• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Inilah Gejala Awal Demam Berdarah yang Perlu Diwaspadai

Inilah Gejala Awal Demam Berdarah yang Perlu Diwaspadai

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Sebaiknya selalu jaga kebersihan lingkungan saat musim penghujan datang. Berbagai risiko gangguan kesehatan dapat dialami akibat kebersihan lingkungan yang kurang terjaga dengan baik. Salah satunya adalah penyakit demam berdarah.

Baca juga: 3 Fase Demam Berdarah yang Wajib Kamu Ketahui

Demam berdarah merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus dengue. Virus ini dapat masuk ke dalam tubuh melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Jika tidak diatasi dengan baik, penyakit ini dapat menyebabkan berbagai komplikasi. Untuk itu, kenali gejala awal demam berdarah agar kamu semakin waspada terhadap penyakit ini!

Waspada Terhadap Gejala Demam Berdarah

Nyamuk menjadi salah satu hewan yang dikenal dapat menjadi perantara penyakit demam berdarah. Penyebab utama dari penyakit ini adalah virus dengue. Saat nyamuk menggigit pengidap demam berdarah, maka nyamuk bisa menularkan virus dengue ke orang lain yang sehat. Saat nyamuk menggigit, virus dengue dapat masuk ke dalam aliran darah. Inilah yang menyebabkan seseorang mengalami gejala demam berdarah.

Bagi pengidap demam berdarah, gejala dapat tergolong ringan hingga berat. Namun, tidak ada salahnya ketahui beberapa gejala umum yang terkait dengan penyakit demam berdarah. Pengidap demam berdarah umumnya akan mengalami demam. Biasanya, kondisi demam akan disertai dengan gejala lain, seperti nyeri sendi dan otot, mual, muntah, rasa tidak nyaman pada belakang mata serta ruam.

Virus dengue memiliki masa inkubasi dalam tubuh manusia. Biasanya, gejala akan dialami setelah 4–7 hari seseorang terinfeksi virus dengue. Kondisi ini dapat membaik dalam waktu beberapa hari dengan perawatan yang tepat. Namun, waspada terhadap gejala saat tidak menunjukkan kondisi yang membaik.

Baca juga: Catat, Ini 6 Fakta Penting Tentang Demam Berdarah

Segera kunjungi rumah sakit ketika gejala demam berdarah menyebabkan kamu mengalami kondisi, seperti:

  1. Nyeri pada bagian perut.
  2. Napas yang menjadi lebih cepat.
  3. Muntah lebih dari 3 kali dalam waktu 24 jam.
  4. Perdarahan pada hidung maupun gusi.
  5. Terdapat darah pada muntah hingga feses.
  6. Mengalami kelelahan yang cukup parah dan kesulitan istirahat.

Itulah informasi seputar gejala demam berdarah yang perlu kamu waspadai. 

Perawatan bagi Pengidap Demam Berdarah

Hingga saat ini belum ada perawatan yang spesifik untuk mengatasi demam berdarah. Untuk mengatasi demam yang disebabkan oleh demam berdarah, biasanya dokter akan memberikan resep obat penurun demam

Untuk mengoptimalkan perawatan, sebaiknya beli obat pada apotek terdekat melalui Halodoc. Dengan begitu, kamu bisa menunggu obat sambil beristirahat di rumah. Mudah kan? Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga melalui App Store atau Google Play!

Selain itu, pastikan kamu memenuhi kebutuhan air putih setiap harinya. Gejala demam dan muntah dapat memicu kondisi dehidrasi. Hindari dehidrasi agar kesehatan semakin membaik dan pulih. 

Gejala demam berdarah yang cukup berat, tentunya perlu perawatan oleh tim medis pada rumah sakit. Ada beberapa tindakan yang perlu dilakukan untuk mengatasi gejala demam berdarah. Mulai dari penggantian cairan dan elektrolit, pemantauan tekanan darah secara berkala, hingga transfusi darah untuk mengganti kondisi kehilangan darah.

Demam berdarah yang tidak diatasi dengan baik dapat menyebabkan berbagai komplikasi. Berbagai komplikasi berisiko dialami oleh pengidap demam berdarah, seperti penurunan tekanan darah, dehidrasi, dengue shock syndrome, hingga kematian.

Baca juga: Benarkah Minuman Isotonik Bisa Sembuhkan Demam Berdarah?

Untuk itu, sangat penting melakukan pencegahan sejak dini agar kamu tidak mendapatkan gigitan nyamuk yang menyebabkan demam berdarah. Membersihkan lingkungan, mengatur cahaya, memasang kawat anti nyamuk, dan menggunakan krim anti nyamuk saat beraktivitas di luar ruangan menjadi beberapa pilihan yang bisa dilakukan untuk cegah demam berdarah.

Referensi:
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2021. Dengue.
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Dengue Fever.
World Health Organization. Diakses pada 2021. Dengue and Severe Dengue.