Inilah Yang Terjadi Pada Tubuh Saat Mengalami Cholangitis

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Inilah Yang Terjadi Pada Tubuh Saat Mengalami Cholangitis

Halodoc, Jakarta –  Cholangitis adalah peradangan pada sistem saluran empedu yang biasanya terkait dengan infeksi bakteri. Sistem saluran empedu adalah sistem drainase yang membawa empedu dari hati dan kantung empedu ke area usus kecil yang disebut duodenum. Infeksi dapat terjadi secara tiba-tiba atau mungkin kronis.

Ada beberapa kondisi yang dapat memicu infeksi pada sistem saluran empedu. Penyebab utama cholangitis adalah penyempitan atau penyumbatan di suatu tempat dalam sistem saluran empedu.

Penyumbatan mungkin berasal dari batu, tumor, gumpalan darah, penyempitan yang mungkin terjadi setelah prosedur pembedahan, pembengkakan pankreas, ataupun dari invasi parasit. Penyebab lain, termasuk aliran balik bakteri dari usus kecil, infeksi darah (bacteriemia), ataupun mengikuti prosedur diagnostik, seperti pemeriksaan endoskopi. Infeksi menyebabkan tekanan menumpuk di sistem saluran empedu.

Baca juga: 5 Fakta Tentang Penyakit Cholangitis yang Perlu Diketahui

Gejala Cholangitis

Gejala untuk cholangitis mungkin tergantung tingkat keparahan. Gejalanya termasuk:

  1. Nyeri di bagian kanan atas perut

  2. Demam

  3. Panas dingin

  4. Penyakit kuning (kulit dan mata menguning)

  5. Kotoran berwarna tanah liat

  6. Urine berwarna gelap

  7. Tekanan darah rendah

  8. Kelesuan

  9. Tingkat kewaspadaan yang menurun

Baca juga: Inilah 3 Fakta Penting Mengenai Cholangitis

Cholangitis terjadi lebih sering pada perempuan ketimbang laki-laki. Orang yang berisiko lebih besar adalah mereka yang sebelumnya mengidap batu empedu. Rasa sakit yang terkait dengan cholangitis sering meniru batu empedu. Selain riwayat medis lengkap dan pemeriksaan fisik, prosedur diagnosisnya, termasuk:

Baca juga: Enggak Steril, Ini 5 Penyakit Akibat Bakteri

  1. Tes darah

  2. Tes fungsi hati

  3. Tes kultur darah untuk menentukan apakah ada infeksi darah

  4. Kolangiografi di mana pemeriksaan X-ray pada saluran empedu menggunakan pewarna intravena (kontras)

  5. Kolangiografi transhepatic perkutan (PTC) perkutan

Jarum dimasukkan melalui kulit dan ke hati di mana pewarna (kontras) disimpan ke dalam saluran empedu dan struktur saluran empedu dapat dilihat dengan sinar-X.

  1. Endoscopic retrograde cholangiopancreatography (ERCP)

Prosedur yang memungkinkan dokter untuk mendiagnosis dan mengobati masalah di hati, kantung empedu, saluran empedu, dan pankreas. Prosedur ini menggabungkan sinar-X dan penggunaan endoskop yang merupakan tabung panjang, fleksibel, berlampu. Ruang lingkup dipandu melalui mulut dan tenggorokan pasien, kemudian melalui kerongkongan, lambung, dan duodenum.

Dokter dapat memeriksa bagian dalam organ-organ ini dan mendeteksi segala kelainan. Sebuah tabung kemudian melewati ruang lingkup dan pewarna disuntikkan yang akan memungkinkan organ-organ internal muncul pada sinar-X.

  1. Magnetic resonance cholangiopancreatography (MRCP)

Prosedur yang menggunakan magnetic resonance imaging (MRI) untuk mendapatkan gambar dari saluran empedu. Mesin ini menggunakan gelombang radio dan magnet untuk memindai organ dan jaringan internal.

  1. Ultrasonografi (juga disebut sonografi)

Teknik pencitraan diagnostik yang menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi untuk membuat gambar organ internal. Ultrasonografi digunakan untuk melihat organ dalam perut, seperti limfa, hati, dan ginjal, untuk menilai aliran darah melalui berbagai pembuluh.

Dalam beberapa kasus, mencegah cholangitis sulit. Tapi, karena kebanyakan kasus disebabkan oleh batu empedu yang menghalangi saluran empedu, maka mencegah batu empedu dapat membantu.

Pencegahannya dapat mencakup makan makanan yang sehat dengan jumlah serat larut dan tidak larut yang tepat dan berolahraga secara teratur. Berhenti merokok juga dapat membantu mencegah perkembangan bentuk cholangitis yang lebih serius.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai cara mencegah cholangitis, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.