Inilah Bedanya Polio dan GBS, Penyakit yang Sama-Sama Bikin Lumpuh Kaki Anak

Inilah Bedanya Polio dan GBS, Penyakit yang Sama-Sama Bikin Lumpuh Kaki Anak

Halodoc, Jakarta - Polio adalah sebuah penyakit menular yang disebabkan oleh virus Polio. Gangguan ini dapat memengaruhi sel-sel pada sumsum tulang belakang dan menyebabkan lumpuh kaki anak secara permanen. Selain itu, Guillain Barre Syndrome (GBS) adalah penyakit demielinasi akut yang dimediasi imun dan menyebabkan kelumpuhan motorik yang dominan bersama dengan beberapa manifestasi sensoris dan otonom.

Suatu hal menjadi perbedaan utama antara Polio dan Guillain Barre Syndrome adalah bahwa Polio tidak memiliki pengobatan. khusus. Sedangkan Sindrom Guillain Barre dapat diobati dengan imunoglobulin intravena atau plasmaferesis.

Apa Itu Polio?

Polio adalah infeksi virus yang disebabkan oleh virus Polio. Penyakit ini ditularkan melalui rute fekal-oral, yaitu rute penularan penyakit dari feses ke mulut. Virus ini berkembang biak di saluran gastrointestinal dan menyerang tubuh. Umumnya penyakit ini menyebabkan penyakit demam. Virus ini disebarkan oleh seseorang yang terinfeksi melalui tinja.

Jadi, polio adalah infeksi yang ditularkan melalui air dan makanan. Pada beberapa kasus, virus ini dapat merusak sel-sel tanduk anterior medula spinalis yang menyebabkan kelumpuhan anggota gerak permanen. Polio sekarang telah menghilang, karena telah ditemukannya vaksin Polio.

Vaksin ini diberikan kepada bayi setelah lahir. Terdapat dua bentuk vaksin yang umum diberikan, yaitu vaksin Sabin dan Salk. Beberapa negara telah mengatasi Polio dengan vaksin tersebut. Namun, belum ada pengobatan yang tersedia untuk menyembuhkan Polio untuk menyembuhkan lumpuh kaki pada anak. Program pencegahan polio dilakukan di bawah pengawasan WHO tentang penyakit menular di negara-negara berkembang.

Baca Juga: Kenali Lebih Dekat Penyakit Polio pada Anak

Pengertian Guillain Barre Syndrome atau GBS

GBS adalah penyakit demielinasi akut yang disebabkan oleh antibodi. Antibodi ini dapat disebabkan oleh beberapa penyakit bakteri dan virus. Gangguan tersebut muncul sekitar 3-4 minggu setelah infeksi terpapar dan kondisi tersebut diperantarai oleh kekebalan tubuh.

Gangguan ini menyebabkan lumpuh kaki anak yang khas mulai dari tungkai bawah ke atas. Selain itu, gangguan ini dapat memengaruhi seluruh otot, termasuk otot wajah. GBS dapat dikaitkan dengan kelainan sensorik ringan juga. Namun, ini dapat dikaitkan dengan disfungsi otonom yang serius seperti aritmia.

Diagnosis dari gangguan ini biasanya bersifat klinis dan dapat dikonfirmasikan oleh ahli medis tentang saraf. Terkadang GBS dapat menyebabkan komplikasi serius seperti kelumpuhan otot pernapasan dan kematian. Karena itu, pengidap gangguan ini perlu diagnosis yang cermat oleh ahli saraf di pusat perawatan intensif.

Selain itu, pengobatan dari penyakit yang menyebabkan lumpuh kaki anak ini adalah dengan menggunakan imunoglobulin intravena atau dengan plasmaferesis. Cara tersebut dapat membuat antibodi penyebab penyakit dinetralkan atau dihilangkan dari tubuh. Pengidap GBS sepenuhnya dapat pulih dengan imunoglobulin intravena.

Baca Juga: Belum Ada Obat Sembuhkan Polio

Perbedaan Polio dan GBS

Penyakit yang menyebabkan lumpuh kaki anak ini mempunyai beberapa perbedaan, meskipun mempunyai dampak yang sama. Tentang kelainan pada sensor tubuh, polio tidak dapat menyebabkan gangguan pada sensor tubuh, tetapi pada GBS dapat menyebabkan gangguan sensor yang ringan.

Perihal disfungsi sistem saraf, polio tidak dapat menyebabkan gangguan tersebut, tetapi pada GBS dapat menyebabkan gangguan pada sistem saraf. Lalu, perbedaan pada pola yang menyebabkan kelemahan, polio berkembang dengan lambat dan kelumpuhan asimetris yang permanen. Sedangkan pada GBS, gangguan ini dapat menyebabkan kelumpuhan simetris dan terbilang cepat.

Baca Juga: Kenali Ciri-Ciri Sindrom Guillain Barre

Itulah penjelasan mengenai perbedaan polio dan GBS yang dapat menyebabkan lumpuh kaki anak. Jika kamu mempunyai pertanyaan perihal kedua gangguan tersebut, dokter dari Halodoc siap membantu. Caranya yaitu dengan download aplikasi Halodoc di smartphone kamu!