18 October 2018

Jalani Kemoterapi, Begini Cara Atur Pola Makan yang Tepat

Jalani Kemoterapi, Begini Cara Atur Pola Makan yang Tepat

Halodoc, Jakarta - Mau tahu banyaknya angka kematian akibat kanker? Pada 2015, WHO memperkirakan setidaknya 9 juta orang meninggal akibat kanker. Sementara itu, di kawasan ASEAN sebanyak 50.000 kematian disebabkan oleh kanker.

Nah, untuk meningkatkan harapan hidup pengidap kanker dan mengontrol penyakitnya, kemoterapi merupakan salah satu terapi kanker yang paling diandalkan. Terapi medis ini menggunakan obat-obatan anti-kanker untuk membunuh sel-sel kanker secara sistematik. Tujuannya jelas, agar sel kanker ini tak membelah diri dan menyebar ke organ-organ atau bagian tubuh lain.

Meski tujuannya baik, tapi terapi kemoterapi bisa menimbulkan efek negatif pada tubuh. Mulai dari rambut rontok, mual dan muntah, lelah, hingga menurunnya sistem imun. Nah, untuk mengatasi hal ini, pengidap kanker yang sedang menjalani terapi ini amat disarankan untuk mengadopsi pola makan yang sehat. Lalu, seperti apa sih pola makan yang tepat untuk orang yang menjalani terapi kemoterapi?

Sedikit, Tapi Sering

Menurut ahli, pola makan yang sehat amat membantu dan berpengaruh untuk meningkatkan kekebalan tubuh pengidap kanker. Dengan begitu, mereka bisa mencapai target terapi yang diinginkan. Hal sebaliknya juga berlaku, asupan nutrisi yang buruk bisa menyebabkan malnutrisi sehingga meningkatkan toksisitas terapi.

Sederhananya, pengidap kanker yang menjalani terapi ini membutuhkan kalori sebanyak 25—30 kkal/kgBB/hari dan protein sebesar 1.2—1,5 g/kgBB/hari. Kata ahli, jumlah protein pengidap kanker memang lebih banyak dibandingkan dengan orang sehat. Alasannya, protein ini dibutuhkan untuk memperbaiki sel-sel yang rusak akibat terapi kemoterapi ataupun kanker.

Sayangnya, orang yang menjalani terapi ini akan kehilangan nafsu makan. Meski begitu, mereka amat disarankan untuk tetap mengonsumsi makanan yang bergizi. Para ahli merekomendasikan, pengidap kanker mesti mengonsumsi makanan dalam jumlah sedikit, tetapi sering.

Protein, Serat, dan Lemak Esensial

Anak-anak yang mengidap kanker dan menjalani terapi di atas, amat memerlukan makanan tinggi kalori dan protein dengan pola gizi seimbang. Menurut ahli, makanan seperti ini dibutuhkan sebagai bagian dari terapi suportif. Meski begitu, sebagian anak yang menjalani terapi ini akan mengalami kesulitan makan. Alhasil, berat badannya turun dan pertumbuhannya terganggu. Oleh sebab itu, pemberian makan bergizi seimbang sangat diperlukan untuk membantu mencapai pertumbuhan yang normal dan mencegah terjadinya masalah yang akan terjadi.

Menurut ahli dalam buku Immunity Foods for Healthy Kid, anak yang menjalani terapi kemoterapi amat disarankan mengonsumsi makanan tinggi protein nabati, serat larut air, dan asam lemak esensial demi membantu keseimbangan zat gizi dalam tubuh.

Ada Pantangannya

Meskipun dianjurkan mengonsumsi makanan yang bergizi, tinggi kalori, dan protein, tapi ada juga beberapa makanan yang pantang dikonsumsi saat kemoterapi. Nah, berikut di antaranya:

  • Jeruk dan Makanan Asam. Makanan ini bisa menimbulkan efek yang meningkatkan risiko sembelit dan menimbulkan rasa nyeri di perut.

  • Makanan Pedas. Makanan jenis ini bisa menimbulkan gangguan pencernaan yang membuat sistem kekebalan tubuh melemah. Makanan pedas juga bisa membuat mual dan menimbulkan rasa sakit di mulut dan tenggorokan.

  • Sayuran Mentah. Memiliki banyak bakteri dan kuman yang bisa meningkatkan risiko keracunan makanan atau penyakit infeksi. Pengidap kanker juga mesti menghindari makanan yang tidak matang dengan sempurna.

Mau tahu lebih jauh mengenai cara atur pola makan yang tepat saat menjalani terapi kemoterapi? Kamu bisa lho bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Baca juga: