21 March 2018

Introvert itu Pendiam, Masa sih? Ini Faktanya

Introvert itu Pendiam, Masa sih? Ini Faktanya

Halodoc, Jakarta – Jika ekstrovert identik dengan sifat ekspresif, maka introvert identik dengan sifat pendiam. Perbedaan itulah yang menjadi dasar seseorang menebak kepribadian. Tapi, apakah anggapan tersebut benar? Agar tidak salah, kamu harus cari tahu tentang fakta introvert di bawah ini, yuk!

Mitos 1: Introvert itu Pemalu

Introvert seringkali diidentikan dengan rasa malu. Itu mengapa banyak yang mengira jika orang yang pemalu itu introvert. Padahal, studi menunjukkan hal sebaliknya. Karena menurut beberapa studi, seorang introvert juga bisa bersosialisasi dengan baik. Bahkan, ada studi yang menyebutkan bahwa seorang introvert lebih mampu berhubungan dengan orang lain dan lebih empatik dibandingkan seorang ekstrovert, lho.

Mitos 2: Introvert Enggak Punya Teman

Karena lebih suka menghabiskan waktu sendiri, banyak yang mengira jika seorang introvert enggak punya teman. Padahal, sama seperti seorang ekstrovert, mereka juga punya banyak teman. Mereka juga bisa bersikap ramah, ceria, dan ekspresif saat kumpul bersama teman. Yang berbeda adalah, seorang introvert lebih menikmati waktu sendiri. Itu mengapa setelah kumpul bersama teman, seorang introvert akan menghabiskan waktu sendiri di dalam kamar, misalkan dengan membaca buku. Jadi, kamu enggak perlu heran jika punya teman yang mengaku seorang introvert, tapi punya kepribadian yang ramah.

Mitos 3: Introvert Membosankan

Seorang introvert biasanya lebih suka mendengar dibandingkan berbicara. Itu mengapa ada yang menganggap jika seorang introvert membosankan. Padahal, jika kamu “mengulik” pemikiran seorang introvert, kamu bisa kagum, lho. Ini karena seorang introvert lebih menyukai pembicaran dan pemikiran yang dalam. Ini dibuktikan dalam sebuah studi yang menemukan bahwa seorang introvert akan memproses informasi visual secara berbeda. Studi tahun 2012 juga menemukan bahwa dibandingkan seorang ekstrovert, seorang introvert memiliki materi abu-abu yang lebih tebal dan lebih besar di korteks prefrontal, yang merupakan area otak yang terkait dengan pemikiran abstrak dan pengambilan keputusan. Itu mengapa seorang introvert bisa lebih detil dalam memahami sesuatu di sekitarnya.

Mitos 4: Introvert Enggak Bisa Public Speaking

Bisa atau enggaknya kamu public speaking bukan karena tipe kepribadian, lho. Karena sebenarnya, kecemasan dalam public speaking disebabkan oleh faktor lain di luar tipe kepribadian. Misalnya yang memengaruhi adalah rasa takut dilihat banyak orang, takut penampilannya enggak bagus, dan alasan lainnya.

Mitos 5: Introvert Susah Dimengerti

Kalau kamu menganggap seorang introvert susah dimengerti, itu berarti kamu belum mengenalnya dengan baik. Karena kalau kamu sudah akrab dengan seorang introvert, mereka akan mau mengutarakan pikiran dan perasaan mereka. Mereka juga enggak akan ragu untuk mengutarakan pendapatnya jika dibutuhkan. Hanya terkadang, mereka butuh ditanya terlebih dahulu agar mereka mau mengungkapnnya.

Jadi, jangan salah paham lagi dengan introvert, ya. Kalau sisi introvert kamu lebih dominan, kamu juga enggak boleh “minder”. Terima diri kamu apa adanya, karena dengan menerima diri sendiri, kamu bisa lebih nyaman melakukan apapun yang kamu mau.

Selain memahami diri, kamu juga perlu memahami kondisi kesehatan kamu, lho. Karena kalau kamu punya keluhan kesehatan, kamu perlu segera bicara dengan dokter agar cepat pulih. Agar tidak repot ke luar rumah, kamu bisa memanfaatkan fitur Contact Doctor di aplikasi Halodoc. Kamu bisa bertanya pada dokter kapan saja dan dimana saja melalui Chat, Voice Call, atau Video Call. Jadi, ayo download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play. (Baca juga : Inilah Kepribadian Menurut Golongan Darah)