20 February 2019

Inilah 7 Penyebab Perdarahan Dalam Otak

epidural hematoma

Halodoc, Jakarta - Cedera kepala merupakan salah satu jenis cedera yang bisa menyebabkan perdarahan dalam otak. Kondisi ini biasanya dialami oleh korban kecelakaan lalu lintas. Epidural hematoma merupakan salah satu tanda cedera kepala berat. Bagaimana cara mengatasinya? Yuk, baca penjelasan selengkapnya di bawah ini!

Baca juga: Sering Sakit Kepala, Mungkin Saja Gejala Epidural Hematoma

Epidural Hematoma, Berbahayakah?

Epidural hematoma merupakan kondisi masuk dan menumpuknya darah pada ruang yang berada di antara tulang tengkorak dan lapisan yang menyelimuti otak. Lapisan ini disebut dengan dura. Nah, masuknya darah pada ruang tersebut disebabkan oleh cedera yang terjadi pada kepala, sehingga menimbulkan keretakan pada tulang tengkorak, kerusakan pada lapisan dura, atau pembuluh darah otak.

Jika darah menumpuk antara ruang yang berada di antara tulang tengkorak dan dura, meningkat pula tekanan di kepala dan berpotensi menekan otak. Di samping itu, tekanan ini berpotensi menyebabkan gangguan pada pergerakan, kesadaran, penglihatan, dan kemampuan bicara.

Baca juga: 5 Komplikasi Akibat Epidural Hematoma

Mengidap Epidural Hematoma? Ini Gejala yang Muncul

Setelah mengalami cedera kepala, perdarahan biasanya akan muncul setelah beberapa menit atau beberapa jam. Gejala lain dari epidural hematoma, meliputi:

  • Merasa pusing dan kebingungan.

  • Sakit kepala yang terasa sangat sakit.

  • Sesak napas.

  • Mengantuk, dan tingkat kewaspadaan yang semakin menurun.

  • Mual dan muntah-muntah.

  • Kejang-kejang.

  • Membesarnya pupil pada salah satu mata, kondisi ini bisa menyebabkan gangguan penglihatan.

  • Merasa lemah pada salah satu bagian tubuh yang berlawanan dengan sisi pupil mata yang membesar.

Pengidap kondisi ini  bisa mengalami gejala berpola yang diawali dengan penurunan kesadaran, lalu sadar, dan beberapa saat kemudian kesadarannya kembali hilang.

Penyebab Seseorang Mengalami Perdarahan Dalam Otak

Kondisi ini umumnya dialami oleh anak-anak dan remaja, karena selaput yang menutupi otak belum melekat erat pada tengkorak. Beberapa faktor yang menjadi pemicu terjadinya perdarahan pada otak, yaitu:

  1. Kecelakaan lalu lintas merupakan penyebab umum dari epidural hematoma. Kecelakaan yang terjadi mengakibatkan masuk dan menumpuknya darah pada ruang yang berada di antara tengkorak dan dura.

  2. Pernah mengalami cedera kepala.

  3. Lanjut usia.

  4. Sedang mengonsumsi obat pengencer darah.

  5. Memiliki gangguan berjalan.

  6. Mengonsumsi alkohol.

  7. Tidak menggunakan alat pelindung saat sedang berkendara.

Selain menyebabkan perdarahan dalam otak, kondisi di atas juga bisa menyebabkan pembengkakan pada otak yang mengakibatkan otak mengalami pergeseran. Perdarahan pada otak merupakan kondisi berbahaya yang harus segera ditangani, karena kondisi ini dapat berujung pada kematian.

Enggak Mau Mengalami Epidural Hematoma? Begini Pencegahannya

Kondisi ini bisa dihindari dengan mencegah terjadinya cedera kepala. Upaya berikut bisa kamu lakukan untuk mencegah terjadinya epidural hematoma:

  • Berhati-hati dalam melakukan aktivitas apapun.

  • Gunakan alat pelindung ketika berkendara.

  • Hindari konsumsi alkohol saat sedang berkendara.

Pencegahan di atas bisa kamu lakukan kalau kamu enggak mau mengalami perdarahan dalam otak. Jika kamu mengalami epidural hematoma, beberapa komplikasi yang mungkin akan terjadi, yaitu:

  • Koma.

  • Lumpuh.

  • Mati rasa.

  • Hidrosefalus, yaitu kondisi ketika terjadinya peningkatan cairan serebrospinal di dalam otak yang mengganggu fungsi otak.

  • Herniasi otak, yaitu kondisi ketika bagian otak bergeser atau pindah dari tempat awal.

Baca juga: Cedera Kepala? Segera Periksa Potensi Epidural Hematoma yang Berbahaya

Kamu mengalami kecelakaan dan terasa ada yang aneh dengan kepalamu? Diskusikan langsung dengan dokter ahlinya di aplikasi Halodoc melalui Chat atau Voice/Video Call. Enggak hanya itu, kamu juga bisa membeli obat yang sedang kamu butuhkan. Tanpa perlu repot, pesanan kamu akan diantar ke tempat tujuan dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasinya di Google Play atau App Store!