Ini yang Terjadi pada Tubuh di Stadium Awal Kanker Serviks

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Ini yang Terjadi pada Tubuh di Stadium Awal Kanker Serviks

Halodoc, Jakarta –  Pada tahap awal kanker serviks, seseorang mungkin tidak mengalami gejala sama sekali. Karenanya, wanita harus melakukan tes pap serviks secara teratur atau tes Pap. Tes Pap bersifat preventif. 

Ini bertujuan untuk mengungkapkan perubahan sel yang mengindikasikan kemungkinan perkembangan kanker, sehingga seseorang dapat mengambil tindakan dini untuk mengobatinya. Apa yang terjadi pada tubuh ketika berada di stadium awal kanker serviks? Berikut penjelasannya!

Gejala Kanker Serviks

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. Biasanya, tidak ada tanda ataupun gejala pasti. Namun, umumnya ada beberapa perubahan pada tubuh yang bisa saja muncul yang menandai kanker serviks. Perubahan tersebut adalah:

Baca juga: Begini Cara Mendeteksi Kanker Payudara dan Kanker Serviks

  1. Perdarahan di antara periode.
  2. Perdarahan setelah hubungan seksual.
  3. Perdarahan pada wanita pasca-menopause.
  4. Ketidaknyamanan selama hubungan seksual.
  5. Keputihan dengan bau yang kuat.
  6. Keputihan diwarnai dengan darah.
  7. Nyeri panggul.

Gejala-gejala ini dapat memiliki penyebab lain, termasuk infeksi. Siapa pun yang mengalami gejala-gejala ini harus mengunjungi dokter. Kalau butuh informasi lebih jelas mengenai hal ini, bisa tanyakan langsung ke Halodoc.  

Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor orang tua bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat kapan dan di mana saja.

Bagaimana tahapan perkembangan kanker serviks? Sangat penting untuk mengetahui perkembangannya, karena dapat membantu seseorang menentukan jenis perawatan yang paling efektif. Berikut ini tahapannya:

Tahap 0: Sel-sel prakanker hadir.

Tahap 1: Sel-sel kanker telah tumbuh dari permukaan ke jaringan yang lebih dalam dari serviks dan mungkin ke dalam rahim dan ke kelenjar getah bening di dekatnya

Tahap 2: Kanker sekarang telah bergerak melampaui serviks dan uterus, tetapi tidak sejauh dinding panggul atau bagian bawah vagina. Ini mungkin atau mungkin tidak memengaruhi kelenjar getah bening di dekatnya.

Tahap 3: Sel-sel kanker hadir di bagian bawah vagina atau dinding panggul, dan mungkin menghalangi ureter, tabung yang membawa urine dari kandung kemih. Ini mungkin atau mungkin tidak mempengaruhi kelenjar getah bening di dekatnya.

Tahap 4: Kanker memengaruhi kandung kemih atau rektum dan tumbuh keluar dari panggul. Ini mungkin atau mungkin tidak mempengaruhi kelenjar getah bening. Kemudian pada tahap 4, kondisi itu akan menyebar ke organ yang jauh, termasuk hati, tulang, paru-paru, dan kelenjar getah bening.

Baca juga: Ketahui Pemeriksaan Penting untuk Cegah Kanker Serviks

Melakukan pemeriksaan penyaringan dan mencari saran pengobatan medis jika ada gejala yang terjadi dapat membantu seseorang mengakses perawatan dini dan meningkatkan peluang untuk bertahan hidup.

Kanker adalah hasil dari pembelahan yang tidak terkontrol dan pertumbuhan sel-sel abnormal. Sebagian besar sel dalam tubuh kita memiliki umur yang ditentukan dan ketika mereka mati, tubuh menghasilkan sel-sel baru untuk menggantikannya.

Aktivasi sel abnormal dapat terjadi dalam dua bentuk, yaitu tidak mati atau terus membelah. Ketika ini terjadi Ini menghasilkan penumpukan sel yang berlebihan yang akhirnya membentuk benjolan atau tumor. Para ilmuwan tidak sepenuhnya yakin mengapa sel menjadi kanker.

Risiko kanker serviks lebih tinggi pada orang dengan HIV atau AIDS, dan orang yang telah menjalani transplantasi, yang mengarah ke penggunaan obat imunosupresif. Memiliki banyak pasangan seksual atau menjadi aktif secara seksual sejak dini juga dapat menjadi pemicu.

Penularan tipe HPV penyebab kanker hampir selalu terjadi sebagai akibat dari kontak seksual dengan individu yang mengidap HPV. Wanita yang memiliki banyak pasangan seksual, umumnya memiliki risiko infeksi HPV yang lebih tinggi. 

Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2019. What you need to know about cervical cancer.
Cancer.Net. Diakses pada 2019. Cervical Cancer: Symptoms and Signs.