30 March 2019

Inilah Alasan Seseorang Alami Alergi Kacang

Inilah Alasan Seseorang Alami Alergi Kacang

Halodoc, Jakarta – Alergi kacang terjadi ketika tubuh menganggap protein yang terkandung dalam kacang sebagai zat berbahaya. Hal ini menyebabkan tubuh bereaksi berlebihan dan melepaskan bahan kimia (seperti histamin) ke dalam darah. Reaksi alergi muncul ketika pengidapnya mengonsumsi kacang atau makanan yang mengandung kacang. Bahkan, hanya sekadar menghirup aroma kacang bisa memunculkan reaksi alergi.

Baca Juga: Bukan Cuma Telur, Kacang Juga Sebabkan Alergi pada Anak

Alergi kacang bisa terjadi pada siapa saja. Gejala umumnya berupa ruam kemerahan pada kulit yang disertai rasa gatal dan bengkak. Pengidap juga mengalami hidung meler, bersin, sakit tenggorokan, batuk, mengi, susah bernapas, mual, kram perut, diare, hingga syok anafilaksis. Gejala muncul beberapa menit hingga beberapa jam setelah konsumsi kacang.

Penyebab Munculnya Alergi Kacang

Seseorang berisiko mengidap alergi kacang bila pernah mengidap kondisi serupa atau alergi lain, ada riwayat keluarga dengan alergi kacang, dan mengidap penyakit kulit seperti dermatitis atopik. Anak-anak berusia 1-2 tahun berisiko lebih besar mengidap alergi kacang dibandingkan orang dewasa. Alergi kacang yang terjadi ketika masa kanak-kanak bisa berlanjut hingga dewasa. Hanya sebagian kecil pengidap yang mampu sembuh dari alergi kacang seiring bertambahnya usia.

Cara Diagnosis Alergi Kacang

Kamu dicurigai mengidap alergi kacang jika muncul reaksi alergi setelah konsumsi kacang atau makanan yang mengandung kacang. Biasanya dokter memulai diagnosis dengan menanyakan makanan yang dikonsumsi sebelum gejala muncul, dan riwayat alergi yang pernah diidap keluarga.

Apabila belum ditemukan penyebab alergi, pengidap disarankan menjalani metode eliminasi makanan. Pengidap diminta tidak konsumsi kacang selama 1-2 minggu, lalu bisa kembali ke pola makan sambil mencatat makanan yang dikonsumsi setelahnya. Tes ini harus sesuai petunjuk dokter karena tidak sepenuhnya aman.

Pemeriksaan penunjang dibutuhkan untuk menegakkan diagnosis, di antaranya adalah:

  • Tes darah, untuk memeriksa kadar antibodi imunoglobulin E (IgE) atau kadar antibodi alergen dalam tubuh.

  • Tes kulit. Caranya dengan meletakkan makanan yang dicurigai sebagai pemicu alergi di atas kulit pengidap dan ditusuk dengan jarum. Jika muncul reaksi alergi, seseorang dicurigai mengidap alergi kacang atau intoleransi makanan tertentu.

  • Tes makanan. Dokter memberikan berbagai makanan dengan atau tanpa kandungan kacang. Kemudian akan diamati kemunculan reaksi alergi setelahnya. Tes ini dilakukan di rumah sakit agar bisa ditangani jika muncul reaksi alergi yang parah.

Baca Juga: Ibu Harus Tahu, Ini Tes untuk Mengetahui Alergi Kacang

Pengobatan Alergi Kacang

Hingga kini, belum ditemukan pengobatan alergi kacang. Beberapa cara dan obat berikut dikonsumsi hanya untuk mengurangi gejala yang muncul. Jika kamu pengidap alergi kacang, sebaiknya lakukan beberapa hal berikut ini:

  • Hindari makanan dan minuman yang mengandung protein kacang.

  • Konsumsi obat antihistamin. Antihistamin dikonsumsi untuk mengatasi gejala alergi kacang yang ringan, biasanya diminum setelah tidak sengaja konsumsi protein kacang. Obat bereaksi dalam waktu 15-20 menit setelah diminum.

  • Konsumsi obat epinefrin, dikonsumsi untuk mengatasi gejala alergi kacang yang parah. Obat ini diresepkan dalam bentuk suntikan agar cepat beraksi. Segera berikan obat ini jika gejala alergi memburuk.

Baca Juga: Anak Alergi Kacang, Bisa Diobati?

Itulah penyebab alergi kacang yang perlu diketahui. Kalau kamu punya alergi kacang atau intoleransi terhadap makanan lain, jangan ragu berbicara dengan dokter Halodoc. Kamu bisa menggunakan fitur Talk to A Doctor yang ada di aplikasi Halodoc untuk menghubungi psikolog atau psikiater kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!