Jangan Berasumsi, Ini Cara Diagnosis Gangguan Bipolar

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Jangan Berasumsi, Ini Cara Diagnosis Gangguan Bipolar

Halodoc, Jakarta - Gangguan bipolar atau juga dikenal dengan sebutan bipolar disorder adalah kondisi mental yang menyebabkan terjadinya perubahan mood yang ekstrem pada seseorang. Kondisi ini membuat orang dengan gangguan bipolar memiliki episode mood yang sangat bahagia (mania) dan sangat sedih (depresi), yang fluktuatif. Seperti apa cara ketahui dan diagnosis bipolar yang benar?

Seperti sudah disebutkan, saat seseorang terkena kondisi gangguan bipolar, ia akan mengalami perasaan emosional yang hebat dan terjadi pada suatu periode tertentu atau dikenal dengan “episode mood”. Setiap episode mood menunjukkan perubahan drastis dari mood dan perilaku normal orang tersebut. Suatu episode ketika ia terlihat terlalu bahagia dan bersemangat disebut episode mania sedangkan episode depresi menunjukkan suatu bentuk kesedihan yang ekstrem dan kehilangan kemauan. Kadang, sebuah episode mood juga menunjukkan kedua gejala mania dan depresi.

Baca juga: Bipolar Disorder Terjadi karena Faktor Genetik?

Episode tersebut dinamakan kondisi campuran. Pengidap juga akan menjadi sangat mudah tersinggung dan marah-marah dalam sebuah episode mood. Perubahan mood ini juga biasanya disertai perubahan ekstrem yang menyangkut energi, aktivitas, pola tidur, dan perilaku sehari-hari.

Selama episode mania, beberapa ciri dan gejala yang dapat muncul dari gangguan bipolar:

  • Merasa terlalu bahagia dan bersemangat.
  • Sangat sensitif dan mudah tersinggung.
  • Banyak makan.
  • Kurang tidur.
  • Bersikap gegabah dan melakukan kegiatan-kegiatan yang berisiko.
  • Berbicara dengan sangat cepat dan mengubah topik pembicaraan dari satu topik ke yang lainnya.
  • Mengalami penurunan kemampuan untuk melakukan penilaian atau pembuatan suatu keputusan.
  • Pada episode ini, pengidap kadang juga dapat melihat hal-hal aneh dan mendengar suara-suara misterius.

Baca juga: 7 Mitos Bipolar yang Harus Diketahui

Sementara itu, ketika memasuki episode depresi, beberapa tanda dan gejala gangguan bipolar adalah:

  • Merasa sangat bersedih dan kehilangan harapan pada jangka waktu yang panjang.
  • Kehilangan ketertarikan dalam melakukan kegiatan sehari-hari.
  • Makan lebih sedikit.
  • Merasa ngantuk dan malas.
  • Merasa terlalu sadar diri dan minder.
  • Sulit berkonsentrasi.
  • Memiliki pemikiran untuk bunuh diri.

Episode-episode tersebut dapat terjadi beberapa kali setahun atau bahkan setiap minggu. Harap hubungi dokter apabila kamu dan orang dekat ada yang menunjukkan gejala seperti telah dijabarkan tadi, guna mendapatkan diagnonis dan penanganan medis yang tepat.

Bagaimana Cara Mendiagnosisnya?

Beberapa gejala yang dialami pengidap gangguan bipolar dapat mirip dengan kondisi lain, seperti penyakit tiroid, serta dampak dari kecanduan alkohol atau penyalahgunaan NAPZA. Oleh karena itu, dokter biasanya terlebih dahulu akan mengajukan beberapa pertanyaan ke keluarga atau kerabat terkait gejala, seperti sejak kapan dan seberapa sering gejala gangguan bipolar muncul, serta melakukan pemeriksaan laboratorium guna memastikan penyebab gejala yang muncul.

Baca juga: Mengalami Gejala Bipolar, Kapan Harus Menghubungi Psikolog?

Setelah hasil pemeriksaan awal menunjukan adanya dugaan gangguan bipolar, pengidap biasanya akan dirujuk ke dokter spesialis kesehatan jiwa atau psikiater. Psikiater akan melakukan pengamatan terhadap pola berbicara, berpikir, dan bersikap pengidap. Dalam proses pengamatan, psikiater juga akan menanyakan riwayat penyakit keluarga, gejala yang dirasakan, hingga pola tidur pengidap. Ketika hasil pemeriksaan dirasa cukup, psikiater akan mengklasifikasikan kondisi pengidap berdasarkan Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5).

Itulah sedikit penjelasan tentang gangguan bipolar, gejala, dan cara mendiagnosisnya. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal hal ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter, psikiater, atau psikolog pada aplikasi Halodoc, lewat fitur Talk to a Doctor, ya. Mudah kok, diskusi dengan dokter, psikiater, atau psikolog yang kamu inginkan pun dapat dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call. Dapatkan juga kemudahan membeli obat menggunakan aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!