Inilah Mikroba yang Menyebabkan Munculnya Balanitis

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia
Inilah Mikroba yang Menyebabkan Munculnya Balanitis

Halodoc, Jakarta – Balanitis adalah kondisi yang sering dialami oleh pria dan dapat disebabkan oleh berbagai kondisi. Balanitis terbagi atas tiga jenis berdasarkan penyebabnya. Balanitis yang disebabkan oleh inflamasi disebut dengan Zoon’s Balanitis. Sedangkan balanitis yang disebabkan oleh arthritis reaktif disebut Circinate Balanitis. Terakhir, Pseudoepitheliomatous Keratotic and Micaceous Balanitis ditandai dengan kulit seperti kerak dan munculnya lepuh.

Baca Juga: Benarkah Mr P yang Tidak Disunat Bisa Alami Balanitis?

Munculnya balanitis dapat dipicu oleh infeksi seksual maupun infeksi yang ditularkan secara non-seksual. Selain itu, balanitis juga dapat disebabkan karena kebersihan alat kelamin yang kurang diperhatikan terutama pada laki-laki yang belum disunat. Ada berbagai jenis mikroba yang dapat sebabkan terjadinya balanitis. Apa saja? Berikut jawabannya.

Mikroba Penyebab Balanitis

Jenis mikroba yang sering menyebabkan balanitis adalah jamur Candida albicans. Jamur ini adalah jenis jamur yang juga sering menjadi penyebab sariawan. Selain jamur, bakteri dan virus juga bisa sebabkan balanitis. Pada kasus bakteri, biasanya dipicu karena kondisi kulup penis yang hangat dan lembap. Sedangkan virus, contohnya virus herpes simpleks, klamidia, dan sifilis yang sebagian besar ditularkan melalui hubungan seksual.

Para pria mungkin perlu mengetahui gejala dan tindakan pencegahan dari balanitis agar lebih waspada terhadap penyakit ini. Berikut gejala balanitis yang perlu diketahui.

Gejala Balanitis

Gejala utama balanitis umumnya berupa pembengkakan dan kemerahan pada kulup. Gejala lainnya ditandai dengan kondisi, seperti:

  • Kulup penis terasa mengencang;

  • Gatal-gatal di area kelamin;

  • Rasa sakit pada kelamin;

  • Kulit penis terasa menyakitkan; dan

  • Pembengkakan pada ujung penis yang dapat menekan uretra. Akibatnya, seseorang akan merasa sakit saat buang air kecil.

Munculnya gejala-gejala di atas disebabkan karena lipatan kulit dapat mengunci sel-sel mati, keluarnya cairan, dan minyak. Pria yang tidak mencuci alat kelaminnya secara teratur, akan membuat sel mati dan cairan lainnya menumpuk dan membentuk smegma. Smegma biasanya akan menimbulkan bau yang tidak sedap.

Baca Juga: Mr. P Terasa Sakit, Mungkin Saja Terkena 7 Penyakit Ini

Kalau kamu mengalami salah satu gejala di atas, coba tanyakan dulu ke dokter Halodoc untuk memastikannya. Jangan lupa download aplikasinya di sini. Selain mengetahui gejalanya, yang terpenting kamu juga harus tahu langkah-langkah pencegahannya di bawah ini/

Langkah Pencegahan Balanitis

Karena sering disebabkan oleh kebersihan alat kelamin yang kurang terjaga, maka pencegahan utama balanitis adalah selalu menjaga kebersihan alat kelamin. Pastikan agar Mr P tetap bersih dan kering. Tips kebersihan lainnya meliputi:

  • Kulit khatan harus ditarik kembali untuk membuka kelenjar;

  • Cuci alat kelamin secara menyeluruh dan dengan lembut menggunakan air hangat.;

  • Hindari mencuci penis dengan sabun karena berisiko mengiritasi;

  • Krim berair atau pembersih tanpa pewangi lainnya dapat digunakan, tetapi harus dibilas sepenuhnya;

  • Sebelum mengganti kulit khatan, pastikan kelenjar harus benar-benar kering;

  • Pria yang cenderung mengalami balanitis setelah berhubungan seks harus mencuci penis setelah melakukan aktivitas seksual.

Lantas, kalau sudah terlanjur terjadi, apa opsi perawatan yang bisa dilakukan? Berikut ini beberapa opsi perawatan balanitis.

Opsi Perawatan Balanitis

Selama masa perawatan, pengidap disarankan untuk menghentikan semua penggunaan sabun yang mengandung parfum, lotion atau krim lainnya yang berisiko mengiritasi kulit khatan. Sebaiknya, hanya gunakan air hangat untuk membersihkan alat kelamin. Setelah di diagnosis balanitis, dokter biasanya akan meresepkan krim untuk mengurangi gatal-gatal dan peradangan. 

Baca Juga: Waspada Smegma yang Dapat Menumpuk di Kelamin

Apabila balanitis disebabkan oleh infeksi, dokter akan meresepkan antibiotik atau obat antijamur tergantung apa yang menyebabkan balanitis. Obat-obatan ini sangat dibutuhkan untuk menghentikan peradangan, pembengkakan, gatal, dan keluarnya cairan.