Inilah 4 Dampak Hipertermia pada Tubuh

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Inilah 4 Dampak Hipertermia pada Tubuh

Halodoc, Jakarta - Mungkin beberapa dari kita sudah tak asing dengan hipotermia. Kondisi ini terjadi  ketika temperatur tubuh  menurun drastis di bawah suhu normal yang dibutuhkan oleh fungsi tubuh, yaitu di bawah 35 derajat Celsius. Penyebab yang paling sering karena paparan suhu rendah, seperti mendaki gunung. Bagaimana dengan hipertermia?

Boleh dibilang, hipertermia kebalikan dari hipotermia. Hipertermia ini merupakan kondisi ketika suhu tubuh meningkat dari suhu normal. Biasanya melampaui 40 derajat Celsius. Sangat tinggi, bukan? 

Hipertermia ini terjadi ketika sistem suhu tubuh tak mampu lagi menahan suhu panas dari lingkungan sekitar. Gejalanya bisa berupa meningkatnya suhu tubuh, gangguan koordinasi tubuh, sulit berkeringat, kram otot, kejang-kejang, kulit memerah, denyut jantung yang lemah dan cepat, hingga mudah marah. 

Pertanyaannya, apa sih dampak hipertermia bagi tubuh? 

Baca juga: Alami Hipertermia, Inilah 3 Pengobatan yang Bisa Dilakukan

1. Heat Stress

Tubuh akan menyerap panas dari lingkungan dengan cara meningkatkan aliran darah menuju ke permukaan kulit. Namun, ketika kondisi udara lembap atau menggunakan pakaian terlalu tebal, atau berada di tempat panas dalam waktu lama, maka tubuh tak mampu mengimbangi paparan suhu dari luar. Nah, kondisi inilah yang menyebabkan heat stress. 

Seseorang yang mengalami heat stress akan mengalami pusing, haus, badan terasa lemas, sakit kepala, dan mual. 

2. Heat Fatigue

Dampak hipertermia juga bisa menyebabkan heat fatigue. Kondisi ini bisa menyebabkan ketidaknyamanan fisik dan stres. Heat fatigue ini sendiri biasanya disebabkan ketika seseorang terlalu lama berada di tempat panas. Pengidapnya akan sulit berkonsentrasi, merasa kelelahan, haus, kepanasan, hingga hilangnya koordinasi gerak tubuh. 

3. Heat Cramps dan Edema

Hipertermia bisa menyebabkan kram otot yang menaykitkan. Kondisi ini disebut dengan heat cramps. Biasanya menyerang orang-orang yang berolahraga di lingkungan panas dalam waktu lama. 

Selain itu, hipertermia juga bisa memicu heat edema. Kondisi ini ditandai dengan pembengkakan pada pembengkakan pada tangan, pergelangan kaki, dan kaki akibat penumpukan cairan. 

4. Heat Stroke

Jangan main-main dengan kondisi suhu tubuh panas yang ekstrem. Andaikan tak ditangani dengan cepat, hipertermia bisa berkembang menjadi heat stroke. Heat stroke terjadi pada saat tubuh tak mampu lagi untuk mendinginkan diri.

Hati-hati, kondisi ini merupakan keadaan darurat yang harus segera ditangani. Pasalnya, heat stroke bisa merusak otak dan organ vital lainnya. Bahkan, dalam beberapa kasus bisa menyebabkan kematian. Tuh, ngeri kan?

Baca juga: Pertolongan Pertama untuk Mengatasi Hipertermia

Awasi Penyebab dan Faktor Risikonya

Sebelum menjawab pertanyaan di atas, ada baiknya untuk mengetahui penyebab dan faktor risiko yang bisa memicunya. Pada dasarnya hipertermia disebabkan oleh paparan suhu panas yang berlebihan dari luar tubuh. Di sini tubuh akan mengalami kegagalan sistem regulasi suhu tubuh untuk mendinginkan tubuh. Lalu, apa saja sih yang bisa menyebabkan hipertermia? 

  • Kurang konsumsi air putih;

  • Paparan suhu panas dalam waktu lama. Baik bekerja, jalan-jalan, atau berolahraga;

  • Lingkungan yang terlalu ramai dan padat;

  • Rumah yang sirkulasi udaranya kurang baik atau tidak dilengkapi pendingin ruangan; dan

  • Pakaian yang terlalu tebal.

Selah hal di atas, ada pula kondisi lainnya yang bisa meningkatkan risiko terserang hipertermia. Misalnya: 

  • Penyalahgunaan alkohol;

  • Pengidap tekanan darah tinggi yang sedang dalam pembatasan asupan garam;

  • Obesitas atau justru terlalu kurus;

  • Lansia, yang kelenjar keringat dan peredaran darahnya sudah mulai menurun fungsinya;

  • Bayi dan anak-anak di bawah empat tahun; 

  • Penggunaan obat-obat tertentu, seperti diuretik, obat bius, dan obat pengontrol tekanan darah; dan

  • Pengidap gangguan ginjal, jantung, dan paru-paru.

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!