• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 6 Efek Kemoterapi yang Belum Banyak Orang Tahu

6 Efek Kemoterapi yang Belum Banyak Orang Tahu

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia

Halodoc, Jakarta - Kemoterapi, yang sering disebut kemo dikenal sebagai pengobatan untuk membunuh sel kanker. Kemoterapi bekerja dengan menghentikan atau menghambat pertumbuhan sel kanker yang berkembang dan membelah diri dengan cepat. Kemoterapi memiliki peranan penting dalam melawan sel kanker. Namun, penerapannya tergantung kepada jenis dan tingkat penyebaran kankernya. Walaupun bisa membantu melawan sel kanker, seseorang yang melakukan metode pengobatan ini berisiko mengalami efek samping.

Baca juga: Ini yang Terjadi pada Tubuh Setelah Kemoterapi

Sebenarnya, ada beberapa macam obat yang digunakan untuk kemoterapi dan masing-masing memiliki efek yang berbeda. Setiap orang juga memiliki reaksi dan respon berbeda terhadap kemoterapi. Pada umumnya, efek kemoterapi yang ditimbulkan pada setiap orang bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti umur, gaya hidup, dan riwayat masalah kesehatan sebelumnya. Seseorang bisa saja mengalami sakit yang luar biasa, sedangkan pada orang lain, obat yang sama mungkin tidak menimbulkan efek samping yang berarti.

Mulai Rambut Rontok Hingga Anemia

Ketahui beberapa efek samping yang mungkin dialami oleh seseorang yang menjalankan kemoterapi, yaitu:

1. Rambut Rontok

Dilansir dari American Cancer Society, salah satu efek samping dari kemoterapi yang mungkin dialami oleh seseorang yang menjalani pengobatan ini adalah kerontokan rambut.

Kerontokan rambut yang terjadi karena kemoterapi disebabkan oleh penggunaan beberapa jenis obat untuk kemoterapi. Biasanya, kerontokan rambut terjadi beberapa minggu setelah proses kemoterapi yang pertama dilakukan.

2. Gangguan Pencernaan

Dikutip dari Healthline, proses kemoterapi yang dilakukan seseorang nyatanya dapat menyebabkan efek pada sistem pencernaan. Beberapa jenis obat yang digunakan untuk proses kemoterapi nyatanya dapat merusak sel saluran pencernaan. Kondisi ini menyebabkan seseorang yang menjalani kemoterapi sangat rentan mengalami mual hingga muntah.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi kondisi ini, salah satunya memenuhi kebutuhan cairan dalam tubuh dan hindari dehidrasi. Kondisi ini memberikan seseorang yang melakukan kemoterapi mengalami penurunan nafsu makan.

Jika masalah ini tidak dapat kamu atasi dengan baik di rumah, tidak ada salahnya bertanya langsung pada dokter untuk mengatasi kondisi ini agar tidak semakin memburuk. Tanyakan pada dokter melalui aplikasi Halodoc, kapan saja dan di mana saja.

3. Mulut Kering

Efek lain dari kemoterapi adalah kondisi mulut yang menjadi kering. Tidak jarang kondisi ini menyebabkan munculnya luka atau iritasi pada area mulut. Luka atau iritasi dapat terjadi pada beberapa bagian mulut, seperti gusi, lidah, langit-langit mulut, dan juga tenggorokan.

Kondisi ini dapat menyebabkan pengidap mengalami kesulitan mengunyah dan juga menelan. Luka mulut yang tidak diatasi dengan baik juga rentan terhadap infeksi. Jika terjadi infeksi pada mulut yang tidak kunjung membaik, segera lakukan pemeriksaan ke rumah sakit.

Baca juga: Kemoterapi Bisa Memicu Terjadinya Kanker Darah

4. Kesuburan

Sebagian orang juga mungkin mengalami kemoterapi yang memengaruhi kesuburannya, seperti kehilangan gairah seksual. Jangan khawatir karena hal ini sementara saja. Setelah pengobatan selesai, gairah seksual akan kembali seperti biasa. Kemoterapi juga bisa membuat baik laki-laki atau perempuan mengalami masalah reproduksi berupa infertilitas.

5. Anemia

Dilansir dari National Health Service UK, anemia menjadi salah satu efek yang mungkin akan dialami oleh seseorang yang menjalani proses pengobatan dengan kemoterapi. Bukan hanya sel darah darah putih saja yang menurun, jumlah sel darah merah juga mengalami penurunan.

Jika sel darah merah tersebut turun drastis, tubuh akan kehilangan oksigen dan bisa memicu anemia. Ada beberapa gejala yang dialami oleh seseorang dengan kondisi anemia, seperti kelelahan dan napas yang menjadi lebih pendek.

6. Lemahnya Memori dan Konsentrasi

Efek kemoterapi bisa memengaruhi memori dan konsentrasi, serta disorientasi waktu untuk sebagian orang. Kamu akan merasa jika rutinitas harian kamu memakan waktu yang lebih untuk diselesaikan. Namun, gejala ini akan hilang setelah pengobatan selesai.

Baca juga: Datang Diam-Diam, 4 Kanker ini Sulit Dideteksi

Itulah efek kemoterapi yang belum banyak orang tahu. Harap waspada terhadap efek kemoterapi di atas. Bila kamu merasakan efek-efek kemoterapi di atas dan tak kunjung membaik, sebaiknya segera tanyakan pada dokter.

 

Referensi:
National Health Service UK. Diakses pada 2020. Chemotherapy Side Effects
Healthline. Diakses pada 2020. The Effects of Chemotherapy on Your Body
American Cancer Society. Diakses pada 2020. Chemotherapy