04 October 2018

Inilah yang Dimaksud dengan Hepatitis Autoimun

inilah yang dimaksud dengan hepatitis autoimun

Halodoc, Jakarta - Pada dasarnya, sistem kekebalan tubuh fungsinya sebagai perisai untuk melindungi tubuh dari serangan virus, bakteri, dan patogen lainnya. Namun, dalam beberapa kasus ada kalanya sistem imun ini justru menyerang tubuhmu sendiri. Dalam dunia kedokteran, kondisi ini biasa dikenal dengan penyakit autoimun.

Penyakit autoimun ini sendiri beragam, salah satunya hepatitis autoimun. Nah, berikut penjelasan hepatitis autoimun yang perlu diketahui.

Ketika Imun Menyerang Hati

Kata ahli, hepatitis merupakan hasil dari kerusakan hati yang kebanyakan disebabkan oleh konsumsi alkohol berlebih dan virus. Beberapa jenis hepatitis memang bisa berlangsung tanpa menyebabkan masalah yang serius, tetapi ada juga yang bisa bertahan lama hingga menimbulkan sederet masalah kesehatan lainnya.

Selain kedua penyebab di atas, hepatitis juga bisa disebabkan karena penyakit autoimun seperti hepatitis autoimun. Penyakit ini terjadi ketika sistem imun tubuh menyerang sel-sel hati. Nah, hal inilah yang menyebabkan hepatitis atau peradangan hati.

Jangan main-main dengan penyakit yang satu ini. Menurut para pakar,  hepatitis autoimun merupakan penyakit serius yang bisa berujung ke gagalnya fungsi hati bila tak diobati dengan tepat. Namun yang perlu diingat, penyakit ini tak pandang bulu alias bisa menyerang siapa saja. Meskipun begitu, wanita memiliki risiko yang lebih tinggi ketimbang pria. Menurut data, sekitar 70 persen pengidap hepatitis jenis ini ada wanita dengan usia 15-40 tahun.

Dibagi Menjadi Dua

Seperti banyaknya penyakit lain, hepatitis autoimun juga dibagi menjadi dua tipe, berikut penjelasannya.

- Tipe Satu

Tipe ini merupakan hepatitis autoimun yang paling umum. Biasanya, pengidap hepatitis tipe ini juga memiliki gangguan autoimun lainnya. Misalnya, rheumatoid arthritis, tiroiditis, atau kolitis ulseratif.

- Tipe Dua

Jenis hepatitis autoimun ini biasanya dialami oleh orang dewasa. Namun, gadis di rentang usia 2—14 tahun paling banyak mengalaminya. Kata ahli, pengidapnya biasanya juga memiliki gangguan autoimun lainnya, tetapi tipe dua ini sangat langka.

Kenali Gejalanya

Agar penyakit ini tak semakin berkembang, sebaiknya kamu perlu mengetahui beberapa gejala yang umumnya dialami oleh pengidap hepatitis autoimun.

- Kulit ruam.

- Gatal.

- Mual dan mutah.

- Urin berwarna gelap.

- Kelelahan.

- Nyeri sendi.

- Kehilangan nafsu makan.

- Perut tidak nyaman.

- Organ hati membesar.

- Warna kulit dan bagian putih bola mata menguning.

- Tidak mengalami menstruasi.

Bagaimana Mengobatinya?

Menurut para pakar, cara untuk mengobati kedua tipe hepatitis di atas bisa menggunakan obat untuk memperlambat sistem imun yang terlalu aktif. Misalnya, menggunakan corticosteroid yang disebut prednisone.

Hepatitis autoimum dengan pengobatan yang tepat akan masuk ke dalam masa remisi pada banyak orang, tetapi mungkin akan terjadi kembali. Oleh sebab itu, dalam beberapa kasus pengobatan seumur hidup mungkin diperlukan.

Bila pengobatan di atas menimbulkan efek samping yang parah, mungkin pengobatannya bisa dibantu dengan obat-obatan immunosuppressive lain seperti Azathioprine (Azasan, Imuran) dan 6-mercaptopurine. Menurut para pakar, pengidap hepatitis autoimun yang mengalami gagal hati mungkin akan membutuhkan transplantasi hati.

Punya keluhan kesehatan khususnya di bagian hati? Jangan ragu menghubungi dokter ahli demi mendapatkan penanganan yang tepat. Kamu bisa lho bertanya langsung ke dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Baca juga: