07 November 2018

Inilah 7 Hal yang Bisa Menyebabkan PTSD

Inilah 7 Hal yang Bisa Menyebabkan PTSD

Halodoc, Jakarta - Kondisi gangguan mental tak hanya melulu menyoal gangguan kecemasan, stres, ataupun depresi saja. Sebab, ada juga gangguan mental lainnya yang juga bisa menyerang kapan saja. Misalnya, PTSD atau post traumatic stress disorder. PTSD sendiri merupakan kondisi kejiwaan yang dipicu oleh kejadian tragis yang pernah dialami atau disaksikan seseorang.

Contohnya, peristiwa traumatis pada bencana alam, kecelakaan lalu lintas, tindak kejahatan, ataupun pengalaman di medan perang. Kata ahli, post traumatic stress disorder membuat pengidapnya tak bisa melupakan pengalaman traumatis. Dalam beberapa kasus, pengidapnya juga ada yang tidak mau mengingat pengalaman traumatis tersebut, dan berpikir negatif terhadap diri dan dunia sekitarnya.

Meski bisa terjadi pada siapa saja, tapi PTSD lebih banyak memengaruhi wanita ketimbang pria. Kok bisa? Alasannya simpel, sebab wanita lebih sensitif terhadap perubahan daripada pria. Alhasil, kaum hawa akan mengalami emosi yang lebih intens. Namun yang perlu diingat, kondisi ini bisa menyerang semua golongan usia, bahkan anak-anak.

Omong-omong soal PTSD, apa sih penyebab yang di balik gangguan mental ini?

Penyebab PTSD

Sebenarnya, penyebab PTSD belum bisa dipastikan secara jelas. Namun, para ahli menduga bawa fakta yang seseorang alami, lihat, ancaman kematian, luka parah, pelecehan atau kekerasan seksual, ataupun pelajari tentang suatu kejadian yang melibatkan kematian, dapat menyebabkan PTSD. Nah, berikut beberapa faktor yang bisa memicu post traumatic stress disorder.

  1. Mengalami trauma jangka panjang.

  2. Memiliki anggota keluarga yang mengidap PTSD atau gangguan mental lain.

  3. Pernah mengalami peristiwa trauma lain, contohnya penyiksaan saat masa kecil.

  4. Mengidap gangguan mental lain, seperti meningkatnya risiko kecemasan dan depresi.

  5. Mewarisi aspek kepribadian atau temperamen tertentu.

  6. Profesi yang menimbulkan potensi seseorang untuk mengalami kejadian traumatis. Misalnya, tim SAR atau tentara.

  7. Kurangnya dukungan dari keluarga dan teman.

Gejalanya Berbeda-beda

Aktivitas sehari-hari seseorang yang mengidap PTSD bisa jadi akan terganggu karena gangguan mental ini. Terutama dalam hubungan dengan orang lain serta lingkungan kerja. Namun yang perlu digarisbawahi, gejala post traumatic stress disorder ini bisa muncul berbeda-beda pada tiap orang. Misalnya, ada yang akan mengalaminya segera setelah kejadian, dan ada pula yang muncul setelah beberapa bulan atau bahkan tahun kemudian. Nah, berikut beberapa gejalanya:

  • Pola pikir menjadi negatif. Pengidap PTSD cenderung berperasaan negatif terhadap diri sendiri atau orang lain. Di samping itu, mereka juga akan merasa terasing.

  • Ingatan yang mengganggu, contohnya selalu mengingat detail mengerikan dari kejadian tragis. Selain itu, pengidapnya mungkin saja sering mengalami mimpi buruk tentang kejadian tersebut.

  • Cenderung mengelak membicarakan atau memikirkan kejadian traumatis. Contohnya, menghindari orang, tempat, ataupun kegiatan yang memicu ingatan kejadian traumatis.

  • Pengidapnya bisa mengalami emosi yang lebih intens dari sebelumnya. Dengan kata lain, mereka mungkin lebih mudah marah, depresi, atau mood yang berubah dengan cepat. Selain itu, mereka juga akan sulit berkonsentrasi, merasa selalu waspada, mudah terkejut dan takut, hingga kesulitan untuk tidur.

  • PTSD juga bisa membuat seseorang merasa putus asa untuk menghadapi masa depan. Tak hanya itu, pengidapnya juga mungkin memiliki masalah ingatan, termasuk mengingat aspek penting dari kejadian traumatis. Dalam beberapa kasus, mereka juga sulit membina hubungan yang dekat dengan orang lain.

Mengalami gejala-gejala seperti di atas? Atau punya keluhan masalah kesehatan lainnya? Kamu bisa lho bertanya langsung kepada dokter ahli melalui  aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Baca juga: