Jaga Berat Badan untuk Membantu Pengobatan Hipertiroidisme

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Hipertiroidisme

Halodoc, Jakarta - Hipertiroidisme merupakan gangguan yang terjadi pada kelenjar tiroid. Pada pengidap hipertiroidisme, kelenjar tiroid pada leher akan memproduksi dan melepaskan hormon tiroid lebih banyak dari kebutuhan tubuh. Akibatnya, tubuh memiliki hormon tiroid yang berlebihan, sehingga metabolisme tubuh juga otomatis akan naik. Hal tersebut akan menyebabkan tubuh membuat lebih banyak energi yang dihasilkan.

Baca juga: 12 Perubahan pada Tubuh saat Mengidap Hipertiroidisme

Kelenjar tiroid sendiri berfungsi sebagai pengontrol metabolisme tubuh yang akan memengaruhi suhu tubuh, detak jantung, dan pemakaian kalori. Ketika hormon tiroid dalam tubuh berlebihan, maka tubuh akan lebih sering berkeringat, susah tidur, detak jantung menjadi lebih cepat, serta adanya penurunan berat badan, meskipun sudah mengonsumsi cukup banyak makanan.

Menjaga Berat Badan Membantu Pengobatan Hipertiroidisme, Benarkah?

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mendukung pengobatan yang telah diberikan oleh dokter. Salah satunya adalah menjaga berat badan untuk menghindari obesitas. Selain itu, melakukan diet sehat, menjaga asupan kalori, mengonsumsi serta cukup kalsium dan vitamin D juga dapat dilakukan sebagai langkah pendukung pengobatan yang sedang dijalani.

Pengobatan yang kamu lakukan dalam menangani penyakit ini akan tergantung pada usia, kondisi tubuh pengidap, tingkat keparahan gejala, serta penyebab dari hipertiroidisme yang dialami. Beberapa langkah pengobatan tersebut meliputi:

  • Thionamide, yaitu sekelompok obat-obatan yang dikonsumsi guna menekan produksi hormon tiroksin. Penggunaan obat-obatan ini juga memiliki efek samping, seperti nyeri perut, ruam kulit, sakit pada sendi, serta pusing dan mual.

  • Operasi tiroid, yaitu operasi pengangkatan kelenjar tiroid. Operasi ini bisa dilakukan pada sebagian atau seluruh jaringan kelenjar. Namun, untuk mencegah penyakit ini datang lagi, sebaiknya lakukan operasi pengangkatan pada seluruh jaringan kelenjar.

  • Radioiodine, yaitu terapi yang dilakukan dengan menyusutkan kelenjar tiroid. Namun, terapi yang satu ini tidak boleh dilakukan pada ibu hamil, ibu menyusui, atau wanita yang sedang merencanakan kehamilan.

  • Beta-blocker, yaitu obat yang digunakan dokter untuk menekan gejala yang muncul pada pengidap. Efek samping penggunaan obat ini, antara lain detak jantung menjadi lebih cepat, tremor, serta hiperaktif.

Jika hipertiroidisme yang dialami sudah cukup parah, biasanya dokter akan menyarankan untuk melakukan prosedur operasi pengangkatan kelenjar tiroid. Jika kamu berada dalam kondisi seperti ini, jangan bingung, ya! Kamu dapat menanyakan prosedur apa yang harus kamu jalani pada dokter di aplikasi Halodoc. Perhatikan gejala yang muncul, agar kamu dapat melakukan langkah penanganan segera.

Baca juga: Idap Hipertiroidisme, Lakukan 3 Hal Ini untuk Menanganinya

Ini Komplikasi yang Dapat Terjadi pada Pengidap Hipertiroidisme

Jika gejala yang muncul tidak ditangani segera, komplikasi bisa saja muncul pada pengidapnya.

  • Wanita hamil yang mengidap hipertiroidisme akan berisiko mengalami keguguran.

  • Seseorang akan mengalami gangguan jantung, meliputi kelainan irama jantung, gagal jantung, serta detak jantung menjadi lebih cepat.

  • Kepadatan tulang akan menurun dan mengalami osteoporosis. Kekuatan tulang akan tergantung pada kalsium dan mineral yang terkandung dalam tubuh. Pengidap hipertiroidisme akan mengalami kesulitan dalam menyerap kalsium dan mineral dari makanan yang dikonsumsi.

Baca juga: Awas, Hipertiroidisme Lebih Rentan Menyerang Perempuan

Segera mencari bantuan medis terdekat jika kamu atau keluarga terdekat kamu mengalami kebingungan, demam, kegelisahan, detak jantung yang sangat cepat, bahkan mengalami penurunan kesadaran. Karena gejala-gejala tersebut merupakan pertanda kalau seseorang tengah mengidap hipertiroidisme parah yang membutuhkan bantuan medis secepatnya. Untuk menghindari kondisi medis berbahaya di waktu yang akan datang, selalu jaga kesehatanmu dari sekarang, ya!

Referensi:
WebMD (2019). What Are the Treatments for Hyperthyroidism?
WebMD (2019). What Is Hyperthyroidism? What Are the Symptoms?
WebMD (2019). What Are the Causes of Hyperthyroidism?