IT Chapter Two Rilis, Mengapa Ada Orang Fobia Badut?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
IT Chapter Two Rilis, Mengapa Ada Orang Fobia Badut?

Halodoc, Jakarta – Badut Pennywise kembali meneror Indonesia melalui bioskop sejak 6 September kemarin. Kalau kamu sudah pernah menonton sekuel sebelumnya, pasti tahu bahwa terdapat badut dengan riasan menyeramkan yang meneror sekelompok anak yang dinamai “The Losers Club”. Untuk memakan ketakutan mereka, badut Pennywise bisa berubah bentuk menjadi hal yang paling ditakuti anak tersebut.

IT Chapter Two mengisahkan 27 tahun setelah kejadian IT sekuel pertama. The Losers Club yang kini beranjak dewasa akhirnya bertemu kembali di kota asal mereka. Alasan kembalinya anggota-anggota The Losers Club disebabkan oleh sejumlah anak yang hilang secara misterius. Hilangnya sejumlah anak ini tidak lain dan tidak bukan adalah ulah si badut Pennywise.

Baca Juga: Ketahui Jenis Fobia, Penyebab Rasa Takut yang Berlebihan

Berbeda dengan badut Pennywise, badut digambarkan jenaka dan penuh keceriaan untuk menghibur orang-orang, terutama anak-anak. Meski begitu, tidak sedikit orang yang takut dengan badut. Lantas, sebenarnya apa yang membuat beberapa orang takut bahkan fobia dengan badut?

Alasan Seseorang Bisa Fobia Badut

Umumnya, orang akan melihat sebagai sosok yang menghibur dengan tingkah lakunya yang konyol dan lucu. Namun, tidak sedikit pula yang menganggap badut adalah sosok yang menyeramkan. Seseorang yang fobia terhadap badut menjadi sangat takut ketika berhadapan atau bahkan melihatnya dari kejauhan saja. Kecemasan berlebihan ini biasanya disebabkan oleh pengalaman yang kurang menyenangkan. 

Pengalaman pribadi yang negatif dengan badut di usia muda sering menjadi faktor utama fobia badut. Terlebih, media massa yang menciptakan “hype” seputar badut jahat membuat anak-anak tidak menyukai atau takut kepada mereka. Bukan cuma itu, ada dua alasan lain yang menyebabkan seseorang fobia badut.

Pertama, kita cenderung melihat ekspresi wajah untuk memahami seseorang dan melihat motivasi mereka. Badut dikatakan tidak memiliki ekspresi karena seluruh wajah sudah ditutupi dengan makeup. Kedua, kita mungkin tidak percaya pada orang yang selalu bahagia dan tertawa. Bagi banyak orang, ketakutan terhadap badut sebenarnya adalah bagian dari ketakutan umum terhadap makhluk bertopeng yang disebut coulrophobia.

Baca Juga: Teman Punya Fobia? Bantu dengan Cara-Cara Ini

Coulrophobia adalah istilah informal untuk rasa takut yang parah terhadap badut. Kondisi ini masuk dalam kategori fobia spesifik jika persisten dan mengganggu fungsi normal. Banyak orang mengalami ketidaknyamanan dengan badut yang sebenarnya bukan fobia sejati.

Gejala Coulrophobia

Coulrophobia ditandai dengan gejala-gejala fobia pada umumnya. Kondisi ini dapat menyebabkan gejala fisik, mental dan emosional pada pengidapnya, yaitu di antaranya:

  • Berkeringat;

  • Mual;

  • Perasaan takut;

  • Detak jantung dan pernapasan menjadi semakin cepat;

  • Menangis atau berteriak;

  • Merasa marah ketika ditempatkan dalam situasi. 

Kalau kamu ingin mencari tahu lebih mendalam seputar fobia terhadap badut ini atau fobia lainnya, diskusikan saja dengan dokter Halodoc. Lewat aplikasi, kamu bisa menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call

Apakah Fobia Badut Bisa Diobati?

Pengobatan fobia tergantung pada apakah situasinya benar-benar memengaruhi kehidupan orang tersebut. Namun, coulrophobia umumnya tidak memengaruhi kehidupan sehari-hari karena situasinya cukup mudah dihindari dengan tidak menghadiri sirkus, pesta ulang tahun dan acara-acara lain yang menghadirkan badut. Namun, jika fobia telah mengganggu kehidupan profesional atau pribadi seseorang, pengidapnya bisa mencari konseling psikoterapi untuk itu.

Baca Juga: Ketakutan Biasa dan Fobia, Bagaimana Cara Membedakannya?

Kalau kamu memiliki fobia badut, menonton film IT atau American Horror Story yang menampilkan sosok badut jahat tidak membantu dan malah memperkuat fakta bagi mereka bahwa badut sebenarnya berbahaya dan menakutkan.

Referensi:
Verywell Mind. Diakses pada 2019. Coping With Coulrophobia.
Anxiety.org. Diakses pada 2019. What makes clowns so creepy?