Gangguan Menstruasi

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Gangguan Menstruasi

Gangguan menstruasi adalah kondisi ketika siklus menstruasi mengalami anomali atau kelainan. Hal ini bisa berupa perdarahan menstruasi yang terlalu banyak atau terlalu sedikit, siklus menstruasi yang tidak beraturan, dan bahkan tidak haid sama sekali.

Baca juga: Siklus Menstruasi Tidak Teratur? Mungkin Ini Penyebabnya

 

Faktor Risiko Gangguan Menstruasi

Terdapat beragam hal yang meningkatkan risiko seseorang mengalami gangguan menstruasi. Berikut ini adalah beberapa faktor risiko gangguan menstruasi, antara lain:

  • Usia. Risiko lebih tinggi mengalami nyeri haid terjadi pada anak perempuan yang mengalami menstruasi pada saat berusia 11 tahun atau lebih muda. Selain itu, siklus menstruasi yang lebih panjang dan periode haid yang lebih lama juga mengintai. Sebelum siklus ovulasi teratur, gangguan amenorrhea juga dapat dialami oleh remaja. Sementara itu, absen haid dapat dialami oleh perempuan menjelang atau sudah mengalami masa menopause (perimenopause). Dalam masa perimenopause tersebut, beberapa kasus pendarahan juga dapat terjadi.

  • Berat badan. Berat badan yang tidak normal, baik kelebihan atau kekurangan, sama-sama meningkatkan resiko amenorrhea atau dysmenorrhea.

  • Stres. Baik emosional maupun fisik, stres dapat menghalangi hormon LH (luteinizing Hormone) untuk lepas dari tubuh. Hal tersebut dapat menyebabkan amenorrhea sementara.

  • Siklus dan aliran menstruasi. Siklus menstruasi yang lebih panjang atau lebih berat umumnya, berkaitan dengan rasa nyeri dan kram.

 

Gejala Gangguan Menstruasi

Berbagai gejala gangguan menstruasi yang terlihat, antara lain:

  • PMS (Premenstrual Syndrome)

Sebelum siklus menstruasi dimulai, wanita mengalami perubahan secara fisik maupun emosional yang disebut sebagai gejala gangguan haid. Gejala tersebut dikenal sebagai premenstrual syndrome (PMS) dalam dunia medis.

Terdapat beragam gejala gangguan haid PMS yang bisa diamati, antara lain:

  • Perut melilit.

  • Nyeri punggung.

  • Payudara mengencang.

  • Sakit kepala.

  • Kemunculan jerawat berlebih.

  • Mudah lelah.

  • Mudah lapar.

  • Konstipasi.

  • Gelisah.

  • Kram perut.

  • Diare.

  • Absen Menstruasi.

Selain PMS, ada pula gejala gangguan haid lainnya, yaitu absen menstruasi ketika seorang wanita tidak mengalami menstruasi di periode waktu tertentu. Kondisi tersebut terjadi akibat gangguan hormon atau permasalahan pada sistem reproduksi wanita.

Umumnya, faktor hormonal juga bisa memengaruhi siklus haid, sehingga menjadi tidak teratur. Kemungkinan seorang wanita mengalami haid dalam waktu yang lebih cepat meningkat bila wanita tersebut memiliki hormon estrogen dan progesterone yang berlebihan. Sementara itu, jika faktor hormonal menjadi penyebab gangguan haid, dipastikan bahwa wanita tersebut mengalami gangguan kesuburan. Hal itu dapat diatasi dengan suntikan untuk mempercepat pematangan sel telur.

Gangguan menstruasi juga bisa terjadi karena penyebab kelainan non-organ, di antaranya koagulopati, yaitu adanya gangguan fungsi pembekuan darah yang menyebabkan darah sulit membeku. Hal yang paling sering terjadi adalah penyakit Von Willebrand. Selain itu, disfungsi ovulasi juga sering terjadi.

Disfungsi ovulasi adalah terjadinya gangguan kesuburan yang dapat menyebabkan gangguan hormon. Akibat gangguan hormon tersebut, perdarahan terjadi dalam jumlah yang bervariasi dan dapat terjadi setiap saat. Manifestasi kelainan ini dapat berupa perdarahan ringan (kemunculan flek), perdarahan banyak, maupun haid yang jarang terjadi.

 

Penyebab Gangguan Menstruasi

Durasi normal untuk haid antara 7-14 hari dengan siklus normal 28-35 hari. Faktor penyebab gangguan haid dapat beragam, mulai dari psikis (stres), gangguan hormon, kehamilan, berat badan yang turun atau naik drastis, penyakit yang menyertai, seperti polycystic ovary syndrome (PCOS), dan lain-lain.

