13 December 2018

Inilah Pengobatan yang Tepat bagi Pengidap Trombositosis

 pengobatan untuk trombositosis, transplantasi sumsum tulang belakang

Halodoc, Jakarta - Trombositosis merupakan sebuah gangguan ketika tubuh memproduksi terlalu banyak trombosit. Trombosit sendiri merupakan sel darah yang berperan dalam proses pembekuan darah, dengan cara saling menempel untuk membentuk bekuan darah. Kelainan ini disebut trombositosis reaktif, karena disebabkan oleh kondisi yang mendasarinya, misalnya infeksi.

Jika jumlah trombosit dalam darah terlalu banyak, risiko penyumbatan pembuluh darah akan meningkat di beberapa anggota tubuh. Jumlah trombosit dalam sel darah yang normal adalah 150.000-450.000 per mikroliter darah. Seseorang bisa dinyatakan mengalami trombositosis jika jumlah trombosit di atas 450.000 per mikroliter darah. Gangguan ini bisa dialami semua usia, meski lebih sering terjadi pada usia di atas 50 tahun dan lebih banyak dialami wanita. Contoh penyakit yang dapat dipicu akibat kondisi ini adalah stroke dan serangan jantung.

Trombositosis sendiri jarang menunjukkan gejala pada pengidapnya. Seseorang baru mengetahui kondisi ini ketika mereka melakukan pemeriksaan darah secara rutin. Namun pada sebagian pengidapnya, gejala yang mungkin akan muncul dapat berupa:

  • Keluarnya perdarahan melalui mulut, hidung, gusi, dan saluran pencernaan.

  • Dada terasa nyeri.

  • Gangguan sementara pada penglihatan.

  • Mati rasa atau kesemutan pada bagian lengan dan tungkai.

  • Tubuh terasa lemas.

  • Memar pada kulit.

  • Terasa sakit kepala.

Trombositosis juga dapat menimbulkan pembekuan darah yang tidak normal, sehingga memicu serangan jantung, stroke, atau gumpalan darah di pembuluh darah perut. Beberapa jenis trombositosis, diantaranya:

  • Trombositosis primer atau trombositosis esensial. Trombositosis ini disebabkan oleh gangguan pada sumsum tulang. Kondisi ini merupakan yang lebih sering menjadi penyebab penggumpalan darah.

  • Trombositosis atau trombositemia sekunder atau trombositosis reaktif. Trombositosis ini umumnya disebabkan oleh infeksi atau penyakit lain yang sudah ada atau sedang alami oleh seseorang. Trombositosis sekunder merupakan salah satu reaksi berlebih terhadap kondisi yang dialami tubuh dan dapat disebabkan oleh beberapa kondisi lain, seperti reaksi alergi, serangan jantung, latihan fisik, infeksi (misalnya tuberkulosis), kekurangan zat besi, kekurangan vitamin, hingga kanker. Nah, reaksi berlebih ini memicu pelepasan sitokin-sitokin yang menyebabkan meningkatnya produksi trombosit.

Beberapa penyebab lain yang dapat memicu terjadinya trombositosis, antara lain:

  • Luka Bakar.

  • Pankreatitis.

  • Anemia hemolitik.

  • Operasi pengangkatan limpa.

  • Kehilangan darah atau pendarahan akut parah.

  • Gagal ginjal akut atau gangguan pada organ ginjal lainnya.

  • Peradangan, seperti kondisi rheumatoid arthritis, gangguan jaringan ikat, peradangan usus, atau penyakit celiac.

Selain beberapa penyebab di atas, faktor genetik dari orang tua atau anggota keluarga yang memiliki kondisi ini juga berperan. Selain itu, pengobatan trombositosis dilakukan sesuai jenisnya. Pengidap trombositosis yang tidak mengalami gejala dan kondisinya stabil hanya memerlukan pemeriksaan secara rutin. Sementara, pengobatan untuk pengidap trombositosis dapat dilakukan dengan cara:

  • Pemberian obat penurun jumlah trombosit, yang digunakan untuk menekan produksi sel darah pada sumsum tulang, anagrelide, serta interferon alfa yang diberikan dalam bentuk suntikan.

  • Pemberian aspirin, yang berfungsi supaya trombosit tidak terlalu lengket dan mengganggu pembekuan darah. Namun, untuk pengidap dengan gejala perdarahan yang hebat, penggunaan aspirin tidak dianjurkan untuk dikonsumsi.

  • Transplantasi sumsum tulang. Prosedur ini dilakukan jika pengobatan lain tidak dapat mengatasi gejala yang terjadi. Transplantasi sumsum tulang dapat disarankan jika pengidap masih dalam usia muda dan memiliki donor yang cocok.

Kamu punya pertanyaan seputar trombositosis? Yuk, diskusikan langsung dengan dokter ahli di aplikasi Halodoc. Kamu juga bisa membeli obat yang sedang kamu butuhkan, dan pesanan kamu akan sampai dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasinya di Google Play atau App Store!

Baca juga: