Ini yang Terjadi pada Saluran Cerna Saat Puasa

Ini yang Terjadi pada Saluran Cerna Saat Puasa

Halodoc, Jakarta - Perubahan pola makan saat puasa menyebabkan berbagai perubahan dalam tubuh, terutama pada saluran pencernaan. Berbagai organ pencernaan, mulai dari mulut hingga usus besar, akan beradaptasi dengan pola makan dan minum selama bulan puasa. Seperti apa perubahan yang terjadi pada saluran cerna selama puasa? Berikut akan dijelaskan satu persatu.

1. Mulut

Saat berpuasa, tubuh tidak mendapatkan asupan air selama lebih dari 10 jam. Meski begitu, kelenjar air liur yang berada di mulut tetap bekerja, sehingga kamu akan terhindar dari mulut kering.

2. Lambung

Saat puasa, lambung juga tak diisi makanan selama beberapa jam. Pada waktu ini, produksi asam lambung akan menurun untuk mencegah terjadinya pengikisan dinding lambung oleh asam. Dengan begitu, lambung dapat terhindar dari iritasi.

Baca juga: Pencernaan Sehat Saat Puasa, Ini Tipsnya

3. Liver

Selama berpuasa, liver atau organ hati akan bekerja dengan membantu memecahkan glukosa yang disimpan di hati. Hasilnya, tubuh tetap mendapatkan energi untuk melakukan berbagai aktivitas.

4. Kantung Empedu

Selama puasa, cairan empedu akan menjadi lebih pekat. Hal ini untuk persiapan pemecahan lemak ketika nanti seseorang berbuka puasa.

5. Pankreas

Pankreas merupakan penghasil hormon insulin yang berfungsi memecah glukosa dalam darah. Selama puasa, pankreas akan berhenti memproduksi insulin. Sebagai gantinya, tubuh akan memerintahkan liver untuk melakukan pemecahan glukosa yang tersimpan di dalam organ hati.

Baca juga: 5 Masalah Pencernaan yang Rentan Terjadi Saat Puasa

6. Usus Halus

Karena hanya sedikit makanan yang masuk, maka penyerapan nutrisi di usus halus akan berhenti. Usus ini hanya akan bergerak normal setiap empat jam. Bentuk usus juga akan mengecil.

7. Usus Besar

Penyerapan air di usus besar bisa dikontrol karena terbatasnya asupan cairan yang masuk. Hasilnya, keseimbangan cairan dalam tubuh tetap terjaga.

Aturan Buka Puasa yang Ramah bagi Saluran Pencernaan

Saat berbuka, sistem pencernaan yang kinerjanya melambat selama hampir seharian, akan kembali aktif untuk mencerna makanan. Meski begitu, organ-organ pencernaan tidak bisa mendadak sanggup mengolah dan mencerna makanan berat dalam jumlah besar.

Sistem pencernaan akan butuh waktu, dan karenanya kita tidak dianjurkan untuk langsung makan berat. Mulailah berbuka dengan kurma, buah-buahan, atau makanan ringan lainnya, dan tunggulah 1-2 jam untuk mulai mengonsumsi makanan berat.

Baca juga: Cepat Kenyang, Ini 6 Tips Cegah Perut Begah Saat Berbuka

Lantas, apa pengaruh puasa bagi sistem pencernaan? Tentu saja berpuasa memberikan efek positif bagi kondisi sistem pencernaan. Pasalnya, puasa memberi waktu pada sistem pencernaan untuk beristirahat, sehingga dapat mengurangi risiko atau menyembuhkan masalah kesehatan pada pencernaan.

Perhatikan juga asupan serat, karena makanan tinggi serat dapat meringankan pekerjaan saluran pencernaan. Bagi usus, makanan yang kaya serat juga dapat meningkatkan kemampuan gerak peristaltik usus, dan membuat dinding usus lebih mengembang, sehingga sisa makanan bisa tercerna dengan mudah, tanpa perlu berlama-lama ada di dalam usus.

Itulah sedikit penjelasan tentang yang terjadi pada saluran pencernaan selama puasa. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal hal ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter pada aplikasi Halodoc, lewat fitur Talk to a Doctor, ya. Mudah kok, diskusi dengan dokter spesialis yang kamu inginkan pun dapat dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call. Dapatkan juga kemudahan membeli obat menggunakan aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!