• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Inilah Gejala yang Muncul saat Mengalami PTSD

Inilah Gejala yang Muncul saat Mengalami PTSD

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Inilah Gejala yang Muncul saat Mengalami PTSD

Halodoc, Jakarta - Sama seperti pada fisik, penyakit pada mental juga banyak jenisnya dan tidak boleh disepelekan. Salah satu yang cukup umum terjadi adalah PTSD atau post-traumatic stress disorder. Gejala PTSD mirip dengan depresi. Namun, PTSD disebabkan oleh suatu kejadian yang menimbulkan trauma, seperti kecelakaan, kekerasan, pelecehan, perang, atau bencana alam. 

Hal yang menarik adalah gejala PTSD tidak selalu muncul segera setelah kejadian tersebut terjadi. PTSD umumnya didiagnosis setelah seseorang mengalami gejala selama setidaknya satu bulan, setelah mengalami kejadian traumatis. Namun, seseorang bisa saja baru mulai merasakan gejalanya, berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun setelah mengalami kejadian traumatis tersebut.

Baca juga: Kejadian Traumatis Picu Gangguan Jiwa, Ini Penyebabnya

Gejala PTSD yang Perlu Diwaspadai

Secara umum, gejala PTSD dibagi menjadi empat tipe, yaitu intrusive memory (gangguan pada ingatan), avoidance (menghindar), perubahan cara pikir menjadi lebih negatif, dan perubahan reaksi secara fisik maupun emosional. Namun, gejala tersebut dapat berbeda antara satu pengidap dengan yang lainnya.

Berikut ini hal perlu dipahami tentang gejala yang terjadi saat seseorang mengalami PTSD, yaitu:

1.Gangguan pada Ingatan (Intrusive memory)

Pengidap PTSD mengalami kesulitan untuk melupakan kejadian yang membuatnya trauma, sebesar apa pun usaha untuk menghapus ingatan tentang kejadian tersebut. Mereka sering mengalami kilas balik tentang kejadian traumatis itu, bahkan hingga terbawa mimpi.

Kembalinya ingatan tentang kejadian traumatis itu bisa membuat pengidap PTSD merasa kembali mengalami kejadian tersebut. Akibatnya, pengidap PTSD merasa cemas, takut, rasa bersalah, dan curiga. Semua bentuk emosi tersebut membuat mereka merasa sakit kepala, menggigil, detak jantung menjadi cepat, dan mengalami serangan panik. 

2.Menghindar (Avoidance)

Gejala PTSD selanjutnya adalah menghindar, yaitu melakukan segala cara untuk menjauhi hal-hal yang berkaitan dengan kejadian traumatis tersebut. Pengidap PTSD mungkin akan menunjukan sikap seperti:

  • Berusaha untuk tidak memikirkannya.
  • Tidak ingin berbicara mengenai kejadian tersebut.
  • Menghindari siapa pun dan apa pun yang berkaitan dengan kejadian tersebut, termasuk menghindari tempat dan kegiatan tersebut.

Sikap menghindar yang dilakukan pengidap PTSD juga tidak melulu berkaitan dengan kejadian traumatis yang pernah dialaminya. Mereka juga bisa menghindari orang-orang secara umum, menarik diri dari pergaulan, sehingga kerap dilanda kesepian. 

Baca juga: Ketahui Fakta Penting Tentang PTSD

3.Perubahan Cara Berpikir

Setelah mengalami kejadian traumatis, cara pikir pengidap PTSD mungkin bisa berubah, seperti:

  • Selalu berpikiran negatif terhadap diri sendiri dan orang lain.
  • Merasa tidak punya masa depan dan putus asa.
  • Mengalami gangguan daya ingat, termasuk melupakan bagian-bagian penting dari kejadian traumatis tersebut.
  • Kesulitan menjaga hubungan baik dengan orang di sekitar.
  • Menjadi tidak tertarik melakukan kegiatan yang semula menjadi hobi.
  • Sulit berpikiran positif.
  • Tidak memiliki kepekaan emosional.

4.Perubahan Reaksi Fisik dan Emosi

Pengidap PTSD akan menjadi lebih mudah terkejut atau takut. Mereka selalu merasa waspada dan curiga secara berlebihan. Selain itu, ada beberapa perubahan reaksi fisik dan emosi yang dialami pengidap PTSD, seperti:

  • Sering memilih melakukan hal-hal yang dapat membahayakan kesehatan, seperti mengonsumsi alkohol berlebihan atau menyetir ugal-ugalan.
  • Sulit tidur di malam hari.
  • Sulit fokus dan konsentrasi.
  • Mudah marah dan sering berperilaku agresif.
  • Sering merasa malu dan bersalah terhadap kejadian traumatis yang pernah dialami.

Itulah beberapa gejala PTSD secara umum. Sebenarnya, setelah mengalami kejadian traumatis, hampir semua orang akan merasakan setidaknya sedikit gejala PTSD. Wajar saja ingin menarik diri dari lingkungan sekitar, saat merasa keamanan terancam. Begitu pula jika merasa ketakutan, atau sulit untuk mengeluarkan kejadian tersebut dari pikiran. 

Baca juga: Penembakan di California, Pelaku Diduga Idap PTSD

Hal-hal tersebut adalah respons normal karena pengalaman kejadian traumatis yang pernah dialami. Bagi kebanyakan orang, hal-hal itu hanya dialami dalam waktu singkat selama beberapa hari atau minggu. Seiring berjalannya waktu, hal itu akan hilang dengan sendirinya. 

Namun, pada pengidap PTSD, gejala tersebut tak kunjung mereda, setelah waktu yang lama. Bahkan dirasa bertambah parah setiap harinya dan mengganggu kualitas hidup. Jadi, jika kamu atau orang terdekat ada yang mengalami gejala PTSD, segera download aplikasi Halodoc untuk buat janji dengan psikolog atau psikiater di rumah sakit, agar bisa menjalani pengobatan.

Referensi:
Anxiety And Depression Association Of America. Diakses pada 2020. Symptoms of PTSD.
Psych Central. Diakses pada 2020. Posttraumatic Stress Disorder (PTSD) Symptoms.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Post-traumatic stress disorder (PTSD).
WebMD. Diakses pada 2020. Symptoms of PTSD.