04 December 2018

Jangan Diabaikan, Ini 5 Hal yang Dilakukan Agar Tidak Terkena Trikomoniasis

jangan diabaikan ini 5 hal yang dilakukan agar tidak terkena trikomoniasis

Halodoc, Jakarta – Trikomoniasis adalah penyakit menular seksual (PMS) yang bisa menyerang pria maupun wanita. Penyakit ini disebabkan oleh parasit bernama Trichomonas vaginalis (TV) yang menular melalui hubungan intim. Itulah mengapa pria dan wanita muda yang aktif secara seksual berisiko tinggi terkena trikomoniasis. Ancaman trikomoniasis sebaiknya jangan kamu sepelekan, karena penyakit ini bisa menimbulkan komplikasi yang berbahaya. Yuk, cari tahu hal-hal apa saja yang bisa kamu lakukan agar bisa terhindar dari trikomoniasis.

Penyebab Trikomoniasis

Parasit penyebab trikomoniasis biasanya menyebar melalui hubungan intim tanpa kondom ataupun saling berbagi alat atau mainan seks. Namun, tidak semua jenis hubungan intim berpotensi menularkan trikomoniasis. Seks oral atau seks anal adalah jenis hubungan intim yang tidak akan menyebabkan penyakit ini. Parasit T. vaginalis juga tidak akan menular lewat ciuman, berbagi alat makan, dan menggunakan dudukan toilet atau handuk yang sama dengan pengidap.

Risiko seseorang terkena trikomoniasis akan meningkat bila melakukan hal-hal ini:

  • Berhubungan intim tanpa menggunakan kondom.

  • Sering bergonta-ganti pasangan.

  • Memiliki riwayat penyakit menular seksual.

  • Pernah terkena trikomoniasis sebelumnya.

Kenali Gejala Trikomoniasis

Gejala trikomoniasis biasanya baru dirasakan pengidap 5—28 hari setelah terinfeksi T. vaginalis. Pria dan wanita bisa mengalami gejala yang berbeda. Pada wanita, penyakit menular seksual ini memberi dampak pada Miss V dan saluran pembuangan urine atau uretra. Wanita yang terinfeksi trikomoniasis akan mengalami gejala sebagai berikut:

  • Nyeri di bagian perut bawah.

  • Nyeri saat buang air kecil atau berhubungan intim.

  • Area Miss V terasa nyeri, bengkak, dan gatal. Kadang rasa gatal juga muncul di paha bagian dalam.

  • Mengalami keputihan yang tidak normal, yaitu cairan yang keluar menjadi kental, encer, berbusa, berwarna kekuningan, bahkan berbau amis.

Sedangkan pada pria, trikomoniasis menyerang uretra, area Mr. P dan kelenjar prostat. Pria yang mengidap trikomoniasis akan mengalami beberapa gejala berupa:

  • Buang air kecil lebih sering dari biasanya dan disertai rasa sakit.

  • Muncul cairan putih dari Mr.P.

  • Area ujung Mr.P terasa sakit, bengkak, dan kemerahan. Rasa sakit ini juga terasa ketika buang air kecil atau saat ejakulasi.

Pengobatan Trikomoniasis

Trikomoniasis bisa disembuhkan dengan cara mengonsumsi obat antibiotik jenis metronidazole dan tinidazole yang diresepkan oleh dokter selama 5—7 hari. Namun, dokter juga bisa meresepkan hanya salah satu dari kedua obat tersebut dalam dosis yang besar. Selama masa pengobatan, pengidap tidak boleh berhubungan intim sampai dinyatakan sembuh oleh dokter.

Cara Mencegah Trikomoniasis

Nah, oleh karena cara utama penularan trikomoniasis adalah melalui hubungan intim, maka kamu dianjurkan untuk berhubungan intim secara aman. Berikut hal-hal yang bisa kamu lakukan agar terhindar dari risiko infeksi trikomoniasis:

  1. Berhubungan intim hanya dengan satu orang saja, jangan bergonta-ganti pasangan.

  2. Gunakan kondom saat berhubungan intim.

  3. Bila ingin menggunakan alat/mainan seks, pastikan alat tersebut sudah bersih dan terbungkus kondom. Hindari berbagi alat/mainan seks dengan orang lain.

  4. Bila kamu mengalami gejala-gejala trikomoniasis, sebaiknya jangan berhubungan intim dulu untuk sementara dan segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan diagnosis yang lebih pasti.

  5. Pasangan pun juga harus mendapatkan pengobatan dan menghindari berhubungan intim untuk sementara sampai gejala-gejala trikomoniasis sudah benar-benar hilang.

Nah, itulah beberapa tindakan pencegahan yang bisa kamu lakukan agar tidak terkena trikomoniasis. Bila kamu memiliki masalah seputar kehidupan seksual, gunakan saja aplikasi Halodoc. Enggak usah malu, kamu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Baca juga: