12 April 2018

Jadwal Haid Enggak Teratur, Normalkah?

Jadwal Haid Enggak Teratur, Normalkah?

Halodoc, Jakarta – Ketika menstruasi datang, umumnya para wanita mesti berhadapan dengan banyak masalah “bulanan” yang bikin senewen. Mulai dari perut terasa keram, mood menurun, badan terasa lemas, hingga perasaan lebih sensitif mesti mereka hadapi selama beberapa hari. Namun, ada juga beberapa wanita yang berhadap dengan “tamu bulanan” yang waktu enggak teratur. Nah, haid tidak teratur ini perlu kamu sikapi dengan serius.

Siklus haid umumnya terjadi setiap sekitar 28 hari dengan masa menstruasi selama lima atau tujuh hari. Sayangnya, siklus ini enggak selalu lancar yang seperti diharapkan wanita. Sebagian dari mereka mengalami haid terlambat atau tidak teratur. Sehari atau dua hari lebih lambat mungkin masih dianggap normal. Namun, kalau haid telat lebih dari seminggu, kamu perlu harap-harap cemas. Sebab bisa jadi haid tidak teratur jadi indikasi dari beberapa masalah kesehatan.

Nah,  berikut penyebab siklus haid tidak teratur menurut para ahli:

  1. Hormon tidak seimbang

Ketidakseimbangan hormon bisa jadi penyebab haid tidak teratur.  Ada dua hormon yang memengaruhinya. Pertama, hormon estrogen yang memengaruhi kesuburan dan siklus haid. Lalu, kedua ada hormon progesteron yang membantu mengatur sistem reproduksi dalam mempersiapkan terjadinya kehamilan, termasuk siklus haid.

Melansir Boldsky, kata ahli jika salah satu hormon tersebut bermasalah, maka siklus haid dan kesuburan akan terpengaruh. Lalu, apa yang membuat hormon-hormon itu tidak seimbang? Menurut ahli, ketidakseimbangan hormon itu disebabkan karena stres, kegemukan, atau terlalu kurus.  

Namun, bila usia seseorang wanita masih terbilang muda (20-an tahun), penyebab haid tidak teratur kemungkinan besar karena masih kurang matangnya jalur hormonal dari otak ke indung telur. Kabar baiknya, seiring bergulirnya waktu hal ini akan membaik. Dengan kata lain, makin dewasa seorang wanita, maka menstruasi akan semakin teratur.

  1. Masalah pada Kelenjar Tiroid

Masalah tiroid berkaitan erat dengan penyakit gondok. Namun, masalah tiroid sebenarnya enggak menyebabkan siklus menstruasi berhenti. Tiroid yang bermasalah ini akan menghasilkan terlalu banyak atau sedikit hormon hipertiroid. Nah, ketika hipertiroid terlalu aktif, maka produksi hormon hipertiroid yang terlalu banyak akan mempercepat siklus haid. Misalnya, kamu bisa jadi mengalami haid lebih dari sekali selama satu bulan.

  1. Stres

Yang perlu diketahui, stres enggak cuma menyangkut masalah psikis saja, lho. Ketika stres melanda, efek yang ditimbulkan juga bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan fisik, termasuk membuat siklus haid tidak tertaur. Kok bisa?

Dalam otak terdapat area yang bernama hipotalamus yang berfungsi untuk mengatur hormon dalam tubuh. Hormon-hormon yang diatur itu termasuk hormon reproduksi wanita, yaitu estrogen dan progesteron. Nah, ketika kamu stres dan mental tertekan, maka produksi kedua hormon itu akan terganggu, alias tidak seimbang. Alhasil, bisa mengacaukan siklus haid.

(Baca juga: Bagian Tubuh Wanita yang Terancam Saat Stres)

  1. Perdarahan Pada Uterus

Selain masalah hormon, penyebab haid tidak teratur juga bisa karena gangguan kesehatan lainnya. Misalnya, Dysfunctional Uterine Bleeding (DUB) atau disfungsi perdarahan uterus. Namun, enggak semua wanita rentan terhadap infeksi ini. Kata ahli, DUB biasanya dialami oleh wanita di atas 40 tahun. DUB ini menandakan terjadinya disfungsi hormon yang memengaruhi stabilitas dinding rahim. Nah, akibatnya bisa memicu terjadinya perdarahan yang lama, banyak, atau tidak teratur.

  1. Kurang gizi

Kurang gizi enggak hanya membuat seseorang kurus kering saja. Dalam beberapa kasus, kurang gizi juga bisa memengaruhi siklus haid. Pasalnya, untuk mempertahankan siklus haid yang sehat, tubuh kamu butuh berbagai asupan gizi. Yang perlu diketahui, kurang gizi juga bisa membuat siklus haid berhenti.

Kalau kamu mau tahu lebih jauh mengenai masalah haid  yang tidak teratur, kamu bisa menghubungi dokter melalui aplikasi Halodoc untuk berdiskusi mengenai diet tersebut. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.