Baca juga: Wanita Perlu Tahu, Ini 2 Jenis Gangguan Menstruasi

 

Diagnosis Gangguan Menstruasi

Untuk menentukan diagnosis gangguan menstruasi, dokter akan menanyakan apakah ada gejala yang sesuai dengan klasifikasi tadi. Selain itu, dokter mungkin juga akan melakukan pemeriksaan panggul untuk mengetahui apakah ada atau tidaknya peradangan di vagina maupun serviks. Dokter mungkin juga akan melakukan pemeriksaan pap smear untuk menyingkirkan kemungkinan adanya kanker. Pemeriksaan lain yang mungkin saja dilakukan adalah USG, biopsi endometrium, ataupun histeroskopi.

 

Komplikasi Gangguan Menstruasi

Komplikasi yang dapat muncul karena gangguan haid, antara lain:

  • Anemia Defisiensi Besi

Gangguan menstruasi yang menetap dapat menyebabkan kehilangan zat besi kronis pada 30 persen kasus. Remaja sering kali mengalami hal tersebut. Hingga 20 persen dari pasien dalam kelompok usia ini yang mengalami menorrhagia juga mengalami masalah pada pembekuan darah.

  • Keganasan Endometrium

Sekitar 1-2 persen wanita dengan menstruasi anovulasi yang tidak ditatalaksana dengan baik dapat mengalami kanker endometrium.

  • Infertilitas

Infertilitas sering berhubungan dengan kejadian anovulasi kronis, dan dengan atau tanpa adanya produksi androgen berlebih. Pasien dengan sindrom ovarium polikistik (SOPK), obesitas, hipertensi kronis, dan diabetes melitus tipe 2 sering kali memiliki resiko terjadinya infertilitas.

 

Pengobatan Gangguan Menstruasi

Penanganan yang dilakukan untuk mengatasi gangguan menstruasi berbeda-beda. Dokter terlebih dahulu menganalisis apa yang menjadi penyebab utama gangguan terjadi. Jika penyebab kondisi ini adalah ketidakseimbangan hormon, mungkin dokter akan memberikan beragam obat-obatan yang mengandung hormon jika memang diperlukan. Maka dari itu, penangan harus dilakukan agar gejala gangguan menstruasi tidak semakin parah. Berikut ini adalah penanganan yang dapat membantu gangguan menstruasi, antara lain:

  • Berendam air hangat atau menempelkan kompres hangat pada bagian abdomen. Hal tersebut bertujuan untuk mengurangi nyeri dan kram akibat haid.

  • Berolahraga dapat mengurangi nyeri haid.

  • Beberapa penelitian menyebutkan bahwa kram yang disebabkan oleh haid, gejalanya bisa berkurang akibat orgasme.

  • Beberapa ahli mengatakan, gangguan menstruasi bisa dikurangi risikonya dengan mengatur pola makan sekitar 14 hari sebelum haid. Disarankan pengidap mengonsumsi gandum utuh, buah, dan sayuran segar, serta menghindari lemak jenuh dan makanan cepat saji. Selain itu, batasi konsumsi garam (sodium), membatasi asupan kafein, gula, dan alkohol.

  • Cegah dan atasi anemia.

 

Pencegahan Gangguan Menstruasi

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu mengatasi gangguan menstruasi:

Faktor diet

Pengaturan pola makan dimulai sekitar 14 hari sebelum haid dapat membantu sebagian orang dengan gangguan ringan menstruasi, seperti kram. Petunjuk umum diet sehat untuk semua orang, termasuk mengonsumsi makanan gandum utuh, buah dan sayuran segar, menghindari lemak jenuh, serta makanan cepat saji. Selain itu, membatasi konsumsi garam (sodium) dapat membantu mengurangi kembung maupun membatasi asupan kafein, gula, dan alkohol juga dapat bermanfaat.

  • Cegah dan atasi anemia

  • Olahraga. Berolahraga dapat mengurangi nyeri haid.

  • Aktivitas seksual. Terdapat laporan bahwa kram akibat haid bisa berkurang akibat orgasme.

  • Rasa hangat. Nyeri dan kram akibat haid bisa dikurangi dengan berendam pada air hangat atau menempelkan kompres hangat pada bagian abdomen.

  • Kebersihan menstruasi. Ganti pembalut setiap 4-6 jam. Hindari menggunakan pembalut atau tampon berparfum, serta deodoran wanita yang dapat mengiritasi bagian kewanitaan. Douching tidak disarankan, karena dapat membunuh bakteri alami yang hidup di vagina. Mandi seperti biasa sudah cukup.

Baca juga: Wanita Sulit Hamil karena Menstruasi Tidak Teratur, Apa Sebabnya?

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika mengalami gejala atau keluhan seperti di atas, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter. Penanganan yang tepat nyatanya dapat mengurangi akibat yang ditimbulkan dari kondisi ini.

 

Referensi:

Cleveland Clinic. Diakses pada 2019. Abnormal Menstruation (Periods) 

Diperbarui pada 5 September 2019