• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Inilah Risiko Komplikasi Diabetes pada 4 Bagian Tubuh

Inilah Risiko Komplikasi Diabetes pada 4 Bagian Tubuh

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Mau tahu berapa banyaknya pengidap diabetes secara global? Menurut data dari International Diabetes Federation tahun 2019, sekitar 463 juta dari total populasi dunia (20–79 tahun) mengidap diabetes. US National Library of Medicine National Institutes of Health juga memprediksi meningkat menjadi 700 juta pada tahun 2045.

Jangan main-main dengan penyakit ini. Sebab dalam jangka panjang, diabetes yang dibiarkan tanpa penanganan bisa memicu berbagai komplikasi. Nah, komplikasi yang ditimbulkan diabetes ini bisa menyerang berbagai organ tubuh. Mulai dari jantung, mata, hingga ginjal. Yuk, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini, ya.

Baca juga: Diabetes Tipe 1 dan 2, Lebih Bahaya Mana

1. Membahayakan Jantung

Menurut jurnal yang dipublikasikan di Elsevier How to ADVANCE Prevention of Cardiovascular Complications in Type 2 Diabetes, pengidap diabetes tipe 2 berisiko lebih tinggi terserang penyakit makrovaskular (pembuluh darah besar) dan mikrovaskuler (pembuluh darah kecil).

Nah, komplikasi diabetes yang merusak makrovaskular ini bisa menyebabkan masalah pada jantung. Contohnya memicu penyakit jantung koroner dan gagal jantung kongestif seperti dikutip dari jurnal Grobbee, DE. How to ADVANCE Prevention of Cardiovascular Complications in Type 2 Diabetes.

Di samping itu, penyakit diabetes bisa berkontribusi terhadap tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi. Nah, kedua kondisi inilah yang bisa meningkatkan risiko serangan jantung dan penyakit kardiovaskular.

Kadar gula yang tinggi dalam tubuh bisa menjadi “bom” waktu. Alasannya, glukosa berlebih yang mengalir dalam darah bisa merusak pembuluh darah yang pada akhirnya memicu serangan jantung. Tak cuma itu saja, kerusakan yang disebabkan diabetes juga bisa menyebabkan penumpukan lemak, akibat kolesterol atau plak yang disebut dengan aterosklerosis. Kondisi inilah yang memicu beragam masalah pada jantung nantinya.

2. Kebutaan pada Mata

Bagaimana dengan komplikasi diabetes terkait mikrovaskuler? Menurut jurnal Grobbee DE. Metabolism masalah pada pembuluh darah kecil ini bisa memicu diabetic retinopathy (retinopati diabetik). Kondisi ini terjadi akibat adanya penyumbatan pembuluh darah pada bagian mata.

Di Australia, retinopati diabetik merupakan penyebab utama kebutaan pada orang di bawah 60 tahun. Hal yang perlu diingat diabetes juga bisa menyebabkan katarak dan masalah mata lainnya.

Oleh karena itu, pengidap diabetes yang mengalami masalah pada mata, perlu melakukan pemeriksaan dan perawatan secara teratur. Tujuannya jelas, untuk mencegah komplikasi lebih lanjut atau kebutaan.

Baca juga: Waspadai 9 Gejala Diabetes yang Menyerang Tubuh

3. Masalah pada Kulit

Kata siapa masalah kulit cuma berkaitan dengan sinar matahari, polusi, atau kurang tidur saja? Hati-hati, ternyata diabetes juga bisa beragam keluhan pada kulit. Pengidap diabetes berisiko mengalami kulit kering, bersisik, pecah-pecah, menghitam, bahkan hingga jamuran. Jamuran ini umumnya terjadi pada pengidap diabetes yang malas mengeringkan sela-sela jari.

Tak cuma itu saja dampak diabetes pada kulit. Pada beberapa kasus, diabetes juga bisa menyebabkan nutrisi pada kulit semakin berkurang. Nah, kondisi inilah yang bakal menyulitkan kulit untuk melakukan regenerasi.

4. Ginjal

Masih dalam jurnal Grobbee DE. Metabolism, komplikasi diabetes terkait mikrovaskular juga bisa menghantui organ ginjal. Di dunia medis, kondisi ini disebut nefropati diabetik, yaitu penyakit ginjal yang disebabkan oleh diabetes.

Kondisi ini terjadi ketika diabetes mengakibatkan terbentuknya jaringan parut dan kerusakan pada nefron (bagian ginjal)1. Padahal, nefron punya berperan penting untuk menyaring limbah dari darah dan membuang kelebihan cairan dari tubuh.

Hati-hati, masalah pada ginjal akibat diabetes bisa membuat ginjal berhenti bekerja. Akibatnya, pengidapnya perlu melakukan cuci darah atau bahkan transplantasi ginjal.

Baca juga:  3 Mitos Makanan untuk Pengidap Diabetes

5. Neuropati Diabetik dan Amputasi

Ada satu lagi komplikasi mikrovaskular yang amat menakutkan. Dalam beberapa kasus, pengidap diabetes harus menjalani amputasi demi keselamatannya. Umumnya amputasi ini dipicu oleh neuropati diabetik yang juga dipicu oleh kerusakan pembuluh darah kecil.

Neuropati diabetik ini merupakan gangguan saraf akibat penyakit diabetes. Meski bisa terjadi di saraf di bagian tubuh mana pun, tapi neuropati diabetik ini lebih sering menyerang saraf di kaki pengidapnya.

Neuropati diabetik ini bisa menyebabkan pengidapnya mati rasa baik terhadap rasa nyeri ataupun suhu. Kondisi mati rasa inilah yang membuat pengidap diabetes tak menyadari adanya luka. Nah, lama-kelamaan luka yang tidak ditangani ini bisa semakin meluas, menimbulkan infeksi, bahkan menyebabkan kematian jaringan sehingga harus diamputasi. 

Mau tahu lebih lengkap mengenai masalah diabetes atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!


 

Referensi:
Diabetes UK. Diakses pada 24 Agustus 2020. How Does Diabetes Affect The Body?.
Diabetes UK. Diakses pada 24 Agustus 2020. Diabetes and Heart Disease.
Grobbee, DE. Diakses pada 2020. How to ADVANCE Prevention of Cardiovascular Complications in Type 2 Diabetes. Metabolism. 2003; 52: 24 - 28.
Health Direct. Diakses pada 24 Agustus 2020. Complications of diabetes.
Mayo Clinic. Diseases and Conditions. Diakses pada 24 Agustus 2020. Diabetic Retinopathy.
The International Diabetes Federation. Diakses pada 24 Agustus 2020. Diabetes facts & figures.
US National Library of Medicine National Institutes of Health - Medline Plus. Diakses pada 24 Agustus 2020. Long-term complications of diabetes.
US National Library of Medicine National Institutes of Health. Diakses pada 24 Agustus 2020. Complications of Diabetes 2017.