18 June 2018

Inilah Siklus Menstruasi Wanita yang Normal Sesuai Usia

siklus menstruasi normal

Halodoc, Jakarta – Menstruasi adalah hal yang normal terjadi pada wanita. Meskipun terjadi setiap bulan, terkadang siklusnya sulit untuk diprediksi. Pada dasarnya, perubahan siklus menstruasi alias haid terjadi karena beberapa faktor. Termasuk karena perubahan hormon, kondisi tertentu seperti kehamilan, hingga faktor usia.  

Nyatanya usia seorang wanita cukup berpengaruh terhadap siklus haid yang terjadi. Nah, agar lebih jelas, yuk cari tahu perbedaan siklus menstruasi normal sesuai dengan usia!

Usia 20-an tahun

Memasuki usia 20 tahun, siklus haid biasanya sudah mulai mengalami perubahan. Sebab pada masa ini, proses ovulasi yang terjadi mulai tidak teratur sehingga siklus haid pada usia ini pun menjadi tidak menentu.

Kendati demikian, meski siklus haid mengalami peningkatan atau penurunan setiap bulannya, pada usia ini PMS alias premenstrual syndrome mungkin akan lebih sering dialami. Biasanya kondisi ini juga dibarengi dengan kram serta rasa nyeri pada payudara.

(Baca juga: Psikolog Sebut PMS hanya Mitos, Benarkah?)

Usia 30-an tahun

Perubahan siklus menstruasi yang terjadi pada usia ini ditandai dengan rasa sakit yang terasa lebih hebat dan berat dibanding kram biasa. Namun jangan sampai mengabaikan gejala ini. Sebab bisa jadi rasa nyeri yang dahsyat tersebut merupakan tanda adanya masalah, yaitu pertumbuhan tumor jinak yang disebut fibroid.

Bagi wanita yang sudah pernah melahirkan, biasanya pada masa ini juga akan terjadi perubahan siklus haid dalam jangka yang panjang. Namun biasanya rasa nyeri sebelum haid mungkin tidak akan lagi dirasakan wanita yang sudah pernah melahirkan. Sebab proses tersebut menyebabkan serviks menjadi sedikit lebih besar sehingga saat menstruasi tidak lagi terjadi kontraksi rahim yang kuat.

(Baca juga: 7 Tanda Haid Tidak Normal yang Harus Kamu Waspadai)

Usia 40-an tahun

Pada usia 40 tahun terjadi perubahan hormon yang menyebabkan ovulasi menjadi tidak teratur. Tak hanya itu, biasanya wanita pada usia ini akan mengalami rentang PMS yang jauh lebih panjang dibandingkan usia sebelumnya.

Selain itu, pada usia ini biasanya juga sudah mulai terlihat gejala perimenopause. Biasanya gejala ini sudah bisa diprediksi pada usia ini namun tidak ada yang tahu kapan tepatnya akan terjadi. Masa menopause biasanya terjadi pada awal usia 50 tahun. Namun tubuh sudah mulai mempersipkan akhir masa menstruasi tersebut pada delapan hingga sepuluh tahun sebelum memasuki masa ini. Usia 40 tahun menjadi gerbang fluktuasi hormon perimenopause, yang merupakan prekursor menopause.

Namun pada usia ini, wanita masih memiliki peluang untuk mengalami kehamilan meski ovulasi tidak menentu. Sebab wanita dikatakan telah menopause sempurna saat ia suda berhenti menstruasi setidaknya selama satu tahun.

(Baca juga: Wanita, Wajib Tahu Cara Menghilangkan Nyeri Menstruasi)

Artinya, perubahan siklus menstruasi yang terjadi sebenarnya adalah hal yang wajar. Tapi jika hal ini terus terjadi dan terlihat tidak wajar segera lakukan pemeriksaan. Apalagi jika siklus haid yang tidak teratur disertai dengan perubahan durasi, hingga konsistensi perdarahan yang tak stabil. Sebab hal itu bisa menjadi tanda adanya gangguan tiroid, sindrom ovarium polikistik, atau masalah kesehatan lain.

Jika ragu tentang siklus menstruasi yang normal pada wanita, coba bicarakan dengan dokter terpercaya di aplikasi Halodoc. Dokter bisa dihubungi kapan saja melalui fitur Voice/Video Call dan Chat. Dapatkan rekomendasi terbaik dan tips menjaga kesehatan agar menstruasi kembali normal. Ayo, segera download aplikasi Halodoc di App Store dan Google Play!