28 March 2019

Jangan Disepelekan, Tinnitus Bisa Pengaruhi Kesehatan Mental

Jangan Disepelekan, Tinnitus Bisa Pengaruhi Kesehatan Mental

Halodoc, Jakarta - Kita tentu pernah mengalami telinga berdengung, seperti ketika mendengar suara yang terlampau keras. Tinnitus adalah penyakit yang ditandai dengan kondisi seperti itu, hanya saja tak kunjung hilang. Tinnitus sebenarnya bukan sebuah penyakit, melainkan gejala dari suatu gangguan kesehatan, seperti cedera telinga, gangguan pada sistem sirkulasi tubuh, atau menurunnya fungsi pendengaran yang kerap muncul ketika bertambahnya usia. Namun, jika tidak segera ditangani, kondisi ini bahkan bisa pengaruhi kesehatan mental, lho.

Ya, dengung telinga sebagai gejala utama tinnitus dapat memengaruhi kinerja pekerjaan, menyebabkan insomnia, hingga gangguan psikologis seperti depresi, kecemasan, kemarahan, dan gangguan stres pascatrauma. Korelasi antara tinnitus dan gangguan psikologis ini dikemukakan oleh Sergei Kochkin, Direktur Eksekutif Better Hearing Institute, dalam laporan penelitian yang ditulisnya pada 2011, berdasarkan hasil surveynya pada pengidap tinnitus.

Baca juga: Sering Mendengarkan Musik Keras, Berisiko Terkena Tinnitus?

Dari hasil temuannya, gejala tinnitus berkepanjangan yang dirasakan dapat memicu rasa takut dan cemas, yang kemudian membuat mereka merasa lemah, sehingga berbagai aktivitas sehari-hari menjadi terganggu. Pada tahap yang lebih lanjut, kondisi ini secara perlahan dapat memunculkan gangguan psikologis pada pengidapnya.

Hal-Hal yang Dapat Memicu Terjadinya Tinnitus

Tinnitus dapat terjadi karena berbagai hal. Bahkan, penyebabnya pun terkadang sulit diketahui dengan pasti. Namun, beberapa hal berikut diduga menjadi faktor penyebab yang umum melatarbelakangi terjadinya tinnitus:

1. Kerusakan pada Telinga Bagian Dalam

Adanya kerusakan pada telinga bagian dalam merupakan penyebab dari sebagian besar kasus tinnitus. Pada kondisi normal, suara yang masuk ke telinga akan dikirim ke otak oleh saraf-saraf pendengaran setelah sebelumnya melalui suatu rongga berbentuk spiral yang disebut koklea. Jika terjadi kerusakan pada koklea, proses penghantaran gelombang suara akan terputus dan otak akan terus mencari sinyal dari koklea yang tersisa, sehingga menyebabkan bunyi berdengung pada telinga.

Baca juga: Bagaimana Cara Mendiagnosis Tinnitus?

2. Lanjut Usia

Ada banyak fungsi tubuh yang mengalami penurunan seiring bertambahnya usia. Salah satunya adalah fungsi pendengaran. Kepekaan saraf pendengaran akan berkurang seiring bertambahnya umur, sehingga kualitas pendengaran pun akan menurun.

3. Paparan Suara atau Bunyi Nyaring

Kebiasaan mendengarkan musik terlalu keras atau berada di tempat yang bising dapat menjadi salah satu penyebab terjadinya tinnitus. Pada kasus yang ringan, telinga berdengung yang disebabkan oleh paparan suara nyaring biasanya akan hilang dengan sendirinya. Namun, jika kondisi ini terjadi berulang atau terus menerus dalam jangka panjang, akan berpotensi menimbulkan kerusakan pendengaran permanen.

4. Penumpukan Kotoran Telinga

Kotoran telinga yang tak pernah dibersihkan akan menumpuk, mengeras, dan menghalangi saluran pendengaran. Selain itu, kotoran yang menumpuk juga dapat memicu iritasi pada gendang telinga, akibat adanya pertumbuhan bakteri.

Baca juga: Enggak Boleh Sembarangan, Ini 3 Cara Obati Tinnitus

Itulah sedikit penjelasan tentang tinnitus yang ternyata bisa memengaruhi kesehatan mental, dan hal-hal yang dapat menyebabkannya. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal hal ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter pada aplikasi Halodoc, lewat fitur Talk to a Doctor, ya. Mudah kok, diskusi dengan dokter spesialis yang kamu inginkan pun dapat dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call. Dapatkan juga kemudahan membeli obat menggunakan aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!