Gangguan Menstruasi

Pengertian Gangguan Menstruasi

Gangguan menstruasi adalah kelainan yang terjadi pada siklus menstruasi. Hal ini bisa berupa perdarahan menstruasi yang terlalu banyak atau terlalu sedikit, siklus menstruasi yang tidak beraturan,  dan bahkan tidak haid sama sekali.

 

Gejala Gangguan Menstruasi

Berbagai gejala gangguan menstruasi yang terlihat, antara lain:

  • PMS (Premenstrual Syndrome)

Sebelum siklus menstruasi dimulai, wanita mengalami perubahan secara fisik maupun emosional yang disebut sebagai gejala gangguan haid. Hal tersebut dalam dunia medis dikenal sebagai premenstrual syndrome (PMS).

Berikut ini adalah gejala gangguan haid PMS yang bisa diamati:

  • Perut melilit
  • Nyeri punggung
  • Payudara mengencang
  • Sakit kepala
  • Kemunculan jerawat berlebih
  • Mudah lelah
  • Mudah lapar
  • Konstipasi
  • Gelisah
  • Kram perut
  • Diare
  • Absen Menstruasi

Selain PMS, ada pula gejala gangguan haid lainnya, yaitu absen menstruasi di mana seorang wanita tidak mengalami menstruasi di periode waktu tertentu. Hal itu akibat gangguan hormon atau permasalahan pada sistem reproduksi wanita.

Siklus haid yang tidak teratur kebanyakan terjadi akibat faktor hormonal. Seorang wanita yang memiliki hormon estrogen dan progesterone secara berlebihan memungkinkan terjadinya haid dalam waktu yang lebih cepat. Jika gangguan haid dikarenakan oleh faktor hormonal, maka dapat dipastikan wanita tersebut mengalami gangguan kesuburan. Hal itu dapat diatasi dengan suntikan untuk mempercepat pematangan sel telur.

Gangguan menstruasi karena penyebab kelainan non-organ, di antaranya koagulopati, yaitu adanya gangguan fungsi pembekuan darah yang menyebabkan darah sulit membeku. Hal yang paling sering adalah penyakit Von Willebrand. Ada juga disfungsi ovulasi, yaitu gangguan kesuburan yang dapat menyebabkan gangguan hormon, sehingga menyebabkan terjadinya perdarahan dalam jumlah yang bervariasi dan dapat terjadi setiap saat. Manifestasi kelainan ini dapat berupa haid yang jarang, perdarahan ringan (flek-flek), maupun perdarahan yang banyak.

 

Penyebab Gangguan Menstruasi

Haid normalnya berdurasi antara 7—14 hari dengan siklus 28—35 hari. Faktor penyebab gangguan haid dapat beragam, mulai dari psikis (stres), gangguan hormon, kehamilan, berat badan yang turun atau naik drastis, penyakit yang menyertai, seperti polycystic ovary syndrome (PCOS), dan lain-lain.

 

Diagnosis Gangguan Menstruasi

Untuk menentukan diagnosis gangguan menstruasi, dokter akan menanyakan apakah ada gejala yang sesuai dengan klasifikasi tadi. Selain itu, dokter mungkin juga akan melakukan pemeriksaan panggul untuk mengetahui apakah ada atau tidaknya peradangan di vagina maupun serviks. Dokter mungkin juga akan melakukan pemeriksaan pap smear untuk menyingkirkan kemungkinan adanya kanker. Pemeriksaan lain yang mungkin saja dilakukan adalah USG, biopsi endometrium, ataupun histeroskopi.

 

Pengobatan dan Efek Samping Gangguan Menstruasi

Penanganan yang dilakukan untuk mengatasi gangguan menstruasi berbeda-beda. Dokter terlebih dahulu menganalisis apa yang menjadi penyebab utama gangguan terjadi. Mungkin dokter akan memberikan beberapa obat-obatan yang mengandung hormon apabila penyebab kondisi ini adalah ketidakseimbangan hormon. Selain itu, penanganan yang dapat membantu gangguan menstruasi, antara lain:

  • Menempelkan kompres hangat pada bagian abdomen atau berendam air hangat. Hal ini dapat mengurangi nyeri dan kram akibat haid.
  • Berolahraga dapat mengurangi nyeri haid.
  • Beberapa penelitian menyebutkan bahwa orgasme dapat mengurangi kram akibat haid.
  • Beberapa ahli mengatakan, mengatur pola makan sekitar 14 hari sebelum haid dapat membantu dalam gangguan menstruasi. Disarankan pengidap mengonsumsi gandum utuh, buah, dan sayuran segar, serta menghindari lemak jenuh dan makanan cepat saji.. Selain itu, membatasi konsumsi garam (sodium), membatasi asupan kafein, gula, dan alkohol.
  • Cegah dan atasi anemia.

Komplikasi atau efek samping yang muncul karena gangguan haid, antara lain :

  • Anemia defisiensi besi

Gangguan menstruasi yang menetap dapat menyebabkan kehilangan zat besi kronis pada 30 persen kasus. Remaja sering kali mengalami hal tersebut. Hingga 20 persen dari pasien dalam kelompok usia ini yang mengalami menorrhagia juga mengalami masalah pada pembekuan darah.

  • Keganasan endometrium

Sekitar 1—2 persen wanita dengan menstruasi anovulasi yang tidak ditatalaksana dengan baik dapat mengalami kanker endometrium.

  • Infertilitas

Infertilitas sering berhubungan dengan kejadian anovulasi kronis, dan dengan atau tanpa adanya produksi androgen berlebih. Pasien dengan sindrom ovarium polikistik (SOPK), obesitas, hipertensi kronis, dan diabetes melitus tipe 2 sering kali memiliki resiko terjadinya infertilitas.

 

Pencegahan Gangguan Menstruasi

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu mengatasi gangguan menstruasi:

  • Faktor diet

Pengaturan pola makan dimulai sekitar 14 hari sebelum haid dapat membantu sebagian orang dalam gangguan ringan menstruasi, seperti kram. Petunjuk umum diet sehat untuk semua orang, termasuk mengonsumsi makanan gandum utuh, buah dan sayuran segar, menghindari lemak jenuh, dan makanan cepat saji. Selain itu, membatasi konsumsi garam (sodium) dapat membantu mengurangi kembung maupun membatasi asupan kafein, gula, dan alkohol juga dapat bermanfaat.

  • Cegah dan atasi anemia
  • Olahraga. Berolahraga dapat mengurangi nyeri haid
  • Aktivitas seksual. Terdapat laporan bahwa orgasme dapat mengurangi kram akibat haid
  • Rasa hangat. Menempelkan kompres hangat pada bagian abdomen atau berendam air hangat dapat mengurangi nyeri dan kram akibat haid.
  • Kebersihan menstruasi. Ganti pembalut setiap 4—6 jam. Hindari menggunakan pembalut atau tampon berparfum, dan deodoran wanita dapat mengiritasi bagian kewanitaan. Douching tidak disarankan karena dapat membunuh bakteri alami yang hidup di vagina. Mandi seperti biasa sudah cukup.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika mengalami gejala atau keluhan seperti di atas, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter.