Jangan Bingung, Begini Caranya Mengatasi Ego Anak

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
mengatasi ego anak

Halodoc, Jakarta - Anak-anak di usia prasekolah umumnya tak dikenal dengan sifat kemurahan hati mereka. Oleh sebab itu, apa yang tampak egois sebenarnya merupakan perilaku dari perkembangan balita yang normal. Nah, di sinilah peran orangtua untuk “meluruskan” bila Si Kecil mulai berperilaku egois atau tak menyenangkan pada orang lain. Lalu, kira-kira bagaimana cara yang tepat untuk mengatasi ego anak?

 1. Ajari Pentingnya Berbagi

 Tahap awal yang bisa ibu lakukan untuk mengatasi ego anak adalah mengajarkan dirinya mengenai arti berbagi. Anak-anak tentu belum memahami pentingnya konsep berbagi. Jadi, perlahan ibu mesti menanamkan “nilai” berbagi agar ia terbiasa.

Baca juga: Anak Susah Mandi, Ibu Bisa Coba Lakukan Ini

Ibu bisa kok memberikan contoh sederhana yang mudah dipahami anak. Misalnya, meminjamkan mainan pada adik yang ingin mencobanya. Enggak cuma itu, ibu juga bisa memberikan contoh lainnya ketika anak berada di luar rumah. Misalnya, menggunakan fasilitas bermain secara bergantian dengan anak lainnya ketika berada di taman bermain.

2. Redam dengan Bermain

Ketika anak mulai bertingkah egois, atau mungkin “menjengkelkan”, cobalah ajak ia untuk bermain. Namun, bukan sembarang permainan, ya. Pilihlah permainan yang bisa membuat anak mengerti atau belajar mengenai perasaan orang lain. Misalnya, ibu berperan sebagai anak yang tidak mau menyikat gigi dan Si Kecil berperan sebagai ibu. Cobalah perhatikan bagaimana ia memilih kata dan mengambil sikap. Bisa jadi sangat lucu dan membuat kalian tertawa satu sama lain. Permainan peran seperti ini bisa membuatnya mengerti bagaimana “kesalnya” dirimu ketika ia tak mau menyikat gigi.

3. Beri Tahu Perasaan Orang Lain

Kata ahli, tingkah laku egois di usia prasekolah memang sering terjadi pada anak-anak. Anak-anak melakukan hal itu untuk menarik perhatian orangtua atau orang lain di sekitarnya. Yang perlu diingat, kata ahli, ego anak biasanya muncul ketika dirinya merasa cemburu. Nah, di saat ini umumnya anak akan melakukan hal-hal yang tak menyenangkan pada orang yang dicemburuinya, atau orang yang ingin ia tarik perhatiannya. Tindakan tak menyenangkan ini bisa mulai dari memukul hingga mengatakan hal yang membuat perasaan orang lain sedih.

Ibu enggak perlu bingung, cobalah pahami kondisi dan ajaklah Si Kecil bicara. Ibu bisa memulainya dengan menjelaskan bahwa orang lain akan merasa sedih karena sikap yang ditunjukkan dirinya. Agar nasihat ibu mudah dipahami anak, ibu bisa kok menggunakan perumpamaan. Misalnya, menjelaskan bagaimana perasaannya jika ada orang lain yang bersikap sama padanya.

Yang mesti diperhatikan, ibu perlu menggunakan bahasa yang lembut dengan penuh kasih sayang. Hal ini bisa membuatnya mengerti, kalau dirinya tak akan pernah kehilangan kasih sayang dari dirimu. Kata ahli, cara meredam ego anak lewat cara ini bisa menumbuhkan rasa empati dalam diri Si Kecil.

Baca juga: Mengurangi Risiko Cemburu Sang Kakak pada Adik

4. Bijaklah Menghadapinya

Memang enggak bisa dimungkiri sih, rasanya tak selalu menyenangkan ketika melihat Si Kecil menjelma jadi bos kecil yang suka memerintah. Ibu perlu hati-hati mengambil sikap untuk menghadapi anak dengan egonya. Cara meredam ego anak memang bisa melalui banyak hal. Namun, kata ahli, yang terpenting dirimu perlu menjelaskan dan membimbing dirinya secara bijaksana agar anak bisa bersikap lebih baik.

Contoh, ketika Buah Hati bersikeras agar kamu menuruti keinginannya, kamu tak perlu buru-buru untuk menolak, atau mengatakan tidak boleh. Cobalah berkompromi terlebih dahulu dengan dirinya. Ajak dirinya bicara untuk menemukan solusi yang menguntungkan satu sama lain.

Si Kecil punya keluhan kesehatan? Ibu enggak perlu panik, ibu bisa kok berdiskusi atau bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!