak Normal 

Ada banyak penyebab gangguan siklus menstruasi yang tidak normal, mulai dari stres hingga kondisi medis mendasar yang lebih serius berikut ini:

  • Faktor Stres dan Gaya Hidup. Kenaikan atau penurunan berat badan yang signifikan, diet, perubahan rutinitas olahraga, perjalanan, penyakit, atau gangguan lain dalam rutinitas harian wanita dapat berdampak pada siklus menstruasinya.
  • Pil KB. Kebanyakan pil KB mengandung kombinasi hormon estrogen dan progestin. Pil ini mencegah kehamilan dengan menjaga ovarium dari melepaskan telur. Mengaktifkan atau menonaktifkan pil KB dapat memengaruhi menstruasi. Beberapa wanita mengalami menstruasi yang tidak teratur atau terlewat hingga enam bulan setelah menghentikan pil KB. Ini adalah pertimbangan penting ketika kamu berencana untuk konsepsi dan hamil. Wanita yang mengonsumsi pil KB yang hanya mengandung progestin mengalami pendarahan di antara periode menstruasi.
  • Polip Rahim atau Fibroid. Polip rahim adalah pertumbuhan kecil jinak (bukan kanker) di lapisan rahim. Fibroid rahim adalah tumor yang menempel pada dinding rahim. Ada satu atau beberapa fibroid yang berkisar dari sekecil biji apel hingga seukuran jeruk bali. Tumor ini biasanya jinak, tetapi dapat menyebabkan perdarahan hebat dan nyeri selama menstruasi. Jika fibroid besar, mereka bisa memberi tekanan pada kandung kemih atau rektum yang menyebabkan ketidaknyamanan.
  • Endometriosis. Jaringan endometrium yang melapisi rahim rusak setiap bulan dan keluar bersama aliran menstruasi. Endometriosis terjadi ketika jaringan endometrium mulai tumbuh di luar rahim. Seringkali, jaringan endometrium menempel pada ovarium atau saluran tuba; kadang-kadang tumbuh di usus atau organ lain di saluran pencernaan bagian bawah dan di daerah antara rektum dan rahim. Endometriosis dapat menyebabkan perdarahan abnormal, kram, atau nyeri sebelum dan selama menstruasi, dan hubungan seksual yang menyakitkan.

Sebetulnya masih ada beberapa penyebab gangguan siklus menstruasi, seperti penyakit radang panggul, sindrom polikistik ovarium, insufisiensi ovarium prematur, kanker rahim atau kanker serviks, penggunaan obat-obatan, dan berbagai kondisi medis lainnya.

Kamu pun bisa melakukan pemeriksaan di rumah sakit jika mengalami gangguan siklus menstruasi. Untungnya kini kamu bisa buat janji dengan dokter di rumah sakit menggunakan Halodoc, sehingga lebih praktis. Tunggu apa lagi? Yuk download aplikasi Halodoc sekarang!

Referensi:
Cleveland Clinic. Diakses pada 2022. Abnormal Menstruation (Periods).
Icahn School of Medicine at Mount Sinai. Diakses pada 2022. Menstrual Disorders.
Summa Health. Diakses pada 2022. Menstrual Disorders.