26 April 2018

Inilah 6 Efek Kemoterapi yang Belum Banyak Orang Tahu

Inilah 6 Efek Kemoterapi yang Belum Banyak Orang Tahu

Halodoc, Jakarta – Kemoterapi atau yang sering disebut kemo sudah dikenal sebagai pengobatan untuk membunuh sel kanker. Kemoterapi bekerja dengan menghentikan atau menghambat pertumbuhan sel kanker yang berkembang dan membelah diri dengan cepat. Kemoterapi sebenarnya memiliki peranan penting dalam melawan sel kanker. Namun, penerapannya tergantung kepada jenis dan tingkat penyebaran kankernya. Walaupun bisa membantu melawan sel kanker, seseorang yang melakukan metode pengobatan ini juga berisiko mengalami efek samping yang tidak sedikit.

Sebenarnya, ada beberapa macam obat yang digunakan untuk kemoterapi dan masing-masing memiliki efek yang berbeda. Setiap orang juga akan memiliki reaksi dan respon berbeda terhadap kemoterapi. Pada umumnya, efek kemoterapi yang ditimbulkan pada setiap orang bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti umur, gaya hidup, dan riwayat masalah kesehatan sebelumnya. Mungkin seseorang bisa saja mengalami sakit yang luar biasa, sedangkan pada orang lain, obat yang sama mungkin tidak akan menimbulkan efek samping yang berarti. Efek kemoterapi yang umum terjadi yakni, kelelahan, rambut rontok, dan mual serta muntah. Tapi bukan hanya itu, kamu berisiko mengalami efek kemoterapi lainnya seperti di bawah ini:

Peningkatan Risiko Infeksi

Walaupun kemoterapi bisa melawan sel kanker, tapi metode pengobatan yang satu ini secara tidak langsung bisa mengurangi imunitas tubuh kamu. Ini karena sel darah putih mengalami penurunan sebagai efek kemoterapi. Sehingga kamu mungkin memerlukan antibiotik untuk mengurangi risiko berkembangnya virus dan bakteri yang bisa menyebabkan infeksi. Untuk itu, kamu perlu melakukan beberapa hal untuk melindungi diri dari infeksi, seperti:

  1. Menjaga kebersihan tubuh, seperti selalu mandi setiap harinya. Selain itu, kamu perlu memastikan juga baju, handuk, dan seprai selalu dicuci secara rutin.
  2. Sebisa mungkin hindari melakukan kontak dengan orang yang terkena infeksi – contohnya seperti infeksi flu dan cacar air.
  3. Membersihkan tangan secara rutin dengan sabun dan air hangat sehabis dari toilet dan sebelum menyiapkan makanan.

Anemia

Bukan hanya sel darah darah putih saja yang menurun, jumlah sel darah merah juga mengalami penurunan. Jika sel darah merah tersebut turun drastis, tubuh akan kehilangan oksigen dan bisa memicu anemia. Gejala yang bisa kamu rasakan berupa:

  • Detak jantung tak beraturan
  • Kehilangan energi
  • Kelelahan
  • Napas pendek

Untuk mengatasinya, kamu perlu mengonsumsi makanan kaya akan zat besi, seperti:

  • Apricot
  • Daging
  • Kacang polong
  • Kismis
  • Roti yang kaya akan zat besi
  • Sayuran hijau gelap

Kesuburan

Sebagian orang juga mungkin mengalami kemoterapi yang memengaruhi keseburannya, seperti kehilangan gairah seksual. Jangan khawatir karena hal ini sementara saja. Setelah pengobatan selesai, gairah seksual akan kembali seperti biasa. Kemoterapi juga bisa membuat baik laki-laki atau perempuan mengalami masalah reproduksi berupa infertilitas.

(Baca juga: Serba-serbi Kesuburan Pria yang Harus Diketahui)

Perdarahan dan Memar

Efek kemoterapi juga bisa membuat kamu rentan terhadap perdarahan dan memar, seperti memar pada kulit, mimisan, dan gusi berdarah. Bila kamu mengalami masalah ini, beri tahu dokter kamu untuk penanganan yang tepat.

Untuk itu, kamu bisa bertanya pada dokter yang ada di Halodoc melalui pilihan komunikasi Chat, Voice/Video Call yang ada di layanan Contact Doctor. Kamu juga bisa membeli keperluan medis seperti obat atau vitamin melalui layanan Pharmacy Delivery yang akan mengantarkan pesananmu tidak lebih dari satu jam. Download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play sekarang juga.

Lemahnya Memori dan Konsentrasi

Efek kemoterapi bisa memengaruhi memori dan konsentrasi, serta disorientasi waktu untuk sebagian orang. Kamu akan merasa jika rutinitas harian kamu memakan waktu yang lebih untuk diselesaikan. Namun, gejala ini akan hilang setelah pengobatan selesai.

Mukositis

Efek kemoterapi bisa menyebabkan mukositis. Mukositis adalah peradangan pada lapisan jaringan lembut di sistem pencernaan, dari mulut hingga anus. Orang yang mendapatkan dosis tinggi kemoterapi bisa mengalami hal ini. Biasanya mukositis muncul pada 7 hingga 10 hari setelah kemoterapi dilakukan. Biasanya kamu akan menemukan bisul pada mulut dan bisa membuat kamu merasa sakit ketika makan.

Itulah 6 efek kemoterapi yang bisa kamu rasakan setelah melakukan metode pengobatan ini yang belum banyak orang tahu. Harap waspada terhadap efek kemoterapi di atas. Bila kamu merasakan efek-efek kemoterapi di atas dan tak kunjung membaik, sebaiknya segera tanyakan pada dokter.

Baca juga: Datang Diam-Diam, 4 Kanker ini Sulit Dideteksi